Berkunjung ke Kawasan Budidaya Salmon , NA Mencatat Pentingnya Kebijakan Berbasis Riset

TASMANIA, EDELWEISNEWS.COM – Ikan salmon yang selama ini dipahami hanya hidup di Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik dengan suhu dingin, ternyata bisa dibudidayakan di air tawar di Negara Bagian Tasmania, Australia.

Adalah Ziggy Pyka yang mengembangkan budidaya ikan yang dikenal mahal itu. Dia memiliki lahan empat hektare di hutan pinggir Kota Hobart.

Ziggy Pyka mempelajari siklus hidup salmon sebelum mengembangkan usahanya. Menurut dia, salmon bertelur dan berkembang biak di air tawar, lalu bermigrasi ke laut. “Kalau mau bertelur ke air tawar lagi,” katanya, Rabu (9/10).

Ziggy Pyka membuat 12 kolam berbentuk silinder dengan diameter 200 sentimeter. Kolam dari semen yang dicor tersebut sebagai tempat penangkaran bibit salmon sampai ukuran tertentu sebelum dilepas ke kolam alam.

Salmon yang sudah besar dipindahkan ke beberapa kolam yang dibuat menyerupai kubangan. Kondisinya alami. Rumput dan semak belukar dibiarkan tumbuh di pinggir kolam secara alami. Ziggy Pyka mengambil air dari sungai yang mengalir melewati lahan yang dimiliki.

“Air saya ambil dari sungai mengalir melalui pipa ini,” jelas Ziggy Pyka kepada Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang meninjau lokasi budidaya salmon terbesar di Tasmania itu.

Dijelaskan, Salmon akan hidup dan berkembang pada suhu maksimal 20 derajat, cocok dengan daerah tempat dia kembangkan Salmon tersebut. “Kalau suhu di atas 20 derajat bibit salmon akan mati,” katanya.

Dijelaskan tiap kolam yang menyerupai drum bisa menampung sampai 500 ekor salmon. Jumlah yang banyak lagi terdapat pada kolam alami.

Ziggy Pyka menata lokasi itu sedemikian rupa, menjadi sebuah tempat budidaya ikan sekaligus kafe alami. Ada bangku-bangku dan meja yang dibuat dari belahan batang pohon. Ada dibagian lain kursi dari potongan batangan kayu.

Di bagian lain kita juga menyaksikan tempat duduk dari tumpukan kayu. Semuanya dibuat alami dan mengesankan suasana di hutan tetap terjaga.

Ziggy Pyka menjamu rombongan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah yang didampingi Konjen Australia untuk Makassar dengan sajian makanan yang semuanya ada unsur salmonnya.

Nurdin Abdullah meninjau satu demi satu kolam salmon milik Zyggi Pyka dan memperhatikan secara detail, termasuk sungai sumber airnya.

Menurut Nurdin Abdullah, semuanya bisa mereka lakukan, termasuk budidaya salmon, karena mereka didukung hasil kajian ilmiah. “Semua yang mereka kalukan terukur dan mereka melakukan dengan sistem yang sudah standard. Keputusan mereka selalu berdasarkan hasil riset,” jelas Bupati Bantaeng periode 2008 – 2018 itu.

Nurdin Abdullah mengajak perguruan tinggi di Unhas menjadi dapur bagi pemerintah. “Ke depan, semua kebijakan yang diambil pemerintah provinsi harus berdasarkan riset. Semua diramu dan dikaji oleh ahlinya dari kampus,” jelas Peraih Bung Hatta Award 2017 ini. (hum)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bulukumba SULSEL

Melihat Indonesia dari Jejak Kekerasan yang Terus Diwariskan

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Di negeri yang gemar merayakan slogan persatuan, kekerasan sering kali hadir sebagai bahasa yang paling fasih digunakan. Ia muncul dalam berbagai bentuk. Kadang berupa pukulan yang terlihat jelas. Kadang menjelma menjadi kebijakan, stigma, penggusuran, pembungkaman, hingga ketimpangan yang dibiarkan tumbuh tanpa pertanyaan. Indonesia hari ini sedang mempertontonkan banyak wajah kekerasan. Sebagian berlangsung […]

Read more
Makassar SULSEL

ASU PANTING : Rumah Buku SaESA Ajak Publik Menelusuri Ketakutan yang Diwariskan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Setelah Parakang berhasil memancing banyak percakapan tentang ketakutan yang hidup di tengah masyarakat, Rumah Buku SaESA kembali membuka Open Submission Gelar Zine dengan tema yang masih berjalan di lorong yang sama: ketakutan, mitos, dan cerita yang diwariskan tanpa pernah benar-benar diperiksa. Tema itu bernama: Asu Panting. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dalam […]

Read more
Makassar SULSEL

Penertiban Pallubasa Serigala Jadi Bukti Ketegasan Pemkot Makassar Kembalikan Fungsi Fasum

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar melalui Pemerintah Kecamatan Mamajang kembali menunjukkan komitmennya dalam menegakkan aturan pemanfaatan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) secara adil tanpa pandang bulu. Komitmen tersebut dibuktikan melalui penertiban terhadap sejumlah lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdiri di atas fasilitas umum, termasuk lapak tenda Pallubasa Serigala di Jalan Serigala, […]

Read more