Pangdam XIV/Hsn : Olah Raga Bersama Prajurit untuk Kesehatan, Komunikasi Informal dan Stylish

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Disamping harus mampu menguasai tugas pokoknya sebagai komando utama pembinaan dan operasional kewilayahan TNI AD, prajurit Kodam XIV/Hasanuddin juga dituntut untuk memiliki postur tubuh yang ideal layaknya ciri khas prajurit TNI.

Orang nomor satu di Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr (Han)., bersama para Pejabat Utama (PJU) dan prajurit Kodam XIV/Hasanuddin menjaga postur tubuhnya dengan senam barbel, yang dilaksanakan di lapangan M. Yusuf Makodam, Kota Makassar. Jumat (28/07/2023).

Selain rutinitas lari aerobik, senam barbel ini merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan Mayjen Totok, menginginkan prajuritnya memiliki postur yang ideal, kuat, terlatih dan terampil, disamping menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh.

Pangdam XIV/Hasanuddin dalam pengarahannya usai pelaksanaan senam, mengajak para anggotanya untuk sadar akan pentingnya melaksanakan kegiatan olahraga yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, terlebih bagi prajurit yang telah memasuki masa-masa purna tugas.

“Saya ingin merubah yang kira-kira kurang pas, yang telah tidak sesuai dengan semestinya harus segera diperbaiki,’ tandasnya.

Selain itu, Abituren Akmil 1989 ini pun juga mengajak untuk meningkatkan kebersamaan. Menurutnya dengan olahraga bersama Prajurit dapat menjaga kesehatan, sebagai sarana komunikasi informal dan stylish.

“Melaksanakan olahraga bersama-sama dengan anggota di situ letak kebersamaan, anggota senang hatinya jika Perwiranya bersama dia, kebersamaan ini kita gunakan disamping olahraga juga untuk berkomunikasi. Kebersamaan ini penting, para Perwiranya, silahkan sambil olahraga sambil ngobrol dengan anggota,” pesannya.

Selanjutnya, Jenderal bintang dua menuturkan bahwa postur yang ideal merupakan salah satu hal yang mempengaruhi kepercayaan diri seseorang, oleh karenanya Ia menghimbau untuk senantiasa berolahraga dan dijadikan sebagai bagian dari hobi.

Di akhir pengarahannya, Ia mengharapkan kepada anggotanya agar setiap aktivitas yang dilakukan semuanya dibuat senang dan tidak dijadikan sebagai suatu hal yang membuat diri sendiri susah dan sedih, sehingga membuat pikiran terbebani.

“Ingat semua manusia punya masalah, setiap ada masalah hadapi dan selesaikan semampu kamu, jika tidak mampu laporkan, jika tidak mampu lalu kamu pendam sendiri malah kamu akan stres,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Resmi Diluncurkan, Kota Makassar Jadi Pilot Project Nasional Gerakan Peduli Tetangga untuk Perkuat Perlindungan Sosial

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat komitmen menghadirkan perlindungan sosial yang inklusif, merata, dan tepat sasaran. Melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga, Kota Makassar dipercaya menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) nasional dalam penguatan sistem pendataan dan pelayanan Perlindungan Sosial (Perlinsos) tahun 2026. Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS COM — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, mendampingi Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, meluncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, Minggu (4/10/2026). Peluncuran program strategis Kementerian Sosial (Kemensos) RI ini untuk memperluas jangkauan pendataan dan akses pelayanan sosial bagi masyarakat kurang mampu melalui penguatan peran masyarakat […]

Read more
Makassar SULSEL

Kuatkan Nilai Kebangsaan dan Moderasi Beragama, Andi Muh Ihsan Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Indonesia adalah negara yang majemuk, terdiri dari beragam suku, agama, ras, danantargolongan. Keberagaman ini di satu sisi merupakan kekayaan nasional yang tak ternilai, namun di sisi lain memiliki kerentanan terhadap potensi konflik sosial jika tidak dikelola dengan nilai-nilai kebangsaan yang kuat.0 Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal […]

Read more