Pemekaran Provinsi Luwu Raya Mendesak sebagai Jalan Keadilan Pembangunan kesejahteraan rakyat Luwu

LUWU UTARA, EDELWEISNEWS. COM — Demisioner Ketua KOHATI HMI Luwu Utara, Anggi Novita menegaskan, bahwa pemekaran Luwu Raya bukan sekadar aspirasi politik daerah, melainkan kebutuhan objektif dan rasional sebagai respons atas ketimpangan pembangunan struktural yang selama ini dirasakan masyarakat Tanah Luwu.

Peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu menjadi momentum konsolidasi mahasiswa dan masyarakat untuk kembali menegaskan tuntutan pemekaran Provinsi Luwu Raya, sebagai langkah mendesak guna mewujudkan keadilan pembangunan dalam semua aspek kehidupan masyarakat.

“Pemekaran Provinsi Luwu Raya adalah kebutuhan keadilan pembangunan. Ketimpangan akses pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, dan pelayanan publik menunjukkan bahwa tata kelola wilayah saat ini belum sepenuhnya berpihak pada rakyat,” ujar Anggi dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, bahwa secara administratif, aspirasi pembentukan Provinsi Luwu Raya telah lama disuarakan dan memperoleh dukungan luas dari tokoh adat, tokoh masyarakat, akademisi, serta pemerintah kabupaten/kota di wilayah Luwu Raya yang memiliki keterikatan sejarah dan kultural yang kuat.

Dari sisi jumlah dan luas wilayah, Luwu Raya dinilai memenuhi bahkan melampaui syarat pembentukan provinsi. Wilayah ini mencakup Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo, dengan luas sekitar 17.000 kilometer persegi, lebih besar dibandingkan beberapa provinsi di Indonesia yang telah terbentuk sebelumnya.

Anggi juga menyoroti kemampuan ekonomi dan potensi sumber daya alam Luwu Raya yang sangat signifikan, mulai dari sektor pertambangan nikel, pertanian, perkebunan, perikanan, hingga kelautan. Selama ini, kontribusi ekonomi wilayah Luwu Raya terhadap Sulawesi Selatan dinilai besar, namun belum berbanding lurus dengan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kekayaan sumber daya alam Luwu Raya belum sepenuhnya kembali kepada rakyatnya dalam bentuk kesejahteraan yang adil dan merata,” tegasnya.

Menurut Anggi, negara memiliki tanggung jawab konstitusional untuk menjadikan pemekaran Provinsi Luwu Raya sebagai solusi struktural dalam mengakhiri ketimpangan pembangunan dan mendekatkan pelayanan negara kepada rakyat.

“Pemekaran Luwu Raya bukan tuntutan emosional, tetapi jalan keadilan pembangunan dalam semua aspek. Sudah cukup penderitaan yang dirasakan oleh rakyat Luwu selama ini, perlawanan wija to Luwu akan terus hidup dalam berjuang dan menagih janji sejarahnya,” ujarnya.

Aksi peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu menegaskan satu tuntutan utama, yakni pemekaran Provinsi Luwu Raya sebagai keharusan demi keadilan pembangunan yang setara dan bermartabat bagi masyarakat Tanah Luwu.

“Wanua mappatuo na ewai alena
Provinsi Luwu Raya harga mati
Hidup perempuan yang melawan.” (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jakarta SULSEL TNI / POLRI

Kapolri Lantik Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin sebagai Kapolda Sulsel, Gantikan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro

JAKARTA, EDELWEISNEWS.COM – Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si resmi melantik Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan, menggantikan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H. Pelantikan tersebut berlangsung di Aula Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (3/10/2026), dalam rangkaian upacara serah terima […]

Read more
Makassar SULSEL

Buka Ruang bagi Talenta Al-Qur’an, MTQ Makassar 2026 Hadir dengan Audisi Terbuka

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) resmi membuka pendaftaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kota Makassar Tahun 2026. Berbeda dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, MTQ kali ini dikemas dalam bentuk audisi terbuka yang memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat, Kabupaten/Kota di 24 Daerah untuk berpartisipasi. “Pendaftaran dibuka mulai 3 hingga 31 […]

Read more
Makassar SULSEL

JMSI Sulsel Hadirkan Ketua KPI Pusat Bincang-Bincang Revisi UU Penyiaran

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Revisi Rancangan Undang-Undang tentang Penyiaran menjadi perhatian serius Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia Sulawesi Selatan atau JMSI Sulsel. JMSI Sulsel pun mengundang khusus Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Hasrul Hasan, mendiskusikan isu-isu aktual RUU tentang perubahan ketiga UU nomor 32 tahun 2002 tersebut. Hasrul Hasan hadir langsung di Kantor JMSI […]

Read more