Penanganan Luapan Air di Salu Bebe Terus Dilakukan

LUWU UTARA, EDELWEISNEWS.COM – Genangan air yang acapkali terjadi di beberapa wilayah pemukiman di Kota Masamba. Genangan tersebut disebabkan meluapnya aliran Salu Bebe, Penanganan luapan tersebut hingga kini terus dilakukan.

Bahkan penanganannya sudah dilakukan sejak medio Agustus lalu. Hal ini dikatakan Camat Masamba, Adjie Saputra, usai mendampingi Pjs Bupati Luwu Utara dalam peninjauan aliran Salu Bebe, Rabu (30/9/2020),.

“Sejak Agustus lalu, pimpinan sudah memerintahkan kepada kami untuk memasifkan penanganannya. Bahkan Dinas PUPR jauh sebelumnya juga sudah merancang beberapa titik jalur air. Malah sudah ada titik koordinatnya yang dibuat teman-teman dari PUPR,” ungkap Adjie.

Cuma kendalanya kenapa penanganannya agak lama, karena beberapa warga ada yang menolak lahannya dijadikan saluran air.

“Sejak Agustus kami juga jajaki yang punya lahan karena saluran ini melalui pemukiman penduduk, makanya kami hati-hati. Nah, kendalanya, banyak yang menolak dengan alasan ada yang sudah jadi pondasinya,” beber Adjie.

Tapi saat ini, kata dia, pihaknya terus melakukan pendekatan-pendekatan persuasif untuk meyakinkan warga bahwa pekerjaan ini untuk kepentingan masyarakat juga, khususnya masyarakat Masamba. 

Adjie juga membeberkan bahwa titik-titik saluran air sudah selesai dikerjakan. Tinggal menunggu pipa saluran saja untuk menormalkan aliran air agar tidak terjadi genangan lagi.

Penyebab lainnya, lanjut dia, bahwa ada beberapa saluran lama yang sudah puluhan tahun tidak dialiri air yang kembali dibuka. “Saluran lama ini yang membutuhkan waktu lama, karena dikerja secara manual sebab alat berat tidak bisa masuk,” jelas Adjie.

PUPR sudah membersihkan saluran itu kurang lebih 1 km. Mulai dekat toko optic sampai depan Telkom itu sudah digali. Jadi memang persiapannya agak lama, karena yang dihitung adalah aliran airnya dan debit airnya. Jangan sampai terjadi human error, tentu akan menimbulkan masalah baru lagi.  

Saat ditanya kapan pekerjaan ini selesai, ia menyebutkan bahwa dinas terkait akan berusaha merampungkan sampai satu minggu ke depan. “Sudah ada beberapa jalur air yang difinalkan atau selesai dikerja. Insya Allah satu minggu sudah bisa dialiri air. Intinya sudah siap. Tinggal dikasih turun pipanya, jalur air sudah bisa berfungsi,” terangnya.

Meski begitu, instansi teknis tetap membuat saluran alternatif guna mengantisipasi jangan sampai saluran yang dibuka tidak dapat menampung debit air. “Makanya ada alternatif saluran, ada perencanaan cadangan selama pembentukan jalur dikerjakan,” tandasnya. (hum)

Editor : Anisah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Solusi Jangka Panjang, PDAM Makassar Usulkan Bendung Karet di Sungai Tallo Untuk Air Baku

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar, melalui Perumda Air Minum atau PDAM menyiapkan langkah jangka panjang untuk memperkuat pasokan air baku dan menjaga kebutuhan air bersih masyarakat, untuk jangka panjang. Salah satu langkah yang tengah diupayakan yakni pembangunan bendung karet di Sungai Tallo. Usulan tersebut telah dilaporkan kepada Wali Kota Makassar dan dikoordinasikan dengan Kementerian […]

Read more
Makassar SULSEL

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Terima Kunjungan Pemprov NTB, Bahas Perlindungan Pekerja Rentan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima kunjungan kerja Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam rangka studi tiru percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem dan penguatan perlindungan sosial bagi pekerja rentan. Kegiatan yang dirangkaikan dengan silaturahmi tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sipakatau, Kantor Wali Kota Makassar, Jalan Ahmad Yani, Makassar, Kamis (24/9/2026). […]

Read more
Makassar SULSEL

Gerakan Bersih dari Rumah, Pemkot Makassar Tambah Dukungan Anggaran dan Armada Sampah

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat pembenahan sistem pengelolaan persampahan, mulai dari hulu hingga hilir. Salah satu fokus utama yang kini digencarkan adalah pemilahan sampah dari sumber, terutama rumah tangga, sebelum sampah masuk ke sistem pengangkutan dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Langkah tersebut berjalan beriringan dengan upaya Pemkot Makassar menyesuaikan porsi anggaran pengelolaan […]

Read more