Pangdam XIV/Hasanuddin : Bekerjalah dengan Komitmen dan Menyentuh Hati

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso, S.I.P,. S.Sos, M.Tr (Han), didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XIV Hasanuddin Desi Totok Imam beserta sejumlah Pejabat Utama Kodam XIV/Hasanuddin melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker), sekaligus bersilatuhrahmi dan tatap muka dengan para Personel Kodim 1409/Gowa, Kamis (17/11/2022).

Kedatangan Pangdam disambut oleh Danrem 141/Tp Brigjen TNI Budi Suharto, S.I.P, M.Si, dan Dandim 1409/Gowa Letkol Inf Muhammad Isnaeni Natsir, S.I.P, dilanjutkan dengan pengarahan kepada personel militer, PNS dan Persit Kodim 1409/Gowa.

Di awal sambutannya, Pangdam mengajak untuk mendoakan almarhum istri dari Serda Lukman yang berdinas di Srendam XIV/Hasanuddin, yang mengalami musibah bencana tanah longsor di Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Kemarin Rabu (16/11/2022).

Lebih lanjut Pangdam menyampaikan bahwa di wilayah Kodim Gowa tidak terdapat permasalahan yang menonjol dan dapat menjadi potret Kodim.

“Tidak ada permasalahan yang menonjol di Kodim Gowa ini, semuanya merupakan atas kerja keras Dandim, Danramil dan seluruh anggota Kodim. Saya minta ini dipertahankan dan menjadi potret Kodim,” harapnya.

Orang nomor satu di Kodam Hasanuddin ini berpesan kepada para unsur pimpinan untuk harus tahu persis tugas dan tanggung jawab, serta semua permasalahan yang ada di wilayah masing-masing dan juga senantiasa memahami karakter anggotanya.

“Sebagai Babinsa di wilayah kenali dirimu dan kenali masyarakat binaanmu, dengan menyentuh hatinya agar terjalin komunikasi yang baik. Kita boleh kalah di ilmu tapi kita jangan kalah dietika, tutur kata dan perbuatan,” imbuhnya.

Mayjen Totok pun mengajak kepada seluruh personel, baik di satuan kewilayahan dan seluruh jajaran Kodam Hasanuddin agar senantiasa melaksanakan tugas dengan mengimplementasikan slogan 6K di hati. 6 K yakni karakter, kapabel, kontemporer, kompak, kesemestaan dan kerakyatan).

“Saya bangga dengan kalian, bekerjalah dengan komitmen dan menyentuh hati. Saya ingin menjalin kebersamaan dari hati ke hati, Pangdam boleh berganti tapi kita tetap satu hati. Laksanakan tiap kegiatan diawali dengan doa,” tutupnya.

Usai bertatap muka, jenderal bintang dua ini membagikan sejumlah bantuan kepada masyarakat, berupa sembako dan bantuan gizi kepada anak stunting. Dilanjutkan dengan meninjau kawasan ketahanan pangan, berupa tanaman hidroponik dan kebun milik Kodim Gowa yang merupakan program unggulan untuk menindak lanjuti ancaman kelangkaan pangan yang saat ini menghantui secara global. (Pengdam)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL TNI / POLRI

Perkuat Pembinaan Karier dan Organisasi, Sejumlah Pejabat Utama Polda Sulsel Dimutasi

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Sejumlah Pejabat Utama Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) mengalami rotasi dan mutasi jabatan berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2467/XI/KEP./2026 tertanggal 2 November 2026. Mutasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka pembinaan karier personel, penyegaran kepemimpinan, serta penguatan kelembagaan guna meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas kepolisian. Kebijakan rotasi jabatan ini […]

Read more
Makassar SULSEL

Masjid Nur Intan dan Bosowa Peduli Gelar Donor Darah Ketiga Tahun 2026

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Pengurus Masjid Nur Intan Lestari kembali akan menggelar Donor Darah ketiga ditahun 2026 ini. Rencana akan digelar di dalam masjid pada hari Sabtu, (7/11/2026) usai sholat magrib hingga selesai. Madjid Nur Intan akan berkolaborasi dengan Bosowa Peduli dengan menyiapkan tas sekolah dan paket pangan (beras, gula pasir, minyak goreng, dan terigu). Kehadiran […]

Read more
Artikel Makassar SULSEL

Menulis sebagai Cara Merawat Ingatan*

Oleh: Rusdin Tompo (Penulis, Penggiat Sekolah Ramah Anak, Koordinator Satupena Sulawesi Selatan) MAKASSAR, EDELWEISNEWS COM – “Satu anak, satu guru, satu buku, dan satu pena dapat mengubah dunia,” tulis Malala Yousafzai, aktivis pendidikan yang juga dikenal sebagai penulis. Gadis kelahiran 12 Juli 1997 itu, berasal dari Swat Valley—tempat Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) melarang anak-anak perempuan keluar […]

Read more