JAKARTA, EDELWEISNEWS.COM – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, menjadi momentum penting bagi konsolidasi besar kaum pekerja di Indonesia. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di tengah ratusan ribu buruh menjadi simbol kuat keberpihakan pemerintah terhadap pekerja.
Tak sekadar seremoni, peringatan May Day tahun ini menghadirkan suasana berbeda. Buruh tidak lagi berhadap-hadapan dengan aparat dalam menyampaikan aspirasi, melainkan berdialog langsung dengan pemerintah. Presiden hadir, mendengar, bahkan merespons tuntutan yang disampaikan para pekerja.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DKI Jakarta, Setyoko, menilai kepemimpinan Prabowo telah membuka ruang baru bagi persatuan buruh dalam satu panggung bersama pemerintah.
“Prabowo the real presidennya kaum buruh,” ujarnya, Sabtu, (2/5/2026).
Menurutnya, momentum May Day 2026 menunjukkan seluruh elemen buruh dapat bersatu dalam suasana yang lebih kondusif. Ia bahkan menilai Indonesia kini menjadi salah satu dari sedikit negara yang merayakan Hari Buruh bersama pemerintah.
“Bersatunya kaum buruh di pemerintahan Prabowo, seluruh organisasi buruh hadir bersama merayakan May Day. Prabowo 1 dari 3 presiden yang merayakan hari buruh internasional Pertama Venezuela, kedua Bolivia, ketiga Indonesia yang mau merayakan hari buruh dengan buruh,” katanya.
Setyoko menambahkan, kehadiran Presiden dalam peringatan Hari Buruh bukan sekadar simbol, tetapi juga bentuk komitmen nyata pemerintah terhadap kesejahteraan pekerja.
Kader dari partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto ini menyampaikan sejumlah kebijakan yang dinilai pro-buruh, mulai dari pengesahan Undang-Undang Pekerja Rumah Tangga (PRT), pemberian bonus hari raya untuk pengemudi ojek online, hingga perlindungan pekerja di sektor perikanan.
“Pengesahan UU PRT, bonus hari raya untuk ojol, perlindungan awak kapal perikanan yang dituangkan dalam Perpres Nomor 25 tahun 2026 tentang ratifikasi konvensi International Labour Organization nomor 188, untuk memastikan perlindungan dan kesejahteraan bagi awak kapal perikanan dan lainnya, bukti pemerintah bekerja mensejahterakan buruh agar Indonesia maju,” tegasnya.
Meski demikian, Setyoko mengingatkan bahwa buruh masih menunggu realisasi sejumlah kebijakan, khususnya terkait potongan tarif aplikator bagi pengemudi ojek online.
“Yang ditunggu realisasi Perpres Nomor 27 Tahun 2026 potongan dibawah 10 persen dari aplikator untuk rekan-rekan ojol,” katanya.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan sebagai fondasi pembangunan nasional.
“Buruh bersatu, nelayan bersatu, petani bersatu, rakyat bersatu Indonesia maju pasti segera terwujud,” tutupnya. (*)

