Buku Mengawal Tiga Gubernur, Catatan Humas Sulsel Devo Khaddafi Dilaunching

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel melaunching buku berjudul “Mengawal Tiga Gubernur Catatan Humas Sulsel Devo Khaddafi” di Cafe Hologram, Jalan Onta Lama Makassar, Minggu, 27 Oktober 2019.

Buku ini bercerita tentang pengalaman dan beberapa hal yang sebelumnya tidak terungkap di media tentang tiga masa Humas Pemprov Sulsel dibawah kepemimpinan Devo Khaddafi, mengawal tiga Gubernur Sulsel. Mulai dari Syahrul Yasin Limpo, Soni Sumarsono, dan Nurdin Abdullah dalam rentang waktu dua setengah tahun.

Devo Khaddafi mengatakan, walaupun dijadwal yang padat, buku ini dapat terbit. “Buku ini kami persembahkan untuk seluruh stakeholder. Dengan resmi, buku ini kami launching,” kata Devo.

Ia menyampaikan, buku ini hadir pada momentum dimana nantinya Biro Humas akan dilebur menyatu dengan Dinas Infokom. Karena adanya nomenklatur baru, sehingga harus ada yang ditinggalkan.

“Apa yang menjadi legacy, paling tidak ada yang bisa dilihat, ada yang bisa dipertanggungjawabkan apa yang kita lakukan,” sebutnya.

Devo juga menyampaikan dan bercerita hal-hal yang tidak diketahui. Informasi yang disampaikan harus update dan valid, serta bisa dipertanggungjawabkan.

Buku ini juga telah ia serahkan kepada Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL), yang juga perjalanannya saat menjadi gubernur ditulis dalam buku ini. Devo menyampaikan bahwa tulisan di buku ini mulai dari satu tahun terakhir SYL menjabat, hingga satu tahun pertama Nurdin Abdullah.

“Salah satu judulnya, yang saya sampaikan ‘Jangan Biarkan Rakyat Lapar’. Inilah mungkin garisnya beliau diberikan tanggung jawab sebagai Menteri Pertanian,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Prodi Ilmu Komunikasi Unhas, M Iqbal Sulthan, menyebutkan dalam testimoninya, karakter Devo masuk dalam tulisan ini, termasuk dalam salah satu judul dimana Devo menjadi narasumber atau user di Unhas.

“Karakter Devo masuk dalam behind the scene dalam tiga tahun. Dan karakternya masuk semua,” sebutnya.

Beberapa judul dalam buku ini diantaranya, “Sang Penjaga Silaturahmi”, “Sidang MPR Berubah Jadi Panggung Sulsel”, “Misteri Hilangnya Obor Asian Games”, “Selamat Datang Prof Andalan”, dan “Menghalau Penyusup di 17 Agustus”. Buku ini dikerjakan dalam waktu dua bulan. (hum)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bulukumba SULSEL

Melihat Indonesia dari Jejak Kekerasan yang Terus Diwariskan

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Di negeri yang gemar merayakan slogan persatuan, kekerasan sering kali hadir sebagai bahasa yang paling fasih digunakan. Ia muncul dalam berbagai bentuk. Kadang berupa pukulan yang terlihat jelas. Kadang menjelma menjadi kebijakan, stigma, penggusuran, pembungkaman, hingga ketimpangan yang dibiarkan tumbuh tanpa pertanyaan. Indonesia hari ini sedang mempertontonkan banyak wajah kekerasan. Sebagian berlangsung […]

Read more
Makassar SULSEL

ASU PANTING : Rumah Buku SaESA Ajak Publik Menelusuri Ketakutan yang Diwariskan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Setelah Parakang berhasil memancing banyak percakapan tentang ketakutan yang hidup di tengah masyarakat, Rumah Buku SaESA kembali membuka Open Submission Gelar Zine dengan tema yang masih berjalan di lorong yang sama: ketakutan, mitos, dan cerita yang diwariskan tanpa pernah benar-benar diperiksa. Tema itu bernama: Asu Panting. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dalam […]

Read more
Makassar SULSEL

Penertiban Pallubasa Serigala Jadi Bukti Ketegasan Pemkot Makassar Kembalikan Fungsi Fasum

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar melalui Pemerintah Kecamatan Mamajang kembali menunjukkan komitmennya dalam menegakkan aturan pemanfaatan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) secara adil tanpa pandang bulu. Komitmen tersebut dibuktikan melalui penertiban terhadap sejumlah lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdiri di atas fasilitas umum, termasuk lapak tenda Pallubasa Serigala di Jalan Serigala, […]

Read more