Pembentukan Provinsi Luwu Raya Dinilai sebagai Solusi Kesejahteraan dan Pemerataan Pembangunan

LUWU, EDELWEISNEWS.COM – Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya dinilai menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan, terutama pada sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur yang selama ini dinilai timpang.

Ketua Umum PP HAM LUTIM Batara Guru menegaskan, ketimpangan pembangunan yang dialami wilayah Luwu Raya merupakan konsekuensi dari minimnya perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, meski daerah ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian provinsi.

“Luwu Raya menyumbang sekitar 40 persen Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulsel, tetapi pembangunan justru tertinggal,” ujarnya, (21/1/2026).

Ia memaparkan, total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten/kota di Luwu Raya pada tahun anggaran 2025 mencapai sekitar Rp5–6 triliun. Angka ini mendekati APBD Pokok Provinsi Sulawesi Selatan 2025 sebesar Rp9,378 triliun, serta APBD Perubahan yang berkisar Rp10,4 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan kapasitas fiskal Luwu Raya yang dinilai layak untuk berdiri sebagai provinsi.

Menurut Batara Guru, meski memiliki potensi besar di sektor pariwisata, pertambangan, pertanian, hingga budaya, Luwu Raya kerap diposisikan sekadar sebagai lumbung pendapatan. Sementara akses layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur masih tertinggal dibanding wilayah lain di Sulawesi Selatan.

“Pemerintah provinsi terkesan fokus membangun daerah lain, sementara Luwu Raya dibiarkan berjalan sendiri. Potensi besar ini tidak dikelola secara adil dan berkelanjutan,” katanya.

Ia menilai, pembentukan Provinsi Luwu Raya akan memperkuat posisi tawar masyarakat terhadap elite politik, baik di tingkat provinsi maupun pusat. Karena itu, ia mendorong adanya kesadaran kolektif untuk memperjuangkan pemekaran secara konsisten dan total, bukan setengah-setengah.

Wacana pembentukan Provinsi Luwu Raya, kata dia, bukan isu baru. Sejak awal 1960-an, Presiden pertama RI Soekarno pernah menjanjikan status Daerah Istimewa berbentuk provinsi kepada Kedatuan Luwu, sebagai bentuk penghargaan atas peran besar Andi Djemma dan rakyat Luwu dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Tapi, janji tersebut tak terwujud akibat gejolak politik nasional hingga berujung pada lengsernya Soekarno pada 1967.

Dalam beberapa tahun terakhir, geliat investasi di Luwu Raya mulai terlihat, terutama di sektor pertambangan dan pariwisata. Menurut Batara Guru, peluang tersebut belum diimbangi dengan kebijakan pembangunan yang berpihak pada masyarakat lokal.

“Dengan provinsi sendiri, Luwu Raya dapat mengatur dan menata wilayahnya secara mandiri, menciptakan pemerintahan yang lebih efektif, mendorong investasi, serta memastikan pembangunan berjalan merata,” tegasnya.

Selain aspek ekonomi, pembentukan Provinsi Luwu Raya juga dinilai penting sebagai ruang pengakuan identitas budaya dan sejarah panjang Tanah Luwu. Penguatan ini diharapkan dapat mengangkat harkat dan martabat masyarakat Luwu di tingkat nasional maupun internasional.

“Provinsi Luwu Raya bukan sekadar pemekaran wilayah, tetapi jalan menuju keadilan pembangunan dan kesejahteraan yang selama ini tertunda,” tutup Batara Guru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Luwu Timur SULSEL

Wujud Kepedulian Terhadap Lingkungan, Pangdam XIV/Hasanuddin Tinggalkan Jejak Hijau di Taman Kehati

LUWU TIMUR, EDELWEISNEWS.COM — Mengakhiri kunjungan kerjanya di wilayah Kodim 1403/Palopo, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, didampingi Ketua Persit KCK PD XIV/Hasanuddin Ny. Renny Bangun Nawoko, melaksanakan penanaman pohon di Taman Kehati Sawerigading Wallacea, kawasan PT. Vale Indonesia, Kelurahan Magani, Kab. Luwu Timur, Rabu, (14/1/2026). Kegiatan tersebut menjadi simbol kepedulian dan komitmen Kodam XIV/Hasanuddin […]

Read more
Luwu SULSEL

Dorong Pelestarian DAS Suso, Warga Ikut Pelatihan Pengelolaan Sampah Inklusif

LUWU, EDELWEISNEWS.COM – Sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) Suso, maka digelar Pelatihan Pengelolaan Sampah Inklusif untuk pelestarian DAS Suso yang diselenggarakan pada tanggal 23 Oktober 2025 di Kecamatan Suli. Kegiatan tersebut diikuti berbagai unsur masyarakat di Kabupaten Luwu, mulai dari organisasi perempuan, penyandang disabilitas, pemerintah desa, hingga komunitas lingkungan. Pelatihan […]

Read more
Luwu Timur SULSEL

Pererat Kebersamaan, Lantamal VI Hadiri Jalan Sehat Peringati HUT ke -57 PT Vale Indonesia

SOROWAKO, EDELWEISNEWS.COM – Dalam rangka mempererat kebersamaan dan sehat bersama, Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Brigjen TNI (Mar) Dr. Wahyudi, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., M.Han menghadiri dan memeriahkan kegiatan Jalan Sehat dan Senam Hari Ulang Tahun (HUT) 57 tahun PT Vale Indonesia, bertempat di Lapangan Persesos Sorowako, Luwu Timur, Minggu (27/7/2025). Jalan Sehat dan Senam bersama […]

Read more