Indeks Ketahanan Pangan Sulsel Masuk Tiga Besar Terbaik Nasional

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Indeks Ketahanan Pangan Sulsel masuk tiga besar terbaik secara nasional. Sulsel memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap ketahanan pangan di Indonesia.

Berdasarkan data yang ada, produksi gabah kering giling Sulsel di angka 5,3 juta ton, dan jika dikonversi menjadi beras sekitar 3 juta ton. Sementara, kebutuhan masyarakat Sulsel hanya sekitar 1 juta ton lebih, atau surplus hampir 2 juta ton.

Hal tersebut dipaparkan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Andi Muhammad Arsjad.saat menjadi narasumber dalam Dialog Komunikasi Badan Urusan Legislatif Daerah (BULD) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dalam Rangka Pemantauan dan Evaluasi Peraturan Daerah Tentang Ketahanan Pangan, di Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar, Jumat (19 Januari 2024).

Dalam dialog tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Sulawesi Selatan ini memaparkan strategi dan tantangan ketahanan pangan melalui tema paparan Kebijakan dan Program Strategis Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan.

Di hadapan BULD DPD RI, Arsjad menyampaikan kondisi pangan di Sulsel secara ketersediaan, kebutuhan, dan neraca pangan di Sulsel dalam kapasitas Sulsel sebagai tiga besar terbaik indeks ketahanan pangan nasional.

“Alhamdulillah ketahanan pangan kita di Sulawesi Selatan ini Insya Allah selalu terdepan. Karena, Sulawesi Selatan ini Alhamdulillah menjadi salah satu lumbung pangan yang memberi kontribusi yang cukup besar,” ucapnya.

Dalam materinya, Arsjad mengaku ada beberapa poin yang menjadi tantangan. Seperti faktor krisis pangan dunia, laju pertumbuhan penduduk yang lebih cepat dari laju pertumbuhan pangan, adanya perubahan iklim dan bencana alam, konversi lahan pertanian ke non pertanian, dan adanya konflik negara.

Arsyad juga menyebut faktor lainnya, yakni masih tingginya food lose dan food waste, lambatnya regenerasi petani, ketergantungan impor pangan, dan lambatnya inovasi dan desiminasi teknologi. 

“Kemarin ini kita sama-sama tahu bahwa (badai) Elnino berdampak sekali termasuk kita daerah-daerah sentra (pangan), kekeringan yang cukup panjang ini produksi kita turun sekitar 4 juta ton beras dan sekitar 2 juta ton gabah kering giling. Ini mungkin beberapa hal yang menjadi tantangan yang perlu kita antisipasi juga kedepan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BULD DPD RI Stefanus B.A.N Liow, menjelaskan, keberhasilan Pemerintah Provinsi Sulsel dalam program ketahanan, kedaulatan, dan kemandirian pangan sebagai provinsi tiga besar ketahanan pangan terbaik menjadi alasan BULD untuk melakukan diskusi terkait Pemantauan dan Evaluasi Peraturan Daerah Tentang Ketahanan Pangan.

Dalam kegiatan tersebut, Stefanus bersama rombongan berdialog dengan Pj Sekda Sulsel yang juga Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Sulsel, Pakar Pertanian Unhas, dan Pakar Hukum Akademisi Universitas Hasanuddin untuk menggali data, informasi, dan tindak lanjut tugas BULD.

“Indeks tiga besar ketahanan pangan Sulawesi Selatan menjadi motivasi bagi provinsi lain. Itu yang menjadi salah satu tujuan kami DPD melakukan dialog menggali data, informasi dan tindak lanjut tugas BULD sebagai alat kelengkapan DPD RI melakukan pemantauan evaluasi Raperda dan dan perda terkait ketahanan pangan,” ungkapnya.

Stefanus mengatakan, dari dialog tersebut pihaknya menemukan banyak data dan informasi termasuk bagaimana perlu perbaikan-perbaikan tentang regulasi, baik pusat maupun daerah terkait ketahanan pangan dan mendorong Sulawesi Selatan untuk memperbaiki Perda tentang Ketahanan Pangan.

“Kami juga mendorong pemda untuk memperhatikan juga tata ruang yang berkaitan dengan kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan,” tutupnya.

Turut hadir sebagai narasumber dalam pertemuan tersebut, Pakar Pertanian Unhas Prof Dr Ir Ambo Ala, dan Pakar Hukum Akademisi Universitas Hasanuddin Dr Kadaruddin. (Hms)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Wali Kota Munafri Tinjau Dua Titik Pengungsian Banjir di Biringkanaya, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Di tengah kondisi cuaca yang masih belum bersahabat, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengawali aktivitas paginya dengan menunjukkan kepedulian dan empati mendalam terhadap warga yang terdampak banjir. Orang nomor satu di Kota Makassar itu turun langsung meninjau dua titik lokasi pengungsian di Kelurahan Paccarekkang dan Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, sebagai bentuk kehadiran […]

Read more
Gowa SULSEL

Sidokkes Polres Gowa Gandeng Optik Rizky Makassar Gelar Pemeriksaan Mata Gratis

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Polres Gowa menggelar kegiatan pemeriksaan mata gratis bagi personel Polres Gowa sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan anggota, khususnya kesehatan penglihatan dalam menunjang pelaksanaan tugas sehari-hari. Kegiatan ini berlangsung di Aula Rewako Wira Wicaksana Polres Gowa, Senin (12/1/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Gowa bekerja sama dengan Optik […]

Read more
Makassar SULSEL

BPBD Makassar Sampaikan Update Bencana Hidrometeorologi Akibat Angin Kencang dan Curah Hujan Tinggi

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – BPBD Kota Makassar menyampaikan update kejadian bencana hidrometeorologi yang terjadi akibat angin kencang dan curah hujan tinggi di sejumlah wilayah Kota Makassar per 11 Januari 2026. Berdasarkan laporan hingga Minggu (11 Januari 2026), angin kencang terjadi di 29 titik lokasi yang mengakibatkan pohon tumbang pada sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman warga.Selain […]

Read more