Pemkot Makassar Matangkan Kampung Siaga Bencana di Tamalanrea, Perkuat Kesiapan Warga

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Langkah konkret memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana kembali digagas Pemerintah Kota Makassar.

Melalui Dinas Sosial, program pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) kini mulai dimatangkan dengan rencana pemusatan di Kecamatan Tamalanrea sebagai pilot project.

Gagasan ini mengemuka saat Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, bertemu langsung dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balai Kota, Rabu (8/4/2026).

Pertemuan tersebut tidak hanya membahas pengukuhan Kampung Siaga Bencana, tetapi juga dirangkaikan dengan dorongan percepatan digitalisasi bantuan sosial sebagai bagian dari reformasi pelayanan publik.

Usai bertemu Wali Kota Munafri, Kadis Sosial Andi Bukti menegaskan bahwa pembentukan Kampung Siaga Bencana bukan sekadar program seremonial, melainkan upaya strategis untuk membangun kesiapsiagaan berbasis komunitas.

“Kecamatan Tamalanrea kami usulkan, karena memiliki karakter wilayah yang representatif, baik dari sisi kepadatan penduduk maupun potensi kerawanan bencana, sehingga dinilai tepat menjadi percontohan awal,” jelasnya.

Tahun sebelumnya, lewat usulan Pemkot, Kementerian Sosial menetapkan dua Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kecamatan Manggala dan Kecamatan Biringkanaya pada September 2025, program ini berfokus pada mitigasi banjir.

Lebih lanjut, Andi Bukti Djufrie, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 pihaknya sempat mengusulkan pembentukan dua KSB baru.

Namun, berdasarkan ketentuan yang ada, hanya satu yang disetujui karena adanya jeda waktu pengajuan program.

“Tahun 2026 ini kita mengusulkan dua, tetapi yang disetujui hanya satu. Setelah kita telusuri, memang harus ada jeda dua tahun untuk bisa mendapatkan lagi. Tapi saya tetap dorong, akhirnya disetujui satu,” ujarnya.

KSB yang disetujui tersebut akan dipusatkan di Kecamatan Tamalanrea. Wilayah ini dipilih karena dinilai memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, sehingga membutuhkan penguatan kesiapsiagaan masyarakat.

“Yang satu ini kita bawa ke Tamalanrea, karena dianggap rawan juga di situ, sehingga kita fokuskan,” ungkapnya.

Melalui program ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi objek penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga bertransformasi menjadi subjek yang tangguh, terlatih, dan mampu melakukan mitigasi secara mandiri.

Setiap elemen warga akan dilibatkan, mulai dari relawan, tokoh masyarakat, hingga perangkat kelurahan, dengan dukungan pelatihan, simulasi, dan sistem peringatan dini.

Di sisi lain, penguatan program ini juga akan terintegrasi dengan sistem digitalisasi bantuan sosial. Upaya ini bertujuan memastikan penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, sekaligus meminimalisir potensi tumpang tindih data penerima manfaat.

Sinergi antara penguatan kapasitas masyarakat dan modernisasi sistem bantuan ini menjadi bagian dari visi besar Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan kota yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga tangguh secara sosial dan adaptif terhadap berbagai tantangan, termasuk bencana.

Dijelaskan, pengukuhan Kampung Siaga Bencana di Tamalanrea dijadwalkan berlangsung pada Senin, 13 April 2026, dan akan dilaksanakan di Monas pada pukul 16.00 WITA, serta dikukuhkan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

“Kegiatan nantinya, juga direncanakan dihadiri oleh pejabat dari pemerintah pusat, termasuk Sekretaris Jenderal dan Direktur Jenderal,” terangnya.

Dengan bertambahnya KSB di Tamalanrea, Pemkot Makassar berharap sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas semakin kuat dan mampu meminimalkan dampak bencana di tingkat lokal.

Ia menilai keberadaan KSB sangat strategis karena berbasis masyarakat dan mampu menjadi garda terdepan dalam merespons bencana.

Ke depan, Dinas Sosial menargetkan pembentukan KSB di lebih banyak wilayah rawan di Kota Makassar. Sejumlah kecamatan seperti Panakkukang dan Tamalate juga masuk dalam rencana pengusulan berikutnya.

“Kita lihat daerah yang rawan banjir atau musibah lainnya, di situ yang kita dorong. Kemarin sebenarnya saya usulkan Panakkukang dan Tamalanrea, tapi yang disetujui hanya satu. Mudah-mudahan tahun depan bisa kita tambah lagi, termasuk Tamalate,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Makassar – Jepang Perkuat Kolaborasi, Fokus Sampah hingga Pertukaran Pelajar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat kerja sama internasional dalam mendorong pembangunan kota yang berkelanjutan. Hal ini ditandai dengan kunjungan Konsulat Jenderal Jepang di Makassar, Ohashi Koichi, yang diterima langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (28/4/2026). Pertemuan tersebut, membahas penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar, dengan […]

Read more
Makassar SULSEL

Groundbreaking Mixed-Use Mal Ratu Indah, Munafri: Simbol Pertumbuhan Ekonomi Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Kota Makassar terus menunjukkan perkembangan pesat seiring meningkatnya pembangunan dan masuknya investasi swasta. Salah satu indikator terlihat adalah dimulainya pengembangan kawasan Mixed-Use Mal Ratu Indah yang ditandai dengan seremoni groundbreaking, Selasa (28/4/2026). Pada kesempatan ini, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi, menyampaikan apresiasi tinggi atas dimulainya proyek tersebut. Pokitisi […]

Read more
Makassar SULSEL

BPBD Makassar Matangkan HKBN 2026, Siap Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar terus mematangkan rangkaian kegiatan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) Tahun 2026. Ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai potensi risiko bencana di Kota Makassar. Puncak kegiatannya akan digelar pada Rabu, 29 April 2026, di Kantor BPBD Kota Makassar, Jalan Kerung-kerung, […]

Read more