Film Sejauh Kumelangkah Mengajak Semua Pihak Putar Film dan Menerabas Batas, Bicara Hak Disabilitas

Anda penyandang disabilitas? Atau bukan, tapi punya perhatian terhadap hak disabilitas? Pernah terbayang ada pemutaran film di mana semua penonton tak terkecuali mereka penyandang disabilitas mendapatkan akses yang sama dan setara?

Inilah saat yang tepat!

Kampanye INDONESIA INKLUSIF, sebuah inisiatif distribusi film Sejauh Kumelangkah dan kampanye dampak untuk hak disabilitas akan dimulai hari ini, 3 Desember 2020, bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional 2020. Mulai hari ini, semua pihak yang ingin menjadi kolaborator kampanye film dapat mengajukan permohonan penayangan film untuk komunitasnya masing-masing melalui situs sejauhkumelangkah.com yang juga diluncurkan hari ini.

INDONESIA INKLUSIF adalah tema besar kampanye yang dibawa oleh film Sejauh Kumelangkah. Sesuai dengan misi dan ceritanya, film ini bertema hak disabilitas serta akses terhadap pendidikan bagi penyandang disabilitas. Film Sejauh Kumelangkah ingin mengajak sebanyak mungkin pihak untuk memutar film dan menjadi kolaborator bersama membangun ruang inklusif yang dimulai dari sinema.

Siapa saja yang bisa menjadi mitra dan memutar film ini?

Sekolah, organisasi, komunitas film, kampus, warga, dan individu bisa berpartisipasi untuk menjadi bagian dari INDONESIA INKLUSIF. Seluruh penayangan akan dilakukan pada bulan Januari dan Februari 2021. Selama dua bulan itu, kami membayangkan akan terjadi pemutaran film secara berangkai oleh berbagai komunitas di seluruh Indonesia. Terkait Covid-19, seluruh pemutaran akan dilakukan secara daring.

Penayangan film Sejauh Kumelangkah akan menjadi pengalaman menonton yang unik karena menggunakan narasi audio yang dibacakan sebagai deskripsi untuk mereka yang tunanetra, serta closed caption untuk orang tuli. Penonton non-disabilitas bisa memejamkan mata sambil menonton film, atau bisa mematikan suara, dan pelan-pelan bisa berempati bagaimana rasanya bila suatu hari kita tiba-tiba kehilangan penglihatan, atau kehilangan pendengaran, atau kehilangan kemampuan daya dukung tubuh lainnya?

Sejauh Kumelangkah bercerita tentang dua teman masa kecil yang kini remaja, Andrea dan Salsabila, yang hidup dengan kebutaannya masing-masing di dua negara yang berbeda: Indonesia dan Amerika. Keduanya memiliki harapan yang sama, untuk bisa mandiri dan mampu menghadapi hidup sebagai tunanetra di tengah masyarakat yang belum sepenuhnya inklusif terhadap penyandang disabilitas seperti mereka.

Dengan menyimak sepotong kehidupan cerita Andrea dan Salsabila yang terlahir buta, dari langkah sederhana berupa gerakan menonton film tentang disabilitas, kami berharap bisa tumbuh sensitivitas dan kepedulian untuk turut menjadi bagian yang mendukung tumbuhnya lingkungan yang inklusif.

Selain penayangan film, kampanye dampak yang dilakukan oleh film Sejauh Kumelangkah juga akan mengadakan beberapa webinar yang membicarakan berbagai topik bertema besar INDONESIA INKLUSIF. Menerabas batas bicara hak disabilitas, diharapkan terjadi dari seluruh rangkaian pemutaran film dan webinar yang diadakan oleh kampanye dampak film ini.

Seiring dengan semangat tersebutlah, misi INDONESIA INKLUSIF – kampanye distribusi film & dampak untuk hak disabilitas dibuat. Karena kami percaya, memperjuangkan hak disabilitas adalah memperjuangkan hak asasi seluruh manusia.

Salam Indonesia Inklusif.

Tim Impact Campaign Sejauh Kumelangkah
sejauhkumelangkah.com

Kontak:
Email: sejauhkumelangkahfilm@gmail.com
Mila (Impact Producer): WA 0811-106545
Sekar (Admin): WA 0821-11469317

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar Seni SULSEL

KisSA UIN Alauddin Makassar Gelar Pameran dan Workshop Seni di Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang Gowa

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – “Saya selalu menyarankan mahasiswa agar menyemarakkan ruang-ruang perpustakaan. Sebab, hari ini perpustakaan jadi ruang-ruang sunyi,” demikian kata Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar, Prof Dr Barsihannor. Prof Barsihannor memuji kolaborasi antara Komunitas Seni Adab (KisSA) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin, Makassar, dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan […]

Read more
Jawa Timur Seni

Cicilan Huruf : Jose Kecil Dalam Dirimu dan Cerita Lainnya di Pare, Kediri, Jawa Timur

JAWA TIMUR, EDELWEISNEWS.COM – Sabtu, 28 Juni 2025 Kampung Inggris, Pare, Kediri, Jawa Timur. Laju sepeda melambat pelan. Para student dari beberapa kursusan mulai memadati Pasar Senja, Lapangan Tulungrejo. Mengobrol tentang pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan berbahasa agar tidak kapok dengan vocab dan tenses. Pasar Senja selalu padat saat di akhir pekan. Seolah menjadi lautan […]

Read more
Makassar Seni SULSEL

Syafa dan Zafran Juara I Pantomim FLS3N 2025 Tingkat Kota Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Status WhatsApp Kepala Sekolah, guru-guru, dan sejumlah orangtua memasang flyer yang sama: Selamat dan Sukses UPT SPF SD Negeri Borong Juara I Pantomim FLS3N Kota Makassar. Dalam flyer itu terdapat foto Syafa dan Zafran dengan baju bergaris hitam putih dan wajah dipupur khas pemain pantomim. Syafa dan Zafran, keduanya murid kelas 5A […]

Read more