Pengadaan Barang dan Jasa Rawan Korupsi, ASN Sulsel Dibekali Solusi

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Integritas menjadi makna utama dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Tanpa perencanaan yang matang dan SDM yang profesional, pengadaan justru berpotensi menjadi pintu masuk penyimpangan anggaran negara atau kerugian keuangan negara.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat kapasitas aparatur sipil negara (ASN) melalui kegiatan Ramadhan Leadership Camp 2026 di Makassar, 21–28 Februari 2026. Kegiatan yang dilaksanakan BPSDM Sulsel ini, diikuti hampir 1.000 peserta.

Dalam paparan materi studi kasus pengadaan barang dan jasa (PBJ), Kamis (26 Februari 2026), sektor ini disebut sebagai salah satu area paling rawan tindak pidana korupsi karena melibatkan proses panjang, mulai dari perencanaan hingga serah terima pekerjaan.

Pemateri kegiatan, Muhammad Alfian Amri, dalam materi bertajuk Overview: Studi Kasus Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, menegaskan bahwa pola penyimpangan kerap muncul dalam berbagai bentuk, seperti mark-up harga, pengaturan pemenang tender, hingga praktik “pinjam bendera” perusahaan.

Selain itu, juga umum dapat terjadi dalam sistem pengadaan digital, termasuk pengaturan harga serta kelalaian pemeriksaan barang sebelum proses pembayaran.

“Pengadaan barang dan jasa adalah sektor yang sangat strategis sekaligus paling rentan terhadap penyimpangan. Karena itu, kapasitas dan integritas SDM menjadi faktor paling menentukan,” demikian disampaikan dalam paparan.

Alfian mengungkapkan masih banyak ASN yang enggan menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) karena tingginya risiko, terutama terkait aspek hukum.

“Jadi inilah perhatian atau atensi kami terhadap pengadaan barang dan jasa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut terjadi karena sebagian ASN belum memahami jenis pengadaan, termasuk perbedaan pengadaan barang, pekerjaan konstruksi, dan jasa konsultansi.

“Ini disebabkan masih banyak yang belum memahami jenis-jenis pengadaan, barang seperti apa, pekerjaan konstruksi seperti apa, jasa konsultasi seperti apa,” katanya.

Alfian juga menekankan pentingnya pemahaman metode pengadaan, termasuk e-purchasing serta penerapan pengadaan terintegrasi desain dan bangun (design and build).

Menurut Alfian, persoalan yang kerap terjadi adalah ketidaksesuaian jenis kontrak dengan jenis pengadaan.

“Yang jadi masalah terjadi adalah jenis kontrak yang tidak sesuai berdasarkan jenis pengadaan. Ini yang kita diskusikan,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini juga dibahas skema swakelola sebagai alternatif pengadaan yang melibatkan instansi pemerintah, organisasi masyarakat, maupun kelompok masyarakat.

“Harus diperhatikan tidak semua pengadaan itu dapat diswakelolakan, ada tipenya, harus memenuhi kriteria, jika sudah memenuhi silakan swakelola,” kata Alfian.

Ia menyoroti bahwa akar masalah utama penyimpangan pengadaan meliputi lemahnya pemahaman teknis ASN terhadap regulasi, tekanan politik atau gratifikasi, serta perencanaan kebutuhan yang tidak akurat.

SDM pengadaan bahkan disebut sebagai “motor utama sekaligus titik terlemah” dalam ekosistem PBJ. Karena itu, profesionalisasi serta jaminan perlindungan hukum bagi ASN yang bekerja sesuai prosedur menjadi fokus penting penguatan sistem pengadaan pemerintah daerah.

Peserta Andi Ressi Patarai dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, menilai materi pengadaan barang dan jasa sangat relevan dengan tugas OPD.

“Kita jadi tahu dari awal prosesnya, mulai perencanaan, pembagian program, pengadaan, pengawasan, sampai dokumen dan pembayaran. Biasanya kita hanya tahu di akhir,” katanya.

Kegiatan Ramadhan Leadership Camp 2026 merupakan bagian dari upaya Pemprov Sulsel memperkuat kapasitas ASN dalam memahami regulasi pengadaan, meningkatkan integritas aparatur, serta menekan potensi kesalahan administrasi maupun penyimpangan anggaran.

Bagi masyarakat, penguatan sistem pengadaan akan berdampak pada kualitas pembangunan yang lebih baik, penggunaan anggaran yang tepat sasaran, serta meningkatnya kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Wakil Wali Kota Makassar Buka Citra Beauty Fair 2026, Dorong Industri Kecantikan dan Ekonomi Lokal

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, membuka secara resmi Citra Beauty Fair 2026 yang digelar oleh Citra Kosmetik dan Suwala, Rabu (26/8/2026). Mengusung tema “Beauty Gateway: Your Escape to Glow, Your Journey to Self Love”, Citra Beauty Fair 2026 menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal berbagai produk kecantikan sekaligus mendapatkan edukasi […]

Read more
Makassar SULSEL TNI / POLRI

Polda Sulsel Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme Penyidik Melalui Sertifikasi

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Polda Sulawesi Selatan terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme personel dalam mendukung pelaksanaan tugas penegakan hukum. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sertifikasi Penyidik dan Penyidik Pembantu Polda Sulsel yang digelar di SPN Batua Polda Sulsel, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., serta […]

Read more
Agama Makassar SULSEL

Pemkot Makassar Akan Gelar Maulid Akbar di Area Pelabuhan Paotere, Ustaz Das’ad Latif Jadi Penceramah

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar akan menggelar Maulid Akbar Pesisir Makassar 1448 Hijriah/2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat meneladani akhlak dan kehidupan Nabi Muhammad SAW. Kegiatan keagamaan tersebut akan dipusatkan di kawasan pesisir Pelabuhan Paotere, Kecamatan Ujung Tanah, pada Jumat (28 Agustus 2026) malam. Maulid Akbar Pesisir Makassar ini akan […]

Read more