JMSI Sulsel Hadirkan Ketua KPI Pusat Bincang-Bincang Revisi UU Penyiaran

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Revisi Rancangan Undang-Undang tentang Penyiaran menjadi perhatian serius Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia Sulawesi Selatan atau JMSI Sulsel.

JMSI Sulsel pun mengundang khusus Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Hasrul Hasan, mendiskusikan isu-isu aktual RUU tentang perubahan ketiga UU nomor 32 tahun 2002 tersebut.

Hasrul Hasan hadir langsung di Kantor JMSI Sulsel, Jalan Andi Pangerang Pettarani, Kota Makassar, Jumat (2/10/2026) malam. Hampir dua jam bincang-bincang santai tersebut berlangsung.

Di markas JMSI Sulsel, Hasrul Hasan menjelaskan revisi RUU Penyiaran sudah masuk untuk tahap Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) di DPR RI. Ia menyebut, RUU ini bukan barang baru.

“Rencana revisi Undang-Undang Penyiaran ini sudah lama diusulkan. Sudah lama masuk Prolegnas. Tahun ini sudah disepakati paripurna DPR RI di awal September lalu. Saat ini masuk tahap 2 pembahasan dengan Pemerintah dan mengumpulkan DIM dari stakeholder terkait,” ujar Hasrul Hasan dalam diskusi lepas.

Mantan Ketua KPID Sulsel itu mengakui, revisi UU Penyiaran menuai pro dan kontra dari kalangan akademisi maupun praktisi penyiaran.

Apalagi dalam draf RUU Penyiaran teranyar ini, ada pasal yang bakal mengatur pengawasan terhadap konten digital di media sosial.

Maka dari itu, Hasrul Hasan menyebut momen bersama JMSI Sulsel menjadi ruang untuk menyerap berbagai masukan Revisi UU Penyiaran.

“Makanya kita terus mendengar beragam masukan, agar nantinya Undang-Undang ini bisa disempurnakan dan diharmonisasikan dengan aturan lain, khususnya terkait pers,” kata Hasrul.

Ketua JMSI Sulsel Ilham Husein mengapresiasi kehadiran ketua KPI Pusat untuk berbagi pengetahuan tentang Revisi UU Penyiaran.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pak ketua yang sudah hadir. Bincang-bincang santai ini juga jadi wadah silaturahmi antara JMSI Sulsel dengan bung Hasrul yang tidak lain putra daerah dan mantan jurnalis telivisi di Kota Makassar,” kata Ilham Husein.

Menurutnya, JMSI yang mewadahi perusahaan media online, punya kepentingan agar RUU ini tidak membatasi dan atau menghambat aktifitas produksi karya jurnalistik.

“Bagi kami, lembaga penyiaran dan perusahaan media siber selalu beriringan dalam menjaga industri ini tetap hidup di era distrupsi informasi,” pungkas Ilham Husein.

Bincang-bincang santai ini juga dihadiri Sekretaris JMSI Sulsel, Haeruddin bersama sejumlah pimpinan media siber di Kota Makassar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Di Forum Makassar Leadership Summit, Munafri : Event Harus Berdampak Nyata Bagi Ekonomi Masyarakat

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi menekankan pentingnya setiap event berskala besar yang digelar di Kota Makassar mampu memberikan dampak ekonomi secara masif bagi masyarakat. Menurut Appi, kehadiran ribuan peserta dari luar daerah bukan sekadar meningkatkan aktivitas sebuah acara, tetapi harus menciptakan efek berantai bagi sektor pariwisata, perhotelan, UMKM, kuliner hingga […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Appi Minta Tripartit Rutin Duduk Bersama Tiap Bulan, Bahas Upah Pekerja

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menyampaikan gagasan penting forum Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit dan Dewan Pengupahan Kota Makassar digelar secara rutin setiap bulan. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang penting untuk mempertemukan pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam membahas sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan secara bersama-sama terkait nasib buruh. “Kalau kita […]

Read more
Makassar SULSEL

Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, RSUD Daya Siapkan 24 Layanan Kompetensi

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Kota Makassar dipercaya menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) nasional dalam pelaksanaan reformasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Reformasi tersebut mencakup penerapan Sistem Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP), Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), serta sistem pembayaran berbasis Indonesian Diagnosis Related Group (IDRG). Sebagai salah satu rumah sakit yang dipersiapkan mendukung implementasi kebijakan […]

Read more