Bupati Wajo Membuka Kegiatan Perkampungan Al-Qur’an MTs As’adiyah Putra 1 Sengkang

WAJO, EDELWEISNEWS.COM – Bupati Wajo, Amran Mahmud mengharapkan generasi muda di Kabupaten Wajo menjadi generasi qurani. Ini untuk membentengi mereka dari problematika keremajaan.

Terlebih, pada perkembangan zaman dan teknologi yang makin pesat serta pengaruh media sosial yang dikhawatirkan akan memberikan dampak buruk bagi generasi saat ini.

Amran Mahmud menyampaikan hal itu saat membuka kegiatan Perkampungan Al-Qur’an yang digelar Madrasah Tsanawiyah (MTs) As’adiyah Putra 1 Sengkang, di Kompleks Islamic Center, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (10/1/2022).

Amran Mahmud menyampaikan terima kasih kepada penyelenggara atas pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, perkampungan Al-Qur’an seperti ini bisa mendukung harapannya untuk menyiapkan generasi qurani.

“Kita berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi spirit dan semangat bagi anak-anak kita, untuk lebih memacu diri menghafal Al-Qur’an,” ujar sosok kepala daerah yang memang terkenal religius ini.

Amran Mahmud melanjutkan, bahwa ini juga merupakan salah satu esensi dari program Gerakan Masjid Cantik atau Gemantik, yang menjadi salah satu dari 25 program kerja nyata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo.

“Gemantik adalah bagaimana memberikan standar kelayakan untuk masjid yang ada di Kabupaten Wajo. Diharapkan juga selain untuk beribadah salat, masjid bisa menjadi wahana pembinaan umat, misalnya dengan menghadirkan program tahfidzul Qur’an, madrasah diniyah awaliyah, dan taman pendidikan Al-Qur’an,” ucap bupati bergelar doktor ini.

Sementara, Wakil Ketua Umum (Waketum) Pengurus Pusat (PP) Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Muhyiddin Tahir, mengapresiasi Amran Mahmud yang menurutnya merupakan bupati yang memiliki perhatian terhadap Islam.

“Beliau memiliki perhatian yang luar biasa terhadap Islam. Dengan perhatian beliau, diharapkan bisa menjadi motivasi bagi kita untuk belajar Islam, salah satunya Al-Qur’an,” ucapnya.

Kepala MTs As’adiyah Putra 1 Sengkang, Muhammad As’ad Maruwewah, juga menyampaikan terima kasih kepada Amran Mahmud atas dukungannya dalam pelaksanaan kegiatan ini.

“Kita berharap kegiatan ini bisa mendukung terwujudnya generasi qurani seperti yang diharapkan oleh Bapak Bupati,” katanya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, yakni Camat Pammana, Junistari Rasyid, bersama Kapolsek dan Danramil Pammana, pimpinan dan pengurus yayasan Islamic Center, para pembina, instruktur, serta para pelajar MTs As’adiyah Putra 1 Sengkang maupun undangan lainnya. (APJ)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar Olahraga SULSEL

IPSI Makassar Optimistis Raih Prestasi di Porprov Sulsel XVIII, 19 Atlet Siap Bertarung

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Kontingen Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat Kota Makassar siap mengharumkan nama daerah pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII 2026 yang berlangsung di Kabupaten Wajo dan Bone, 7–14 November 2026. Melalui Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar, sebanyak 19 atlet terbaik dipersiapkan untuk berlaga pada 13 nomor pertandingan. Kontingen […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Munafri Ajak Gojek Jadi Pelopor Tertib Berlalu Lintas di Makassar

MAKASSAR, EDELWEIS.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta Gojek ikut mengambil peran aktif dalam mengkampanyekan tertib berlalu lintas, khususnya melalui edukasi kepada para mitra pengemudi. Hal tersebut disampaikan Munafri saat menerima audiensi jajaran Gojek yang dipimpin Vice President Operations Gojek, Gede Manggala, di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Makassar, Jumat (6/11/2026). Munafri berharap Gojek […]

Read more
Artikel Makassar SULSEL

Industri Musik di Makassar : Dari WR Soepratman, Ho Eng Djie, hingga Ridwan Sau

Oleh: Rusdin Tompo (Penulis, dan Koordinator Satupena Sulawesi Selatan) Industri rekaman di Makassar memiliki sejarah yang panjang. Kita mesti melacaknya sejak aktivitas rekam-merekam musik yang diyakini sudah ada di Indonesia, khususnya di Batavia dan Surabaya, sejak zaman kolonial Belanda. Gramafon Columbia serta peralatan studio rekaman yang dibawa ke Hindia Belanda awal abad ke-20, dianggap sebagai […]

Read more