Camat Mariso Respon Pengembangan Perpustakaan di Wilayahnya

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Camat Mariso, Harun Rani, SE, MM didampingi Plt. Sekcam, Mukramin, S.ST memberi respon positif untuk pengembangan perpustakaan kecamatan dan kelurahan di wilayahnya. Sebab, perpustakaan berdiri berdasarkan Perka Perpusnas No. 6 dan 7 Tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Kecamatan dan Kelurahan.

Hal ini disampaikan saat menerima kunjungan Tim Pembina Perpustakaan Kecamatan dan Kelurahan dari Dinas Perpustakaan Makassar di ruang kerjanya, Senin (10/2/2020). Tim Pembina perpustakaan menyerahkan Surat Pendataan Perpustakaan dan Salinan Perka Perpusnas Nomor 6 dan 7 Tahun 2017.

Berdasarkan data dari Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Kecamatan Mariso memiliki 7 Perpustakaan Umum, yakni 1 Perpustakaan Umum Kecamatan dan 6 Perpustakaan Umum Kelurahan. Kelurahan yang telah memiliki Perpustakaan Umum adalah Kelurahan Lette perpustakaannya berdiri sejak 2007, Kelurahan Buyang berdiri sejak 2008, Kelurahan Bontorannu berdiri sejak 2009,. Kelurahan Kunjung-Mae berdiri sejak 2009,. Kelurahan Pannambungan berdiri sejak 2012 dan Kelurahan Tamarunang yang berdiri sejak 2013.

“Dari 6 Perpustakaan Umum Kelurahan yang ada saat ini, Pemerintah Kecamatan Mariso baru menganggarkan biaya operasional untuk 2 perpustakaan, yakni Perpustakaan Kecamatan Mariso dan Perpustakaan Kelurahan Lette. Sedangkan 5 perpustakaan yang berada di kelurahan lainnya akan diupayakan untuk dianggarkan,” ungkap Camat dan Sekcam Mariso.

Sejak adanya SK Walikota Makassar Nomor : 1187/131/KEP/VIII/ 2017 tanggal 2 Agustus 2017 tentang pelimpahan sebagian kewenangan walikota kepada camat, maka sebagian urusan pemerintahan daerah termasuk perpustakaan yang berada di kecamatan, kelurahan dan kepulauan menjadi urusan kecamatan.

Selanjutnya penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan kecamatan dan kelurahan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pelaporan dan penganggaran penyelenggaraan perpustakaan berpedoman pada Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 6 dan Nomor 7 tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Desa/Kelurahan dan Kecamatan. Khusus penganggaran perpustakaan, kecamatan dan kelurahan berdasarkan Perka tersebut diperuntukkan minimal untuk 3 komponen utama yakni koleksi, pelayanan dan tenaga perpustakaan.

Dinas Perpustakaan Kota Makassar terus berupaya melakukan pembinaan kepada jenis perpustakaan, sesuai regulasi yang ada dan untuk keberlanjutan penyelenggaraan perpustakaan di Kota Makassar baik perpustakaan kelurahan, kecamatan, perpustakaan khusus dan perpustakaan sekolah. Dinas Perpustakaan akan membantu memberikan pendampingan pengelolaan sesuai Standar Nasional Perpustakaan, kegiatan pelatihan bagi tenaga perpustakaan dan kegiatan lainnya, termasuk pembudayaan kegemaran membaca.

Penulis : Tulus Wulan Juni

Editor. : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jakarta Makassar

Pertemuan Wali Kota Makassar dan Ditjen Otda, Bahas Penguatan Kapasitas ASN Pemerintahan

JAKARTA, EDELWEISNEWS.COM – Di sela agenda pemerintahan di Ibu Kota, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan kunjungan strategis ke Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi pemerintahan ke depan. Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Makassar dalam memastikan arah kebijakan daerah tetap selaras dengan regulasi […]

Read more
Makassar SULSEL

Musrenbang Kecamatan Mariso 2026, Pengelolaan Sampah Jadi Prioritas Utama

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Mariso Tahun 2026 digelar pada Selasa (27 Januari 2026) bertempat di Hotel Novotel Makassar. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam merumuskan arah pembangunan kecamatan berdasarkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Dalam Musrenbang tersebut, Kecamatan Mariso mencatat sebanyak 100 usulan pembangunan yang berasal dari kelurahan, RT, dan RW. […]

Read more
Luwu Utara SULSEL

Pemekaran Provinsi Luwu Raya Mendesak sebagai Jalan Keadilan Pembangunan kesejahteraan rakyat Luwu

LUWU UTARA, EDELWEISNEWS. COM — Demisioner Ketua KOHATI HMI Luwu Utara, Anggi Novita menegaskan, bahwa pemekaran Luwu Raya bukan sekadar aspirasi politik daerah, melainkan kebutuhan objektif dan rasional sebagai respons atas ketimpangan pembangunan struktural yang selama ini dirasakan masyarakat Tanah Luwu. Peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu menjadi momentum konsolidasi mahasiswa dan masyarakat untuk kembali menegaskan […]

Read more