Masyarakat Senang Jalur Kereta Api Lintasi Maros, Namun Masih Terkendala Pembebasan Lahan

MAROS, EDELWEISNEWS.COM – Kehadiran jalur rel kereta api merupakan infrastruktur proyek nasional yang diprogramkan oleh pemerintah, untuk provinsi Sulawesi Selatan. Jalurnya berada di Kabupaten Maros – Kota Parepare. Ini merupakan suatu kebanggaan bagi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat Desa Makrumppa, Kecamatan Maruso, Kabupaten Maros.

Namun proses pembangunan rel kereta api tersebut, kembali mengalami hambatan klasik, terdapat sejumlah warga yang enggan lahannya dibebaskan untuk dijadikan jalur rel kereta api.

Menurut Kepala Desa Marumpa, Bakri S kepada wartawan, bahwa masih ada warga yang menolak harga yang diberikan oleh pihak pemerintah. Seperti diungkapkan, Kamis, (16/12/2021).

Berdasarkan data, masih terdapat lahan di Desa Marumpa, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros yang oleh pemiliknya enggan dibebaskan untuk dijadikan jalur rel kereta api tersebut. Padahal sejauh ini proses pembebasan lahan proyek rel kereta api di Kabupaten Maros telah mencapai 99 persen.

Harga pembebasan yang diberikan pun sudah jauh di atas Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Namun ada warga yang masih memanfaatkan moment tersebut untuk kepentingan pribadinya, dengan mengharapkan keuntungan di luar dari logika, padahal masyarakat sudah sangat menantikan adanya transportasi KA di Sulsel ini.

Beberapa informasi yang diterima dari warga, bahwa ada oknum Purnawirawan Polri dengan inisial AKBP Purn JM yang memanfaatkan moment pembebasan lahan tersebut untuk mendapatkan keuntungan di luar dari kewajaran. Padahal areal pembangunan yang akan digunakan untuk rel KA di lahannya hanya sepanjang 50 meter saja.

Bakri berharap agar TNI dan Polri terlibat dalam proses pembebasan lahan ini, agar progres pembebasan lahannya bisa lebih mudah.

“Kami sudah berharap agar proyek rel kereta api bisa segera rampung, karena ini untuk kepentingan fasilitas umum. Sudah seharusnya kepentingan pribadi bisa dikorbankan. Apalagi pemerintah sudah memberikan penggantian dengan harga di atas harga pasar. Dalam arti benar-benar ganti untung bukan ganti rugi. Jangan hanya karena satu atau dua warga saja yang menolak harga lahan sehingga proyek ini jadi terkendala,” ungkapnya.

Camat Marusu, Suwardi juga berharap agar proyek kereta api di Sulawesi Selatan ini bisa segera rampung agar masyarakat bisa mendapatkan manfaat.

“Kereta api ini juga sudah menjadi impian warga Sulsel, agar mereka bisa merasakan apa yang telah dinikmati oleh warga di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera,” ucapnya.

“Kami berharap TNI Polri bisa sama-sama menyukseskan pembangunan proyek rel kereta api ini, karena kereta api sudah sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat kami,” sambungnya.

Dia pun mengakui bahwa ada warganya yang enggan dibebaskab lahannya, lantaran merasa harga yang telah ditetapkan terlalu murah, padahal menurut Suwardi harga itu telah ditentukan oleh tim parsial berdasarkan hitungan yang ada.

“Harga itu bukan kami yang tentukan, itu dari pemerintah pusat, jadi kalau ada perubahan atau seperti apa itu bukan wewenang kami, yang jelas kami berharap progres pembangunan ini jangan mandeg,” harapnya.

Di tempat yang berbeda, Kepala Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan, Andi Ammana Gappa mengatakan, bahwa progres pembebasan lahan rel kereta api hanya tersisa 3,5 kilometer saja. Pihaknya pun mengaku optimistis mampu menyelesaikan melalui pendekatan persuasif dan edukatif.

“Ini yang memang masih perlu terus disosialisasikan dan diedukasi kepada masyarakat, terkhusus pemilik lahan. Harus disadari bahwa keberadaan proyek KA di Sulsel ini akan berimplikasi positif bagi masyarakat maupun daerah, termasuk dari aspek perekonomian,” terangnya.

“Kami berharap proses pembangunan ini tak mendapat hambatan, terutama masalah pembebasan lahan. Jika proyek kereta api ini rampung akan memberikan implikasi positif bagi seluruh warga di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

“Akan ada multiplier effect bagi masyarakat  sekitar jalur dan stasiun maupun daerah, tidak cuma menunjang mobilitas masyarakat, tapi juga dapat menunjang sektor logistik dan pariwisata. Belum lagi bisa menyerap tenaga kerja lokal dan mendorong pemulihan ekonomi daerah dan Nasional,” pungkasnya.

Penulis : Edy

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gowa SULSEL

Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Polresta Gowa : Terus Tegakkan Hukum dengan Profesional dan Humanis

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Keluarga Besar Polresta Gowa menyampaikan ucapan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-66 yang diperingati pada Rabu 22 Juli 2026. Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan kepada seluruh insan Adhyaksa yang terus mengabdikan diri dalam penegakan hukum serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Mengusung tema “Jaksa Profesional, Berintegritas, dan Humanis dalam Menegakkan […]

Read more
Makassar SULSEL

36 Klub Terverifikasi, RMS Tegaskan Penjaringan Ketua IMI Sulsel Sesuai Mekanisme, Semua Berhak Maju

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Sekretaris IMI Sulawesi Selatan, Taqwa Gaffar melaporkan kepada Ketua IMI Sulsel, Rusdi Masse (RMS) hasil verifikasi peserta Musyawarah Provinsi (Musprov) yang dilakukan bersama IMI Pusat di Jakarta. Berdasarkan hasil verifikasi per 21 Juli 2026, sebanyak 36 klub dinyatakan terverifikasi oleh IMI Pusat dan berhak menjadi peserta sekaligus pemilik hak suara dalam Musprov […]

Read more
Makassar SULSEL TNI / POLRI

Terkait Penanganan Laka Laut KM Nurul Salsa di Perairan Selayar, Biddokkes Polda Sulsel Gelar Konferensi Pers

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Polda Sulawesi Selatan melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) menggelar konferensi pers terkait penanganan kecelakaan laut KM Nurul Salsa yang terjadi di perairan Kepulauan Selayar. Kegiatan tersebut berlangsung di Biddokkes Polda Sulsel pada Rabu (22/7/2026). Konferensi pers dipimpin oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H didampingi Kabiddokkes Polda […]

Read more