Kantor Digembok, Kadis Perpustakaan Makassar Terima Tokoh Masyarakat di Teras

MAKASSAR, EDELWEISNEWS COM – Kadis Perpustakaan Kota Makassar, Tenri A. Palallo menerima tokoh masyarakat Kerung-Kerung H. Ruba, Andi Sewang dan Cakra di teras Kantor Perpustakaan, Jumat (27/1/2023). Mereka terpaksa diterima di teras kantor, karena sudah sepekan ini CV. Era Mustika atau penyedia menggembok kantor, karena protes atas belum terjadinya pembayaran termen ketiga, sesuai bobot pekerjaan, 91,88 persen.

Dalam pertemuan ini, H. Ruba menyebutkan, selama Kantor Perpustakaan tidak beroperasi atau disegel Jumat pekan lalu, sejak itu pula anak-anak yang selama ini bersekolah dengan program Makassar Massikola tidak berjalan, layanan membaca, belajar mengaji serta makan siang bersama tidak terpenuhi.

“Kita buka ini kantor, ini kantor pemerintah, tidak boleh ada yang berperilaku seolah-olah jagoan. Ini kampung saya, kami merasa terganggu,” kata H. Ruba.

Menurutnya, urusan pembayaran tidak berkaitan dengan kantor. “Ini kantor harus dibuka,” jelasnya.

Tenri A. Palallo menyampaikan terimakasih atas perhatian ini. Tenri menyebut apa yang dirasakan masyarakat Kerung-Kerung juga dirasakannya.

“Saya juga protes keras, saya merasa kecewa sekali, karena penyedia ini memaksakan kehendak,” kata Tenri.

Untuk itu, Tenri mengaku telah menyampaikan laporan resmi ke Polrestabes Makassar.

Tenri mengatakan, semua layanan tidak berjalan, ini yang kedua kalinya.

Sebelumnya penyedia juga menggembok, dibuka oleh Satpol PP disaksikan polisi. Dinas Perpustakaan tidak membuat laporan resmi, penggembokan kedua Dinas Perpustakaan telah melaporkan.

Tentang belum terjadinya pembayaran, Tenri menjelaskan, pada akhir tahun penyedia memaksa membuat kwitasi pembayaran, walau tanpa reviuw inspektorat. Berulangkali dijelaskan bahwa untuk pencairan reviuw adalah syarat mutlak, hingga akhirnya penyedia menggiring ke Resmob Polda Sulsel membuat pernyataan membayar.

“Sesungguhnya cara-cara ini tidak lasim, tapi saya ini pelayan masyarakat yang menjunjung tinggi hak personal. Saya ingin buktikan bahwa urusan membayar itu, bukan perkara saya saja, system yang bekerja dan memiliki keterkaitan satu sama lainnya,” tutur Tenri.

Dua hari lalu, Tenri telah bersurat ke penyedia, seputar perkembangan untuk pembayaran termin ketiga yang diharapkan hasil. Konsultasi Inspektorat Kota Makassar ke Inspektoral Jenderal Kemendagri, yang intinya menyebutkan karena Gedung Perpustakaan dalam proses penyelidikan, maka sesuai Standar Audit Intern Pemerintah (AAIPIP) harus mempertimbangkan pihak eksternal dan internal untuk memastikan cakupan pengawasan yang memadai.

“Perpustakaan dalam proses penyelidikan Kajari. Berkali-kali dijelaskan, penyedia tidak puas,” pungkas Tenri.

Penulis : Abd Naris Agam

Editor. : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Haji Makassar SULSEL

Bersama Menhaj RI, Munafri Sambut Jemaah Haji Kloter 17 Debarkasi Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendampingi Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyambut kepulangan Jemaah Haji Kloter 17 Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Sudiang, Minggu (14/6/2026). Kloter 17 terdiri atas jemaah asal Kota Makassar, Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Bone. Ratusan jemaah diterima secara resmi dirangkaikan dengan prosesi […]

Read more
Gowa SULSEL

Wujudkan Suasana Kondusif, Unit Turjawali 1 Samapta Polres Gowa Laksanakan Patroli Humanis ke Gereja

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, Unit Turjawali 1 Satuan Samapta Polres Gowa melaksanakan patroli kota dengan menyambangi sejumlah gereja di wilayah Kabupaten Gowa, Minggu (14/6/2026). Kegiatan ini sebagai langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Kegiatan patroli tersebut dilakukan secara humanis dengan mengedepankan dialog dan pendekatan persuasif […]

Read more
Bulukumba SULSEL

Melihat Indonesia dari Jejak Kekerasan yang Terus Diwariskan

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Di negeri yang gemar merayakan slogan persatuan, kekerasan sering kali hadir sebagai bahasa yang paling fasih digunakan. Ia muncul dalam berbagai bentuk. Kadang berupa pukulan yang terlihat jelas. Kadang menjelma menjadi kebijakan, stigma, penggusuran, pembungkaman, hingga ketimpangan yang dibiarkan tumbuh tanpa pertanyaan. Indonesia hari ini sedang mempertontonkan banyak wajah kekerasan. Sebagian berlangsung […]

Read more