Hari Kopi Nasional, Kopi Gowa Siap Tembus Pasar Eropa

Sekda Gowa, Muchlis saat menghadiri Peringatan Hari Kopi nasiknal, di kantor Dinas Perkebunan Kabupaten Gowa, Rabu (11/3).

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa optimis kopi Gowa bisa tembus pasar Eropa. Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H. Muchlis saat menghadiri Peringatan Hari Kopi Nasional Tahun 2020 di Kantor Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa, Rabu (11/3/2020).

Menurut Muchlis, kopi yang ada di Kabupaten Gowa merupakan salah satu jenis kopi terbaik yang ada di Indonesia. Gowa memiliki jenis kopi arabika yang banyak diminati di Indonesia, bahkan luar negeri.

“Ternyata permintaan kopi yang jenisnya itu persis yang ada di Gowa. Kopi ini sangat diminati di Eropa dan negara-negara penikmat kopi lainnya, terutama untuk jenis arabika,” jelas Muchlis yang didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupateb Gowa, Hj Suhriati.

Lanjut Muchlis, untuk bisa tembus pasar Eropa, saat ini Pemkab Gowa sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Jawa Barat, yang mempunyai jejaring untuk melakukan pemasaran kopi hingga ke Eropa.

“Alhamdulillah yang bersangkutan sudah datang untuk menjalin kerja sama dengan petani-petani kopi yang ada disini, dan Insya Allah petani-petani kita yang ada di sini siap untuk bekerja sama dengan mereka, mulai dari teknologi kemudian bagaimana memasarkan kopi mereka,” lanjutnya.

Olehnya itu, Muchlis berharap para petani bisa menghasilkan komoditas kopi dengan kualitas baik dan harus memperhatikan waktu panen dan cara memanen.

“Petani harus menyadari cara petik kopi itu pada jadwal panennya yang baik, kemudian petiknya seragam yang warna merah semua tidak dicampur-campur dengan yang masih muda. Sehingga harganya bisa dipertahankan dan kualitasnya betul-betul yang terbaik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa menyebutkan, arabika merupakan jenis kopi unggulan Kabupaten Gowa. Setiap tahunnya Kabupaten Gowa menghasilkan kopi sebanyak 2.577 ton dengan luas lahan 4.931 hektar.

“Unggulan kopi kita itu arabika yang banyak diminati. Untuk sentra kopi di Kabupaten Gowa ada di Kecamatan Tompobulu, Tinggimoncong, Tombolopao, Parigi dan Kecamatan Bungaya,” ujarnya.

Suhriati menambahkan untuk saat ini, kopi di Gowa dipasarkan di cafe-cafe dan peminat kopi yang ada di Gowa, sedangkan untuk luar Kabupaten Gowa, kopi arabika juga dipasarkan hingga ke Jakarta.(*)

Editor : Solfiah Echa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Resmi Diluncurkan, Kota Makassar Jadi Pilot Project Nasional Gerakan Peduli Tetangga untuk Perkuat Perlindungan Sosial

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat komitmen menghadirkan perlindungan sosial yang inklusif, merata, dan tepat sasaran. Melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga, Kota Makassar dipercaya menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) nasional dalam penguatan sistem pendataan dan pelayanan Perlindungan Sosial (Perlinsos) tahun 2026. Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS COM — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, mendampingi Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, meluncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, Minggu (4/10/2026). Peluncuran program strategis Kementerian Sosial (Kemensos) RI ini untuk memperluas jangkauan pendataan dan akses pelayanan sosial bagi masyarakat kurang mampu melalui penguatan peran masyarakat […]

Read more
Makassar SULSEL

Kuatkan Nilai Kebangsaan dan Moderasi Beragama, Andi Muh Ihsan Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Indonesia adalah negara yang majemuk, terdiri dari beragam suku, agama, ras, danantargolongan. Keberagaman ini di satu sisi merupakan kekayaan nasional yang tak ternilai, namun di sisi lain memiliki kerentanan terhadap potensi konflik sosial jika tidak dikelola dengan nilai-nilai kebangsaan yang kuat.0 Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal […]

Read more