MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Hari ke – 5 Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SD Negeri Percontohan PAM Kota Makassar diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya di halaman upacara, Jumat (17/7/2026).
Selanjutnya siswa baru yang duduk dikelas 1 SD tersebut diajak meregangkan badan dengan olah raga ringan yang dipandu oleh seorang guru.

Hari terakhir MPLS ini, sesuai schedule yakni memperkenalkan sejumlah esktra kurikuler yang ada di SD Negeri Percontohan PAM.
Eskul yang pertama diperkenalkan adalah eskul baca tulis Alquran. Beberapa anak yang ikut eskul ini menunjukan kebolehan mereka di panggung dengan membaca Alquran dan dan ayat – ayat pendek.
Selanjutnya eskul menari. Lima kakak kelas perempuan menarikan Tari tiga etnis. Tari tiga etnis yang diawali dengan lagu Anging Mammiri tersebut menarik perhatian, karena dibawakan dengan anggun oleh para penari.

Setelah itu di eskul karate yang diampuh oleh Ibu Misra, S.Pd, M.Pd. Untuk eskul karate sudah pernah mengikuti kejuaraan nasional, Wali Kota Cup dan pada Kejurda nanti akan diturunkan empat karateka untuk berlaga dalam even tersebut.
Kemudian ada eskul menggambar dan mewarnai yang didampingi Ibu Rahmiati, SP.d, M.Pd. Ada juga eskul dokter cilik. Eskul ini mengajari anak tentang kesehatan. Yang ingin menjadi dokter, perawat boleh memilih eskul ini.
Yang tidak kalah menarik yakni eskul coding yang diampuh Ibu Ruri. Menurut Ibu Ruri, coding adalah bahasa kreativitas. Coding untuk menuangkan ide anak – anak.
“Dalam belajar coding, anak – anak memecahkan masalah (problem solving), mengasah logika, menjadi kreator,” terang Ibu Ruri.
Selain itu, eskul basket didampingi oleh Pak Irfan. Eskul Pandu Digital sebagai wadah edukasi yang bertujuan membangun karakter profil siswa. Eskul tersebut biasanya mendesain gambar dan mengedit video.
Ada juga eskul robotik, eskul renang dan eskul pramuka.
Yang paling banyak pesertanya yakni eskul bola kaki, coachnya Pak Naharuddin dan Pak Agustiawan. Anak – anak eskul ini tampil di panggung dengan membawa sejumlah piala perolehan saat mengikuti sejumlah even.
“Eskul bola kaki sudah terbentuk sejak tahun 2016. Sampai saat ini terus berkembang. Rencananya kami akan membuka lagi untuk mini soccer,” ujar Pak Nahar, panggilan akrabnya.
MPLS ditutup dengan penempelan emoji oleh siswa baru di wadah yang telah disediakan oleh Panitia MPLS dan dilanjutkan dengan menempel telapak tangan siswa yang ditelah dicelup dengan tinta biru dan merah di tembok dekat kolam renang.
Setelah acara ditutup, yang cukup menegangkan yakni pembagian kelas. Siswa baru yang berjumlah 84 orang dibagi dalam tiga kelas. Setiap kelas ditempati oleh 28 siswa baru.
Akhirnya MPLS Ramah SD Negeri Percontohan PAM berakhir. Dalam 5 hari MPLS, mulai tanggal 13 Juli hingga 17 Juli 2026 terlihat anak – anak tetap ceria, bersosialisasi dengan teman baru, guru baru, dan beradaptadi dengan lingkungan baru.
Penulis : Jesi Heny
