Gelar Zine di Rumah Buku SaESA: Merawat Mappadekko Lewat Lipatan Kertas

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS COM – Tidak semua jalan lahir dari sesuatu yang besar. Sebagian justru bermula dari yang nyaris luput dilihat: kertas yang dilipat pelan, tinta yang mengalir tanpa banyak pertimbangan, dan gagasan yang memilih tetap hidup meski tak pernah diminta. Di situlah zine menemukan dirinya—sebagai ruang yang tumbuh dari keberanian kecil, tetapi terus bertahan.

Gelar Zine di Rumah Buku SaESA kali ini tidak sekadar menghadirkan pertemuan. Ia menjadi semacam upaya sunyi untuk merawat sesuatu yang perlahan menjauh. Mappadekko diangkat sebagai tema, bukan hanya sebagai penanda, tetapi sebagai pintu untuk masuk ke ingatan yang pernah hidup dalam keseharian. Bunyi, ritme, dan jejaknya mungkin tak lagi seramai dulu, tetapi belum benar-benar hilang.

Di tengah arus yang bergerak cepat, Mappadekko seperti disimpan di sudut waktu. Ia menunggu untuk dipanggil kembali—bukan dengan cara yang sama, tetapi melalui bentuk-bentuk baru yang tetap menyimpan makna. Zine menjadi medium yang dipilih: sederhana, bebas, dan cukup jujur untuk menampung apa yang tersisa.

Pada Jumat, 3 April 2026 mendatang, sejak pukul 15.00 WITA hingga selesai, ruang di Bookmerchs, Jalan Poros Bontonyeleng, akan berubah menjadi tempat berkumpul. Bukan sekadar titik temu, tetapi ruang yang diisi oleh percakapan, potongan kertas, dan keberanian untuk menuliskan hal-hal yang selama ini hanya berdiam.

Rangkaian kegiatan berjalan tanpa sekat, seolah menyatu dalam satu alur:
lapak baca yang membuka kemungkinan perjumpaan dengan gagasan,
bikin zine sebagai inti dari seluruh proses,
merch sebagai jejak yang bisa dibawa pulang,
dan diskusi zine yang memperpanjang umur percakapan.

Tidak ada tuntutan untuk menjadi rapi. Tidak ada keharusan untuk menjadi benar. Seluruh proses bergerak dalam satu napas: bikin-bikin zine. Sebuah cara untuk memulai dari apa yang ada, dari apa yang mungkin terasa belum selesai.

Ajakan yang disampaikan pun sederhana—datang dengan cerita masing-masing. Tidak perlu utuh, tidak harus sempurna. Sebab justru dari potongan-potongan itulah, sesuatu yang baru bisa dirangkai kembali.

Dan mungkin, di antara halaman-halaman yang kita buat sendiri itu, Mappadekko tidak hanya sedang ditulis ulang. Ia sedang dijaga—pelan-pelan, agar tidak benar-benar hilang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Aliyah Mustika Ilham Sambut Langsung Dubes Swiss di Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyambut langsung Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Konstantin Obolensky, saat tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa (22/9/2026). Kehadiran Aliyah Mustika Ilham dalam penyambutan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar membangun komunikasi dan hubungan yang semakin erat dengan perwakilan diplomatik Swiss. Konstantin Obolensky […]

Read more
Makassar SULSEL

Cegah Parkir Liar, Kecamatan Mamajang Bersama Tripika Perketat Pengawasan di Jalan Mawas

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kecamatan Mamajang bersama unsur Tripika memperkuat pengawasan dan sterilisasi kawasan Jalan Mawas, Kecamatan Mamajang, pascainsiden yang melibatkan seorang juru parkir (jukir) dan pengemudi ojek online (ojol) beberapa waktu lalu. Sterilisasi dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas parkir terbuka maupun jukir yang mengarahkan kendaraan untuk parkir di bahu Jalan Mawas. Camat […]

Read more
Makassar SULSEL

Kemarau Panjang, PDAM Makassar Bergerak Salurkan 4,56 Juta Liter Air Bersih untuk Masyarakat

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Saat kemarau panjang, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar memperkuat langkah siaga untuk membantu masyarakat yang mengalami krisis air bersih. Distribusi dilakukan secara gratis dengan mengerahkan armada mobil tangki hingga mobil pickup yang dilengkapi tandon air. Armada tersebut tidak hanya menyasar kawasan yang dapat dijangkau kendaraan besar, tetapi juga menyisir […]

Read more