Jelang Mutasi, Pemkot Makassar Isyaratkan Pejabat Bersiap Terima Kejutan

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat pelantikan Sekretaris Daerah Kota Makassar di Ruang Sipakatau, Balaikota Makassar Jalan Jenderal Ahmad Yani, Rabu (28/5/2025). (Dok : Yuli/edelweis)

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin telah menyelesaikan pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekretaris Daerah Kota Makassar. A .Zulkifly Nanda telah resmi menduduki posisi Sekda Makassar, setelah dilantik pada Rabu (28/5/2025). 

Usai pengisian Sekda selesai, Wali Kota Makassar tersebut akan memulai penataan birokrasi di seluruh jabatan struktural Pemkot Makassar. Dimulai dari pejabat eselon II yang menempati posisi asisten, staf ahli, hingga kepala dinas.

Munafri telah mengisyaratkan hal itu dalam prosesi pelantikan Andi Zulkifly Nanda sebagai Sekda Makassar. 

Munafri menegaskan agar semua pejabat bersiap menerima kejutan pada proses penataan ini. 

“Karena posisi sentral ini sudah kita selesaikan, setelah itu akan bergeser ke teman-teman SKPD, persiapkan jantung yang kuat untuk ini,” ucap Appi sambil berkelakar.

“Saya biasa bilang dalam struktur seperti ini baik di perusahaan maupun tata kelola pemerintahan, bibir tersenyum tapi hati menangis,” sambung Munafri disertai tawa. 

Diketahui, 34 pejabat eselon II lingkup Pemerintah Kota Makassar telah mengikuti job fit pada tanggal 23-24 April lalu.

Hasil job fit tersebut telah dikirim ke Badan Kepegawaian Negara (BKN), Pemkot Makassar masih menunggu rekomendasi dari BKN.  Setelah itu, akan bersurat ke Gubernur untuk meminta persetujuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk melakukan mutasi/rotasi.

“Kalau prosesnya cepat, kita juga bisa lakukan pelantikan secepatnya, tapi kan kita tunggu dari pusat dulu,” ujar Munafri. 

Diketahui, ada sembilan jabatan yang lowong di Pemkot Makassar sekarang ini.  Antara lain Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB).

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Direktur RSUD Makassar, dan Bappeda. 

Kata Munafri posisi diatas bisa saja terisi usai mutasi, jika ada pejabat yang dianggap punya kompetensi untuk memimpin di OPD tersebut maka akan ditempatkan. 

“Nantinya akan tetap ada 9 jabatan OPD yang lowong pasca mutasi. Itulah yang akan diajukan ke Kementerian Dalam Negeri untuk meminta persetujuan seleksi terbuka atau lelang jabatan,” pungkas Appi. (*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Disaksikan Menteri LH : Proyek PSEL di TPA Antang, Jadi Solusi Sampah Resmi Dimulai

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Wali Kota Makassar bersama Bupati Gowa dan Bupati Maros resmi menandatangani perjanjian kerja sama atau PKS penyelenggaraan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) bersama Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel). Penandatangan kolaborasi lintas daerah tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, di Rumah Jabatan […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Makassar Tekankan Toleransi sebagai Kekuatan Pembangunan di Dharma Santi Nyepi

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menghadiri Dharma Santi Perayaan Hari Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 Masehi yang digelar di Hotel Harper Makassar, Jumat malam (3/04/2026). Kegiatan turut dihadiri Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, serta Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, bersama unsur Forkopimda Sulawesi Selatan. Pada acara tersebut, Munafri […]

Read more
Makassar SULSEL

Tak Kenal Libur, Wali Kota Makassar Pimpin Rapat Strategis Tangani Sampah

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Pemerintah Kota Makassar dibawa kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin seakan tak mengenal hari libur. Di saat sebagian besar instansi memilih rehat sejenak, sosok yang akrab disapa Appi justru memanfaatkan waktu tersebut untuk memastikan berbagai persoalan kota tetap tertangani secara serius dan terukur. Fokusnya jelas, tidak memberi ruang bagi masalah menumpuk, melainkan diselesaikan […]

Read more