Iqbal Sultan Nilai Komunikasi Cepat Appi Soal Krisis BBM Redam Keresahan Warga

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pengamat komunikasi politik dan pemerintahan sekaligus Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Praktisi dan akademisi Public Reations. Dr. Iqbal Sultan, menilai langkah Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dalam merespons krisis bahan bakar minyak (BBM) sudah tepat.

Menurutnya, persoalan yang awalnya berupa antrean solar bersubsidi bagi kendaraan angkutan dan truk berkembang menjadi krisis publik ketika antrean BBM meluas hingga kendaraan pribadi.

Ia mengatakan, antrean yang berlangsung lebih dari sepekan tidak hanya menimbulkan keresahan karena waktu tunggu yang panjang, tetapi juga mempersempit ruang lalu lintas dan memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan.

“Jadi pada saat krisis terjadi, krisis bahan bakar yang kemudian membuat para pemakai kendaraan pribadi, motor dan roda empat, juga melakukan antrean yang panjang, pada saat itu terjadilah sebenarnya krisis publik,” kata Iqbal.

Respons Pemerintah Harus Lebih Cepat

Iqbal menilai respons pemerintah terhadap persoalan tersebut pada awalnya belum cukup cepat. Menurut dia, keterlambatan komunikasi dapat memperbesar eskalasi krisis karena ruang informasi kemudian diisi berbagai rumor dan narasi negatif.

“Tiga hari berlangsung itu tidak ada tanggapan, bukan tidak ada, mungkin lambat tanggapan pemerintah. Nanti di hari ketiga tiba-tiba turun gubernur, turun wali kota,” ujarnya.

Ia menilai, dalam situasi krisis, pemerintah perlu segera mengendalikan narasi melalui komunikasi yang cepat, terbuka, dan terukur.

“Kalau tidak ada pengendalian narasi, maka yang terjadi adalah eskalasi krisis semakin terbuka. Karena lambatnya komunikasi, kemudian tidak terlalu terbuka pimpinan untuk menyampaikan sesuatu,” kata Iqbal.

Menurutnya, kekosongan informasi dalam situasi krisis berpotensi dimanfaatkan pihak lain untuk menyebarkan informasi yang tidak benar dan memperbesar keresahan masyarakat.

“Begitu dia membuat satu keputusan tentang apa yang harus dilakukan di esok harinya, maka sebenarnya dia menutup celah untuk berkembangnya narasi negatif,” ujarnya.

Puji Langkah Cepat Munafri

Iqbal memberikan apresiasi terhadap langkah Munafri yang turun langsung memantau kondisi di lapangan dan mengambil langkah untuk merespons antrean BBM.

Ia menilai, keputusan tersebut menunjukkan adanya komunikasi krisis yang proaktif dari pemerintah daerah.

“Inilah seorang pimpinan yang sungguh-sungguh memahami tentang krisis publik. Dia memanajemen komunikasi krisisnya. Dia tidak sekadar turun langsung, tetapi dia melakukan langkah-langkah proaktif,” katanya.

Menurut Iqbal, komunikasi cepat yang dilakukan pemimpin memiliki fungsi penting untuk menjaga kepercayaan dan reputasi pemerintah di mata masyarakat.

“Nah, apa yang dilakukan oleh Pak Wali ini adalah mencegah eskalasi krisis ini. Cepat sekali dia membuat satu keputusan melalui rapat dinasnya dan kemudian mengedarkan surat edaran,” ujarnya.

Diketahui Pemkot Makassar telah mengeluarkan edaran sekolah daring untuk PAUD, SD, Hingga SMP dan telah memberlakukan WFH bagi Pegawai

Ia menilai langkah tersebut dapat mencegah berkembangnya krisis kepercayaan yang lebih besar terhadap pemerintah.

“Dia menjaga kepercayaan dan reputasi. Pak Wali saat itu sebenarnya menjaga kepercayaan dan reputasinya dari masyarakatnya,” kata Iqbal.

Minta Maaf Bukan Berarti Mengaku Bersalah

Meski mengapresiasi respons Munafri, Iqbal menyarankan agar wali kota tetap mempertimbangkan penyampaian permintaan maaf kepada masyarakat sebagai bagian dari strategi komunikasi krisis.

Menurutnya, permintaan maaf dari seorang pemimpin tidak selalu berarti mengakui kesalahan. Dalam konteks krisis publik, permintaan maaf dapat menjadi bentuk pengambilan tanggung jawab untuk meredakan tekanan masyarakat.

“Seandainya Wali Kota cepat melakukan permintaan maaf, ‘mohon maaf’ yang tulus, dan melakukan perbaikan langkah-langkah yang transparan yang bisa mengurangi tekanan publik, itu akan menjadi langkah yang baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemimpin tidak harus menjadi pihak yang secara langsung menyebabkan masalah untuk menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.

“Minta maaf itu dalam krisis publik bukan sesuatu yang tabu dan bukan berarti ‘saya bukan yang bersalah, kenapa saya minta maaf?’ Bukan itu. Artinya dia mengambil tanggung jawab,” kata Iqbal.

Menurutnya, sikap tersebut justru dapat menunjukkan kepemimpinan dan memperkuat kepercayaan publik.

Komunikasi Humanis Perlu Dipertahankan

Iqbal juga mengapresiasi pendekatan Munafri ketika turun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan masyarakat maupun pihak terkait.

Ia menilai komunikasi secara langsung dan manusiawi dapat membantu mengendalikan emosi publik yang meningkat akibat antrean dan kelangkaan BBM.

“Dia lebih datang ke korban itu. Dia berani datang dan dia tahu ini pasti ada yang meneriakkan dia. Walaupun bukan dia yang bersalah, ujarnya.

Menurut Iqbal, cara pemimpin berinteraksi langsung dengan masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam pengendalian krisis.

“Dia menepuk-nepuk, dia bertanya bagaimana. Itu pengendalian emosional yang bagus sekali dari Pak Wali,” katanya.

Namun, ia mengingatkan agar komunikasi publik tersebut tidak berhenti setelah situasi mulai terkendali. Pemerintah harus terus memberikan informasi dan memastikan proses pemulihan berjalan hingga kondisi benar-benar normal.

Perlu Percepat Pemulihan Pascakrisis

Iqbal mengatakan, setelah mengambil langkah darurat, pemerintah perlu masuk ke tahap pemulihan pascakrisis. Komunikasi publik harus terus dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan memulihkan hubungan dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Dia harus tetap memberikan terus-menerus perhatian. Jangan hanya berhenti sampai di sini saja. ‘Oh, saya berhasil,’ lalu kemudian dia berhenti. Tidak,” ungkap Dosen Departemen Ilmu Komunikasi Unhas tersebut

Ia menilai, pemerintah perlu memastikan komunikasi yang konsisten agar masyarakat mengetahui perkembangan penanganan persoalan BBM dan langkah-langkah yang dilakukan pemerintah.

“Dia harus tetap mengembalikan kepercayaan publik, memulihkan hubungan dengan pemangku kepentingan, dan membangun kesiapan ke depan,” ujar Iqbal.

Iqbal menilai, keberhasilan pemerintah dalam menangani krisis tidak hanya diukur dari keputusan yang diambil saat situasi memuncak, tetapi juga dari kemampuan mengendalikan komunikasi, meredam keresahan, serta mempercepat pemulihan setelah krisis. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar Olahraga SULSEL

PBPI Kota Makassar Mengapresiasi Timas AAS Padel Team 2026 Bertanding di Liga Padel Indonesia

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Makassar mengapresiasi sekaligus mendukung Timas AAS Padel Team 2026 bertanding di Liga Padel Indonesia. Demikian disampaikan Ketua PBPI Makassar, Andi Odhika Cakra Satriawan saat menghadiri peluncuran tim dan jersey AAS Padel Team 2026 di eks Hotel Pantai Gapura Makassar, Minggu (4/10/2026) malam. Turut hadir dalam kegiatan […]

Read more
Gowa SULSEL TNI / POLRI

Perkuat Kesiapan Operasional, Kapolresta Gowa Ikuti Vicon Astamaops Kapolri

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Kesiapan operasional kepolisian menjadi bagian penting dalam memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat. Untuk memperkuat hal tersebut, Polresta Gowa mengikuti Video Conference (Vicon) Astamaops Kapolri dalam rangka kesiapan pergelaran operasional kepolisian mewujudkan polisi bersama masyarakat, Senin (5/10/2026). Kegiatan digelar dari Ruang Vicon Kapolresta Gowa dan diikuti langsung Kapolresta Gowa Kombes Pol. Dr. […]

Read more
Makassar SULSEL TNI / POLRI

Dankodaeral VI Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Makassar, Tekankan Profesionalisme dan Jaga Kepercayaan Rakyat

MAKASSAR, EDELWEISNEWS – Komandan Kodaeral VI (Dankodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 Wilayah Makassar. Upacara yang berlangsung khidmat ini digelar di Lapangan Upacara M. Jusuf Makodam XIV/Hasanuddin, Senin (5/10/2026). Peringatan HUT ke-81 […]

Read more