Melihat Indonesia dari Jejak Kekerasan yang Terus Diwariskan

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Di negeri yang gemar merayakan slogan persatuan, kekerasan sering kali hadir sebagai bahasa yang paling fasih digunakan. Ia muncul dalam berbagai bentuk. Kadang berupa pukulan yang terlihat jelas. Kadang menjelma menjadi kebijakan, stigma, penggusuran, pembungkaman, hingga ketimpangan yang dibiarkan tumbuh tanpa pertanyaan.

Indonesia hari ini sedang mempertontonkan banyak wajah kekerasan. Sebagian berlangsung terang-terangan di hadapan publik. Sebagian lain bekerja diam-diam melalui sistem yang begitu terstruktur sehingga kerap dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Ketika kekerasan terus diproduksi dan diwariskan, masyarakat perlahan kehilangan kemampuan untuk membedakan mana yang adil dan mana yang hanya kebiasaan yang dipelihara oleh kuasa.

Kegelisahan itulah yang mendorong Rumah Buku SaESA kembali menghadirkan Tutur Kata #6, sebuah ruang berbagi pengetahuan yang membuka percakapan tentang tema “Melihat Indonesia dari Kekerasan yang Ditimbulkan.” Kegiatan ini menjadi upaya untuk membaca ulang berbagai peristiwa sosial yang membentuk wajah Indonesia hari ini, sekaligus mengajak publik melihat hubungan antara kekuasaan, masyarakat, dan praktik-praktik kekerasan yang terus berlangsung.

Berbeda dengan ruang diskusi yang sering kali terjebak pada batas-batas disiplin ilmu, Tutur Kata berupaya menghadirkan percakapan yang lebih terbuka. Sebab pengetahuan tidak lahir dari ruang yang tertutup. Ia tumbuh dari keberanian untuk bertanya, mendengar, dan menghubungkan berbagai pengalaman yang selama ini tercecer di pinggir perhatian.

Pada edisi kali ini, Rumah Buku SaESA menghadirkan Eka Annash, musisi dari band The Brandals, sebagai narasumber. Melalui pengalaman dan perspektifnya, Eka akan berbagi pandangan mengenai bagaimana kekerasan bekerja dalam kehidupan sosial serta bagaimana masyarakat dapat membaca berbagai gejala yang muncul di sekitarnya.

Diskusi akan dipandu oleh Musakkir Basri dari Sekolah Anak Desa. Percakapan ini diharapkan menjadi ruang untuk saling mengisi dan memperluas cara pandang terhadap berbagai persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.

Tutur Kata bukan sekadar agenda berbincang. Ia merupakan ajakan untuk terus berarsip, membaca, menulis, dan merawat pengetahuan. Sebab di tengah banjir informasi yang sering kali dangkal dan tergesa-gesa, pencarian terhadap pengetahuan tetap menjadi salah satu cara untuk memahami dunia secara lebih utuh.

Kegiatan ini akan berlangsung pada Selasa, 16 Juni 2026, pukul 16.30 WITA hingga selesai, dan disiarkan secara langsung melalui akun Instagram @rumahbukusaesa. Publik yang ingin mengikuti diskusi ini dapat bergabung secara daring dan menjadi bagian dari percakapan tentang Indonesia, kekerasan, serta berbagai kemungkinan untuk membacanya secara lebih kritis.

Sebab hidup, pada akhirnya, adalah proses mencari. Dan setiap pencarian selalu dimulai dari keberanian untuk mempertanyakan apa yang selama ini dianggap biasa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Makassar SULSEL

Industri Musik di Makassar : Dari WR Soepratman, Ho Eng Djie, hingga Ridwan Sau

Oleh: Rusdin Tompo (Penulis, dan Koordinator Satupena Sulawesi Selatan) Industri rekaman di Makassar memiliki sejarah yang panjang. Kita mesti melacaknya sejak aktivitas rekam-merekam musik yang diyakini sudah ada di Indonesia, khususnya di Batavia dan Surabaya, sejak zaman kolonial Belanda. Gramafon Columbia serta peralatan studio rekaman yang dibawa ke Hindia Belanda awal abad ke-20, dianggap sebagai […]

Read more
Makassar SULSEL

Konservasi RTH TPA Tamangapa Berlanjut, Wali Kota Makassar dan Kapolda Sulsel Tanam 100 Tabebuya

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM —Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus mendorong penataan kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, menuju kawasan ruang terbuka hijau (RTH) atau hutan kota melalui program penghijauan. Langkah pemulihan lahan tersebut didorong Pemkot Makassar usai TPA Tamangapa sukses dibenahi dari sistem open dumping menjadi sanitary landfill. Kali ini, Pemkot Makassar berkolaborasi dengan […]

Read more
Makassar SULSEL TNI / POLRI

Doorstop Ditreskrimum Polda Sulsel, Tersangka HT Diperiksa dalam Kasus Dugaan Manipulasi Data Kependudukan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – ÀDirektorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Selatan terus mendalami kasus dugaan perubahan elemen data kependudukan yang melibatkan tersangka berinisial HT. Perkembangan penanganan perkara tersebut disampaikan dalam kegiatan doorstop yang berlangsung di Mapolda Sulsel, Kamis (5/11/2026). Dalam kesempatan tersebut, Kasubdit 2 Hardabangtah Ditreskrimum Polda Sulsel, Kompol Eka Wira Dharma Sibarani, didampingi Plt. […]

Read more