Hadiri Senam Jantung Sehat, Melinda Aksa Gaungkan Hidup Sehat untuk Masa Depan Keluarga

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menghadiri kegiatan Senam Jantung Sehat dalam rangka peringatan Hari Jantung Sedunia 2025 yang digelar oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Makassar di RS Kemenkes Makassar, Central Point of Indonesia (CPI), Minggu (28/9/2025).

Dalam kegiatan yang mengusung tema “Melangkah untuk Jantung Lebih Sehat” ini, ratusan peserta dari berbagai kalangan masyarakat ikut ambil bagian.

Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, yang didampingi oleh Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah, menyampaikan apresiasinya kepada PERKI Cabang Makassar atas terselenggaranya kegiatan ini.

Menurutnya, momentum Hari Jantung Sedunia penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat sejak dini.

“Kami dari PKK Kota Makassar terus mendorong ibu-ibu di rumah tangga untuk menjadi agen perubahan dalam keluarga, termasuk dalam menjaga pola makan, olahraga teratur, dan mengurangi faktor risiko penyakit jantung,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan program PKK Kota Makassar yang berfokus pada kesehatan keluarga.

“Tentunya kami ingin terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, rumah sakit, dan komunitas masyarakat, agar semakin banyak warga yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan jantung. Semoga semangat dari acara ini bisa menular ke seluruh keluarga di Kota Makassar,” tambahnya.

Hadir pula sejumlah tokoh kesehatan, seperti Ketua PERKI Cabang Makassar, Prof. Dr. dr. Muzakkir Amir, SpJP(K), yang menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan mengenai kesehatan jantung, serta Direktur RSUP Makassar, dr. Andi Saguni, MA, yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan sosial dan preventif ini.

Rangkaian acara dimulai dengan Fun Run 5K, senam bersama, serta pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk cek tekanan darah, kolesterol, dan pemeriksaan jantung sederhana.

Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan jantung.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize dan foto bersama peserta sebagai bentuk semangat kebersamaan untuk hidup sehat.

Melalui peringatan Hari Jantung Sedunia 2025 ini, diharapkan masyarakat Kota Makassar semakin sadar akan pentingnya gaya hidup sehat untuk mencegah penyakit jantung. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga medis, organisasi kemasyarakatan seperti PKK, serta partisipasi masyarakat luas menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan bersama. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar Olahraga SULSEL

IPSI Makassar Optimistis Raih Prestasi di Porprov Sulsel XVIII, 19 Atlet Siap Bertarung

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Kontingen Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat Kota Makassar siap mengharumkan nama daerah pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII 2026 yang berlangsung di Kabupaten Wajo dan Bone, 7–14 November 2026. Melalui Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar, sebanyak 19 atlet terbaik dipersiapkan untuk berlaga pada 13 nomor pertandingan. Kontingen […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Munafri Ajak Gojek Jadi Pelopor Tertib Berlalu Lintas di Makassar

MAKASSAR, EDELWEIS.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta Gojek ikut mengambil peran aktif dalam mengkampanyekan tertib berlalu lintas, khususnya melalui edukasi kepada para mitra pengemudi. Hal tersebut disampaikan Munafri saat menerima audiensi jajaran Gojek yang dipimpin Vice President Operations Gojek, Gede Manggala, di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Makassar, Jumat (6/11/2026). Munafri berharap Gojek […]

Read more
Artikel Makassar SULSEL

Industri Musik di Makassar : Dari WR Soepratman, Ho Eng Djie, hingga Ridwan Sau

Oleh: Rusdin Tompo (Penulis, dan Koordinator Satupena Sulawesi Selatan) Industri rekaman di Makassar memiliki sejarah yang panjang. Kita mesti melacaknya sejak aktivitas rekam-merekam musik yang diyakini sudah ada di Indonesia, khususnya di Batavia dan Surabaya, sejak zaman kolonial Belanda. Gramafon Columbia serta peralatan studio rekaman yang dibawa ke Hindia Belanda awal abad ke-20, dianggap sebagai […]

Read more