DPRD Setujui Ranperda Kerjasama Sister Province Sulsel dengan Jepang

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) mengenai kerjasama sister province antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan Pemerintah Prefektur Ehime Jepang, telah disetujui seluruh fraksi di DPRD Sulsel melalui rapat Paripurna, di ruang Rapat Paripurna DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Senin (20/7/2020).

Kesepakatan berdasarkan pandangan masing-masing fraksi, yakni Golkar, Nasdem, Gerindra, Demokrat, PKS, PDI Perjuangan, PKB, PAN dan PPP.

Mewakili Fraksi Golkar, Ince Langke, sangat mengapresiasi seluruh Panitia Khusus (Pansus) Ranperda kerjasama Sulsel dengan Jepang, sebab ini diyakini dapat mengantarkan masyarakat Sulsel kepada kesejahteraan.

“Tentunya sebelum kami menyetujui ini, patut kita apresiasi atas atensi dan kerja keras teman-teman Pansus,” katanya.

Dari Fraksi Gerindra, Andi Mangunsidi juga memberi apresiasi dan penghargaan kepada seluruh anggota Pansus dan Pemprov Sulsel atas Ranperda tersebut.

“Tentunya apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pansus atas kinerja dan perjuangannya,” ujarnya.

Fraksi PKS Sri Rahmi menitipkan harapan atas persetujuan Ranperda tersebut, kiranya mampu membawa sebuah perubahan besar untuk masyarakat Sulsel.

“Semoga Ranperda ini bisa menambah sebuah perubahan bagi Sulawesi Selatan,” harapnya.

Mewakili Fraksi PAN, Andi Irwandi Nasir mengaku sangat mempercayai Pemprov Sulsel, bahwa kerjasama ini dapat mengantarkan kesejahteraan masyarakat Sulsel.

“Kami percaya bahwa semua yang diupayakan pemerintah provinsi untuk kesejahteraan masyarakat Sulsel,” jelasnya.

Mewakili Fraksi PPP DPRD Sulsel, Rismayanti memberikan apresiasi kepada Gubernur Sulsel karena sudah mengambil langkah strategis untuk membangun kerjasama dengan pihak Ehime Jepang.

“Kami apresiasi kepada Gubernur yang telah mengambil langkah strategis untuk bekerjasama dengan pemerintah Jepang. Semoga ini mengantarkan masyarakyat kepada sebuah kesejahteraan,” tutupnya.

Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah mengucapkan terimakasih kepada seluruh Pansus Ranperda Kerjasama Sulsel-Jepang di bidang pengelolaan ikan tuna, pengelolaan industri garam, lingkungan hidup, pertanian, perkebunan dan destinasi pariwisata.

“Di bidang perkebunan kita fokus soal jeruk Selayar dan Malangke sebagai produk unggulan Sulsel, dan pengembangan produk-produk hasil pertanian,” katanya. (hum)

Editor : Anisah S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar Olahraga SULSEL

IPSI Makassar Optimistis Raih Prestasi di Porprov Sulsel XVIII, 19 Atlet Siap Bertarung

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Kontingen Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat Kota Makassar siap mengharumkan nama daerah pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII 2026 yang berlangsung di Kabupaten Wajo dan Bone, 7–14 November 2026. Melalui Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar, sebanyak 19 atlet terbaik dipersiapkan untuk berlaga pada 13 nomor pertandingan. Kontingen […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Munafri Ajak Gojek Jadi Pelopor Tertib Berlalu Lintas di Makassar

MAKASSAR, EDELWEIS.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta Gojek ikut mengambil peran aktif dalam mengkampanyekan tertib berlalu lintas, khususnya melalui edukasi kepada para mitra pengemudi. Hal tersebut disampaikan Munafri saat menerima audiensi jajaran Gojek yang dipimpin Vice President Operations Gojek, Gede Manggala, di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Makassar, Jumat (6/11/2026). Munafri berharap Gojek […]

Read more
Artikel Makassar SULSEL

Industri Musik di Makassar : Dari WR Soepratman, Ho Eng Djie, hingga Ridwan Sau

Oleh: Rusdin Tompo (Penulis, dan Koordinator Satupena Sulawesi Selatan) Industri rekaman di Makassar memiliki sejarah yang panjang. Kita mesti melacaknya sejak aktivitas rekam-merekam musik yang diyakini sudah ada di Indonesia, khususnya di Batavia dan Surabaya, sejak zaman kolonial Belanda. Gramafon Columbia serta peralatan studio rekaman yang dibawa ke Hindia Belanda awal abad ke-20, dianggap sebagai […]

Read more