Pemukulan Anggota TNI oleh Oknum Polisi di Sinjai, Terjadi karena Salah Paham

SINJAI, EDELWEISNEWS.COM – Diduga berawal dari adanya kesalahpahaman antara oknum anggota TNI Pratu IS anggota Yonif 726/Tml dengan oknum anggota Polri Aipda IR dan beberapa oknum anggota Polres Sinjai lainnya, berakibat terjadi pemukulan terhadap Pratu IS. Peristiwa terjadidi Jl. Petta Teponggawae Kel. Bongki, Kec. Sinjai Utara Kab. Sinjai, Minggu (20/2/2022).

Kapendam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Rio Purwantoro, SH membenarkan adanya kesalapahaman yang menimpa anggota TNI dari Yonif 726/Tml.

“Kejadiannya di Kab. Sinjai, pelaku pemukulan atas nama Aipda IR dan beberapa oknum anggota Polres Sinjai lainnya, saat ini sudah diamankan di Propam Polres Sinjai, sedangkan korban telah diamankan di satuannnya Yonif 726/Tml,” tuturnya.

Insiden tersebut mengakibatkan oknum anggota TNI Pratu IS anggota Yonif 726/Tml mengalami luka gores pada bagian kepala, luka lebam pada bagian jari telunjuk dan jari kelingking serta tumit.

Kejadiannya, ketika Pratu IS melakukan perjalanan melintas di depan Polres Sinjai, terjadi kesalapahaman sehingga anggota Polres Sinjai melakukan pemukulan.

“Dari hasil pemeriksaan bahwa pada pukul 11.40 Wita, saat Pratu IS bersama Sdri. NA melintas di depan Polres Sinjai menggunakan kendaraan roda empat, tiba-tiba personel Polres Sinjai Aipda IR berteriak dengan mengeluarkan perkataan kotor, kemudian Pratu IS berhenti. Ketika itu Pratu IR melihat 4 orang tidak dikenal (OTK) menuju ke mobilnya selanjutnya terjadi insiden kesalapahaman (pemukulan),” jelas Kapendam.

“Pemukulan yang terjadi terhadap oknum anggota TNI oleh oknum anggota Polri didasari adanya kesalapahaman. Kita pun berharap semua pihak tidak terpancing/terprovokasi dengan peristiwa pemukulan tersebut,” sambungnya.

Menurut Kapendam, permasalahan ini sudah ditangani oleh pihak yang berwenang dari kedua belah pihak, proses penyelesaiannya pun akan dilakukan secara obyektif dalam bentuk investigasi.

“Insiden ini sudah ditangani oleh pihak yang berwenang, dalam hal ini Propam Polres Sinjai, prosesnya akan bekerjasama dengan Yonif 726/Tml, Brigif 11/BS dan Kodim 1424/Sinjai maupun Polisi Militer (Denpom XIV/1 Bone),” tambahnya.

“Kedua belah pihak baik dari Kodam Hasanuddin maupun Polda Sulsel secara bersama-sama sudah berkoordinasi supaya hal ini tidak berkembang, dan proses penyelesaiannya akan dilakukan secara obyektif dalam bentuk investigasi,” tutupnya.

Penulis : Edy

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uncategorized

Einzahlung bei Spin Dinero Casino: Methoden und Tempo für Spieler aus Deutschland

 Wer sich bei Spin Dinero Casino anmeldet, möchte meist nicht lange rätseln, wie die erste Einzahlung funktioniert und wann das Guthaben verfügbar ist. Für Spieler aus Deutschland zählen dabei vor allem drei Dinge: eine verständliche Auswahl an Zahlungsmitteln, eine zügige Verbuchung und klare Bedingungen zu Mindestbeträgen, Gebühren und Auszahlungen. Dieser Überblick erklärt, worauf Sie […]

Read more
Uncategorized

Casino Dash App in Deutschland: APK herunterladen, Spielangebot und wichtige Sicherheitsfragen

 Wer nach „Die neueste Casino Dash APK-Version herunterladen“ sucht, möchte meist schnell herausfinden, ob sich die App auf einem Android-Gerät installieren lässt und welche Spiele sie bietet. Für Spieler in Deutschland zählt jedoch nicht nur der Download: Ebenso wichtig sind die Herkunft der APK-Datei, der Schutz persönlicher Daten und die Frage, ob der jeweilige […]

Read more
Uncategorized

Casino 21grand Konto erstellen: Der komplette Leitfaden für Spieler in Deutschland

 Wer das Online-Angebot von 21Grand kennenlernen möchte, beginnt meist mit der Registrierung. Ein neues Spielerkonto ermöglicht den Zugriff auf die verfügbaren Casinospiele und – sofern angeboten – auf Aktionen und Zahlungsfunktionen. Vor dem Ausfüllen des Formulars lohnt sich jedoch ein Blick auf die Bedingungen: Verfügbarkeit, Altersvorgaben, Verifizierung und rechtliche Rahmenbedingungen können sich je nach […]

Read more