Penyebab dan Cara Mengobati Penyakit Hernia

JAKARTA,EDELWEISNEWS.COM – Hernia merupakan masalah kesehatan yang banyak terjadi. Pengetahuan akan penyakit ini masih sedikit. Sebagian kasus penyakit hernia tak menunjukkan gejala yang signifikan. Akibatnya tak jarang seseorang tidak menyadari bahwa ia terkena hernia.

Hernia adalah membengkaknya otot dan tendon di perut yang bekerja untuk melindungi isi perut seperti usus. Hernia biasanya dimulai dengan benjolan kecil yang terjadi di balik kulit perut.

Walaupun penyakit ini menyebabkan rasa sakit namun karena merasa awam dengan penyakit hernia, maka banyak orang yang tidak memperhatikannya sehingga hernia dapat berubah menjadi penyakit yang fatal.

Hernia dapat terjadi pada siapa saja baik itu pria, wanita, dewasa maupun anak. Dengan mengenali penyakit hernia sejak dini, Anda akan dapat meminimalisir risiko yang lebih besar.

Berikut ulasan mengenai penyakit hernia, penyebab dan cara mengobati yang berhasil Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber Senin (4/3/2019).

Macam-Macam Hernia

Hernia adalah gangguan kesehatan akibat timbulnya benjolan pada tubuh karena terjadi tekanan dalam tubuh hingga menekan bagian otot atau jaringan disekitarnya. Hernia biasa juga disebut dengan turun berok. Penyakit ini biasanya muncul di area antara dada dan pinggul.

Ada 6 macam penyakit hernia yang sering terjadi di antaranya adalah:

1. Hernia inguinalis

Hernia inguinalis ditandai dengan usus atau kandung kemih menonjol melalui dinding perut di lipat paha. Penyakit ini paling umum terjadi terutama bagi para pria. Pria lebih berisiko mengalami hernia inguinalis.

2. Hernia femoralis

Hernia femoralis terjadi bila usus memasuki saluran yang dilalui pembuluh darah paha. Posisinya lebih sedikit ke bawah dari hernia inguinalis.

Benjolan yang terbentuk pun lebih kecil daripada hernia inguinalis. Hernia femoralis lebih umum terjadi pada wanita, khususnya wanita hamil atau dengan obesitas.

3. Hernia umbilikalis

Pada hernia umbilikalis, sebagian usus menembus dinding otot perut di sekitar pusar. Kondisi ini biasanya terjadi pada bayi baru lahir. Pada sebagian besar kasus, hernia ini menghilang sebelum bayi berusia 1 tahun. Operasi baru akan dilakukan apabila benjolan ini terus ada dan membesar sampai usia di atas 5 tahun.

4. Hernia insisional

Hernia ini terjadi ketika usus menembus dinding otot perut pada lokasi operasi yang pernah dilakukan. Hernia tipe ini kerap terjadi apabila luka operasi tidak sembuh sempurna, misalnya pernah mengalami infeksi setelah operasi. Hernia insisional biasanya terjadi dalam waktu 2 tahun setelah operasi dan kerap ditemukan pada orang lanjut usia atau dengan berat badan berlebih.

5. Hernia epigastrika

Hernia epigastrika terjadi ketika jaringan lemak menonjol melalui dinding perut, yang terletak di antara pusar dan bagian bawah tulang dada. Hernia tipe ini lebih umum terjadi pada pria daripada wanita.

6. Hernia hiatus

Hernia hiatus agak berbeda dengan tipe hernia lainnya. Pada hernia tipe ini, bagian atas lambung menonjol melalui hiatus, sebuah lubang pada diafragma.

Penyebab Penyakit Hernia

Hernia terjadi akibat adanya tekanan, lubang atau kelemahan pada otot. Tekanan ini akan mendorong jaringan melalui lubang atau titik lemah tersebut.

Kelemahan otot dapat dialami karena bawaan lahir, walaupun lebih sering terjadi pada kemudian hari. Karena itu, semua hal yang meningkatkan tekanan di dalam perut dapat menyebabkan penyakit hernia, tekanan tersebut dapat termasuk:

– Mengangkat benda berat

– Diare atau konstipasi

– Batuk atau bersin terus-menerus

Selain itu, kondisi berat badan berlebih, kehamilan,kekurangan gizi, dan merokok dapat memperlemah otot-otot sehingga hernia lebih mungkin terjadi.

Gejala Penyakit Hernia

Hernia memiliki gejala-gejala yang dapat diwaspadai. Gejala yang paling umum terjadi adalah benjolan atau pembengkakan di perut. Namun ada gejala lain yang perlu Anda perhatikan. Jika Anda mendapat gejala dibawah ini jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter.

1. Gangguan pencernaan

Hernia akan menyebabkan masalah perut yang mencakup kesulitan mencerna makanan, masalah pencernaan, sembelit, dan gangguan usus lainnya.

2. Sakit perut

Ada kasus hernia dimana penyakit ini akan menyebabkan rasa sakit di perut yang parah hingga Anda memerlukan bantuan medis sesegera mungkin.

3. Ketidaknyamanan di perut atau selangkangan

Selain rasa sakit di perut, hernia juga akan menimbulkan rasa sakit di selangkangan yang dikenal dengan kondisi hernia inguinalis atau femoralis. Rasa sakit ini menyerang setiap kali seseorang duduk atau membungkuk untuk mengangkat sesuatu.

4. Gangguan saraf

Hernia juga dapat menyebabkan rasa nyeri di bagian saraf. Misalnya hernia inguinalis yang dapat menyebabkan nyeri di kaki, skrotum (untuk pria), atau labia (untuk wanita).

Bila Anda memiliki hernia dan salah satu dari gejala di bawah terjadi pada Anda, segera datangi Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit terdekat:

– Nyeri hebat dan tiba-tiba pada hernia

– Mual dan muntah

– Sulit buang air besar atau buang angin

– Hernia menjadi keras, nyeri ketika disentuh, atau tidak dapat didorong masuk ke rongga perut

Cara Mengobati Penyakit Hernia

Pengobatan hernia yang biasa dilakukan adalah operasi. Namun, tidak semua kasus penyakit hernia harus dioperasi.

Operasi dianjurkan jika hernia menimbulkan gejala yang mengganggu atau semakin membesarnya benjolan. Operasi umumnya dilakukan oleh dokter bedah umum atau bedah digestif.

Angka kesuksesan operasi hernia mencapai lebih dari 95%, khususnya bila menggunakan teknik laparoskopi. Namun, tetap ada kemungkinan hernia kambuh kembali. Karena itu, sebelum memutuskan untuk operasi, diskusikan terlebih dulu dengan dokter segala manfaat dan risiko yang menyertainya.

Teknik operasi yang digunakan tergantung tipe, ukuran, dan lokasi hernia. Berikut adalah pilihan teknik operasi yang biasa dilakukan:

– Penjahitan bagian yang mengalami kelemahan

– Menggunakan jala (mesh) untuk memperbaiki kelemahan

– Teknik laparoskopi dengan sayatan minimal pada kulit

Hernia yang mengalami inkarserasi atau strangulasi membutuhkan penanganan segera. Biasanya dokter akan mencoba memijat hernia kembali ke dalam rongga perut. Bila tidak berhasil, operasi harus segera dilakukan.

Hernia umbilikalis pada bayi biasanya tidak dioperasi kecuali menetap hingga usia di atas 5 tahun, sangat besar, serta menimbulkan gejala atau mengalami strangulasi. Hernia ini kemungkinan membutuhkan operasi apabila lubang yang dilalui hernia berdiameter lebih dari 2 cm.

Hernia hiatus yang tidak menyebabkan gejala naiknya asam lambung, tidak perlu diobati. Bila terdapat gejala, dapat diresepkan obat-obatan untuk menurunkan asam lambung. Operasi baru akan dilakukan bila hernia hiatus besar dan menyebabkan gejala terus-menerus, atau bila hernia terjebak di dalam rongga dada. (lip6)

Editor : Salsa Nabila

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan

Cara Menurunkan Asam Urat, Ubah Pola Makan dan Gaya Hidup

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Asam urat adalah jenis radang sendi yang berkembang ketika kadar asam urat darah tinggi secara tidak normal. Asam urat membentuk kristal di persendian, seringkali di kaki dan jempol kaki, yang menyebabkan pembengkakan parah dan menyakitkan. Beberapa orang memerlukan obat untuk mengatasi asam urat, tetapi perubahan pola makan dan gaya hidup juga dapat […]

Read more
Kesehatan Makassar

DWP Unit Kerja Bapenda Makassar Gelar Bakti Sosial Pemeriksaan Kesehatan dan Donor Darah

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Makassar, unit kerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar melaksanakan bakti sosial pemeriksaan kesehatan dan donor darah yang diadakan di Kantor Bapenda, Rabu (7/2/2024). Kegiatan ini bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan RSUD Labuang Baji yang sejalan dengan program kerja Bidang Sosial Budaya DWP. Baksi […]

Read more
Ibu dan Anak Kesehatan Makassar SULSEL

Sekda Imbau Pentingnya Komitmen Penuh Stakeholder Tangani Penurunan Stunting

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pj Sekda Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra mengimbau agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk fokus berperan dalam aksi percepatan penurunan angka stunting di Kota Makassar. Hal itu diungkapkan saat memimpin Rapat Kordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Angka Stunting 2024 yang digelar di Ruang Sipakalebbi, Senin (5/2/2024). Ia menyampaikan perlunya komitmen dan upaya […]

Read more