Legislator Gerindra Anggi Arando Siregar Suarakan Keluhan Warga Tanah Merah, Lapangan Bola Berubah Jadi Danau

JAKARTA, EDELWEISNEWS.COM – Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Gerindra, Anggi Arando Siregar, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mencari solusi atas kondisi lapangan sepak bola di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, yang kini berubah menjadi genangan menyerupai danau kecil.

Menurutnya, kondisi tersebut telah menghilangkan ruang aktivitas warga sekaligus berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan dan sosial di lingkungan sekitar.

Hal itu disampaikan Anggi saat rapat bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Selasa (7 Juli 2026). Arando menjelaskan, bahwa lapangan tersebut dulunya menjadi pusat kegiatan olahraga masyarakat, terutama anak-anak dan pemuda di kawasan Tanah Merah.

“Jadi tadi saya menanyakan ke Pak Kadis Pemuda dan Olahraga mengenai Tanah Merah di Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara. Dulu lapangan ini sering digunakan warga dan anak-anak untuk berolahraga,” ujar Anggi Arando saat menyampaikan aspirasi warga di daerah pemilihannya.

Kader dari Partai Gerindra ini menjelaskan, status lahan yang dimiliki Pertamina memang membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak dapat melakukan pembangunan secara langsung. Namun, menurutnya, pada 2021 pemerintah daerah berhasil membangun akses jalan setelah melakukan komunikasi dengan pihak pemilik lahan.

“Yang kita ketahui Tanah Merah tidak bisa dibangun oleh Pemprov karena status tanahnya milik Pertamina. Tetapi pada tahun 2021 pembangunan jalan bisa terlaksana, kemungkinan karena adanya komunikasi dengan Pertamina,” cerita Anggi Arando.

Dia mengungkapkan, tahun 2017 lapangan kobra sudah banjir, pemda saat itu merencanakan pembangunan fasilitas umum yang ada di RW 09. Direncanakan akses jalan dan lapangan. Alhamdulillah jalan tersebut ditinggikan tapi lapangan belum diperbaiki. aliran air hujan justru mengarah ke titik terendah yaitu lapangan kobra sehingga lama-kelamaan berubah menjadi kolam besar. Kondisi itu, kata dia, dikeluhkan masyarakat karena lapangan yang sebelumnya menjadi sarana olahraga kini tidak lagi dapat dimanfaatkan.

“Sekarang yang terjadi pada tahun 2026, berdasarkan aduan dari masyarakat, lapangan tersebut sudah menjadi kolam atau danau karena aliran air yang tidak ditangani pemerintah. Sejak jalan ditinggikan pada 2020, setiap hujan air mengalir ke lapangan itu,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Anggi Arando juga menyinggung perubahan nama kawasan Tanah Merah menjadi “Tanah Harapan” yang dilakukan Pramono Anum Gubernur Jakarta. Menurutnya, perubahan nama tersebut harus diikuti dengan langkah nyata yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya sampaikan, jangan sampai pergantian nama menjadi Tanah Harapan hanya memberi harapan palsu kepada warga. Saya berharap pemerintah daerah tidak hanya mengganti nama, tetapi juga mewujudkan harapan masyarakat melalui solusi yang nyata,” tegasnya.

Politisi Muda Partai Gerindra itu menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap memiliki tanggung jawab moral untuk membantu masyarakat meskipun lahan tersebut bukan aset pemerintah daerah. Ia mendorong Pemprov membangun komunikasi dengan Pertamina agar lapangan dapat dipulihkan dan kembali menjadi fasilitas olahraga bagi warga.

“Walaupun status tanahnya milik Pertamina, Pemprov harus memberikan perhatian kepada warganya. Bangun komunikasi dengan pihak Pertamina Agar asset bisa terawat, tidak merusak lingkungan dan lapangan kembali menjadi fasilitas olahraga bagi masyarakat,” katanya.

Menurutnya, keberadaan lapangan olahraga memiliki manfaat besar bagi lingkungan. Selain menjadi ruang aktivitas positif bagi anak-anak dan pemuda sehingga dapat mengurangi potensi tawuran, lapangan yang berfungsi dengan baik juga dapat mencegah munculnya genangan air yang menjadi tempat berkembangnya sampah dan nyamuk penyebab penyakit.

“Manfaatnya agar ada kegiatan positif bagi warga dan anak-anak, sehingga mereka memiliki ruang berolahraga dan berkumpul. Selain itu, jika genangan air dihilangkan, lingkungan akan lebih bersih, tidak ada sampah menumpuk, tidak menjadi sarang nyamuk, dan masyarakat terhindar dari berbagai penyakit,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jakarta Makassar

Dari Cora’ La’ba hingga Sarung Basah, Dekranasda Makassar Bawa Ragam Kriya ke INACRAFT 2026

JAKARTA, EDELWEISNEWS.COM — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar membawa beragam produk wastra dan kriya lokal pada INACRAFT October Vol. 5 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 7–11 Oktober 2026. Produk yang dibawa cukup beragam. Selain Baju Bodo dan sarung, Dekranasda Makassar juga menghadirkan kain Lagosi, Cora’ La’ba, Walidah, Sarung […]

Read more
Jakarta SULSEL TNI / POLRI

Kapolri Lantik Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin sebagai Kapolda Sulsel, Gantikan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro

JAKARTA, EDELWEISNEWS.COM – Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si resmi melantik Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan, menggantikan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H. Pelantikan tersebut berlangsung di Aula Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (3/10/2026), dalam rangkaian upacara serah terima […]

Read more
Jakarta TNI / POLRI

Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

JAKARTA, EDELWEISNEWS.COM – Polri melakukan mutasi terhadap 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Mutasi tersebut mencakup sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri hingga kewilayahan. Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, mutasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk menjaga […]

Read more