Kecelakaan Maut di Poros Malino, Kasat Lantas Polresta Gowa Pimpin Gelar Perkara Penetapan Tersangka

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa Mustafa Dg Ngasi di Jalan Poros Malino, tepatnya di depan Kampus Unhas, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, kini memasuki tahapan penting dalam proses penyidikan.

Untuk menentukan arah penanganan perkara sekaligus memastikan terpenuhinya unsur pidana, Kasat Lantas Polresta Gowa AKP Hasan Fadhlyh, S.H., memimpin rapat gelar perkara di ruang Unit Laka Lantas Polresta Gowa, Selasa (8/9/2026).

Gelar perkara tersebut berkaitan dengan Laporan Polisi Nomor: LP/459/VII/2026/LANTAS, tanggal 12 juli 2026. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah penetapan tersangka (TSK) dalam perkara kecelakaan yang berujung pada meninggalnya Mustafa Dg Ngasi.

Dalam gelar perkara, penyidik memaparkan hasil penyelidikan dan penyidikan yang telah dilakukan, termasuk fakta-fakta yang ditemukan berkaitan dengan peristiwa kecelakaan tersebut. Setiap fakta kemudian dianalisis untuk melihat keterkaitannya dengan unsur tindak pidana serta alat bukti yang telah dikumpulkan.

Kematian Mustafa Dg Ngasi menjadi titik penting dalam perkara ini. Karena itu, penanganannya tidak berhenti pada rekonstruksi peristiwa kecelakaan semata, tetapi harus mampu menjawab secara terang bagaimana peristiwa tersebut terjadi, siapa yang bertanggung jawab secara hukum, serta apakah seluruh unsur pidana telah terpenuhi.

Kasat Lantas Polresta Gowa AKP Hasan Fadhlyh menegaskan, proses penetapan tersangka tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui mekanisme hukum berdasarkan fakta dan alat bukti yang sah.

“Penetapan tersangka harus berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh dalam proses penyidikan. Gelar perkara ini untuk memastikan seluruh fakta dianalisis secara objektif dan menentukan langkah hukum selanjutnya,” tegas AKP Hasan Fadhlyh.

Menurutnya, gelar perkara juga menjadi momentum untuk mengevaluasi seluruh rangkaian penyidikan sehingga tidak ada fakta penting yang terlewat. Penyidik akan memastikan setiap keterangan, alat bukti maupun fakta di lapangan memiliki keterkaitan yang jelas dengan perkara.

Nyawa yang hilang tidak dapat dikembalikan. Namun kepastian hukum harus tetap diberikan. Karena itu, Satlantas Polresta Gowa memastikan proses penyidikan terhadap perkara tersebut dilakukan secara profesional, transparan dan akuntabel.

Hasil gelar perkara selanjutnya menjadi dasar bagi penyidik untuk menentukan langkah penyidikan berikutnya, termasuk apabila berdasarkan hasil analisis fakta dan alat bukti telah terpenuhi syarat untuk menetapkan pihak yang bertanggung jawab sebagai tersangka.

Polresta Gowa juga menegaskan bahwa seluruh proses penanganan perkara tetap mengedepankan ketentuan hukum dan asas praduga tak bersalah, hingga perkara tersebut memperoleh kekuatan hukum tetap. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Menulis Sejarah Rakyat sebagai Sebuah Gerakan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – “Sejarah itu bukan hanya yang ada di buku-buku pelajaran, yang kita pelajari di kampus dan sekolah. Namun juga kisah orang-orang biasa, yang ditulis berdasarkan pengalaman dan ingatannya,” jelas Ferdhiyadi, salah seorang Tim Historiografi Rakyat. Ferdhy, begitu dosen Sosiologi UNM itu akrab disapa, berbicara dalam kegiatan Bincang Buku Historiografi Rakyat: Tanah, Tubuh, dan […]

Read more
Gowa SULSEL

Mahasiswa UKM Seni Budaya Ihya ITBA Al Gazali Barru Gelar Workshop Lukis di Ruang Belajar Bantaran Jekneberang

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Mahasiswa administrasi publik yang biasanya mengkaji birokrasi, dan bagaimana lembaga negara bekerja secara efisien, transparan, dan akuntabel, ternyata juga punya potensi seni yang besar. Begitulah yang tampak pada sejumlah mahasiswa Jurusan Administrasi Publik yang mengikuti Workshop Lukis, di Ruang Belajar Bantaran, Kampung Kaledupaya, Desa Taeng, Kabupaten Gowa, 16-18 Oktober 2026. Mereka tergabung […]

Read more
Makassar SULSEL

Makassar Kian Tak Aman, JMSI Desak Evaluasi Kinerja Kapolrestabes

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Maraknya perang kelompok dan kejahatan jalanan di Kota Makassar menuai kritik Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi Selatan. Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) dan Polrestabes Makassar didesak mengevaluasi efektivitas pengamanan karena konflik yang berulang membuat warga khawatir terhadap kondisi keamanan. Ketua JMSI Sulsel, Ilham Husen, menilai berulangnya bentrokan menunjukkan perlunya pembenahan […]

Read more