Dinas Pendidikan dan DP3A Kota Makassar Apresiasi Launching Inovasi SAKTI dan Deklarasi SRA di SD Inpres Kepala Tiga 1

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Dinas Pendidikan Kota Makassar, diwakili Kabid Pendidikan Dasar, Kurniati, S.STP dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, diwakili Kabid Perlindungan Anak, Isnaniah Nurdin, S.Sos, M.I.Kom, melaunching program inovasi SAKTI SD Inpres Kelapa Tiga 1, Rabu (23/7/2025).

Launching ini dirangkaikan dengan penandatangan Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) dan perayaan Hari Anak Nasional (HAN) di sekolah yang berada di Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini itu.

Kepala UPT SPF SD Inpres Kelapa Tiga 1, Hj Nahidha Mallapiang menyampaikan, bahwa sekolahnya memanfaatkan momentum perayaan Hari Anak Nasional untuk meluncurkan inovasi SAKTI dan Deklarasi SRA guna mewujudkan program Kemendiknas RI terkait implementasi “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” dan visi Walikota Makassar, khususnya unggul dalam aspek kualitas layanan pendidikan.

“SAKTI merupakan akronim dari kebiasaan anak berkarakter Indonesia. Ini sebuah terobosan yang kami lakukan untuk mendukung kebijakan pemerintah dan visi Pemkot Makassar,” paparnya.

Nahidha Mallapiang menyampaikan, dalam rangka HAN 2025, sekolahnya sudah melaksanakan kegiatan Pagi Ceria sesuai Surat Edaran Kemendikdasmen RI.

Dia melanjutkan, sekolahnya merupakan sekolah dengan Akreditasi B, perpustakaannya sudah Akrediatsi A, dan sekolah ini sementara menuju Adiwiyata Nasional.

Ditambahkan, SD Inpres Kelapa Tiga 1 sudah punya beberapa inovasi, seperti LINCAH, BULISA, dan MALEBI. Program inovasi MALEBI (majukan literasi budaya dan lingkungan), pada tahun 2024, masuk 10 besar Innovative Major Award (IMA) Kota Makassar.

Kabid Pendidikan Dasar, Kurniati, mewakili Kadis Pendidikan, memberikan apresiasi atas kegiatan launching inovasi SAKTI dan penandatangan deklarasi SRA.

Dikatakan, memang sangat diharapkan agar setiap sekolah menerapkan kebijakan dari Kemendikdasmen terkait “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Kurniati lalu meminta salah salah seorang anak naik ke panggung untuk menyebut secara berurutan tujuh kebiasaan itu, dan ternyata bisa.

Kebiasaan positif ini, imbuhnya, perlu ditanamkan sebagai nilai-nilai yang diterapkan di sekolah, rumah, dan dalam kehidupan bermasyarakat.

Kurniati kemudian mengajak sekolah untuk terus berinovasi dalam membimbing anak-anak menjadi generasi cerdas yang berkarakter menuju visi Indonesia Emas 2045.

Isnaniah Nurdin, Kabid Perlindungan Anak DP3A, menekankan pentingnya dukungan orangtua dalam membentuk anak yang berkarakter, sehingga menjadi anak Indonesia yang hebat.

Menurutnya, peluncuran SRA ini penting karena akan menjadi komitmen bersama untuk mencegah terjadinya bullying dan tindakan lain yang tidak sesuai semangat perlindungan anak. Kegiatan ini, lanjut Isnaniah, akan berkontribusi bagi terwujudnya Makassar sebagai Kota Layak Anak (KLA).

Muh Aslam, S.Ag Ketua Panitia, yang juga merupakan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menjelaskan, sekolah menerapkan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Mulai dari bangun pagi hingga anak bersosialisasi di masyarakat. Di sekolah, ada kegiatan Jumat ibadah, berolahraga, bersih-bersih, Makan Bergizi Gratis, dan belajar di kelas.

Pendidikan karakter, menurutnya, penting mengingat posisi sekolah yang bersinggungan dengan tiga kecamatan, yakni Rappocini, Panakkukang, dan Kecamatan Makassar.

Kegiatan launching program inovasi SAKTI dan deklarasi SRA ini, selain dihadiri guru dan murid-murid SD Inpres Kelapa Tiga 1, juga diikuti orangtua murid yang tergabung dalam komunitas MALEBI.

Hadir pula Kepala SD Inpres Kelapa Tiga Bertingkat, Rahma, S.Pd, M.Pd, serta pegiat literasi dan pegiat Sekolah Ramah Anak, Rusdin Tompo.

Deklarasi SRA ini berisi pernyataan komitmen untuk menjadikan SD Inpres Kelapa Tiga 1 sebagai SRA, berupa sekolah yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak, melindungi anak dari kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainnya, mendukung partisipasi anak dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran dan pengawasan, dan memiliki mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di sekolah.

Deklarasi ini ditandatangani oleh Kepala SD Inpres Kelapa Tiga 1, Hj Nahidha Mallapiang, S.Pd, M.Pd dan beberapa perwakilan. Dari unsur pendidik, H. Sambi Waris, S.Pd, M.Pd, tenaga kependidikan oleh Lilis Gusnaningsih, S.I.P dan Komite Sekolah oleh Sari Eka, S.Kom.

Ada lagi dari unsur peserta didik, Muh Raditya Kamil, dan dari perwakilan alumni oleh Sinar Wati. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar Olahraga SULSEL

Munafri Buka Sipakracca MMA Sulsel, 100 Atlet Siap Bertarung Menuju Panggung Dunia

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Kota Makassar kembali menunjukkan geliatnya sebagai daerah yang aktif mendorong prestasi olahraga. Kali ini, atmosfer panas terasa di arena bela diri saat Makassar menjadi tuan rumah turnamen perdana Fight Event Season 1 yang digelar Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBCA) Mixed Martial Arts (MMA) Sulawesi Selatan. Event ini, menjadi panggung awal lahirnya petarung-petarung […]

Read more
Makassar SULSEL

Sabet 47 Juara, Kafilah MTQ Makassar Diguyur Bonus oleh Wali Kota Munafri

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa menyerahkan bonus dan apresiasi kepada kafilah Kota Makassar yang berhasil meraih prestasi gemilang pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam ajang tersebut, kontingen Kota Makassar sukses menyabet 47 juara dari seluruh kategori lomba dan […]

Read more
Makassar SULSEL

Akhiri Praktik Lama, Munafri Terapkan Karier ASN Transparan Berbasis Digital Lewat “Sistem Merit”

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Langkah reformasi birokrasi di Kota Makassar kian menemukan bentuknya untuk lebih baik. Di tengah tuntutan publik akan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya mengakhiri praktik-praktik lama dalam pengelolaan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kerap dipersepsikan tidak transparan. Melalui penerapan manajemen talenta berbasis digital, […]

Read more