Peringati Hari Dunia Menentang Pekerja Anak 12 Juni di Komunitas Matoa, Sejumlah Anak Terima Beasiswa

MAKASSAR, EDELWEISNEWS COM – Peringatan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak di Kota Makassar berlangsung dengan semangat kolaborasi lintas sektor, melibatkan berbagai elemen masyarakat, pemerintah, dan organisasi perlindungan anak, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran publik sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menghapus praktik pekerja anak.

Acara dibuka oleh drg. Ita Isdiana Anwar, M.Kes. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan yang mewakili Wali Kota Makassar.

“Mewakili Wali kota Makassar kami mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan keluarga untuk bersinergi dalam mencegah dan menghapus praktik pekerja anak. Anak-anak bukanlah tenaga kerja, melainkan generasi penerus bangsa yang harus memperoleh pendidikan, perlindungan, dan kesempatan untuk meraih cita-citanya,” jelas drg. Ita Isdiana Anwar.

Acara yang mengusung tema “Red Card to Child Labour: Fair Play for Children, Decent Work for Adults” atau “Kartu Merah untuk Pekerja Anak: Keadilan untuk Anak-anak, Pekerjaan Layak untuk Orang Dewasa” ini menegaskan pentingnya perlindungan hak anak serta penciptaan lingkungan yang aman dan layak bagi tumbuh kembang mereka.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulawesi Selatan dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum Perlindungan Anak Sulawesi Selatan, Andi Yudha Yunus, Direktur Jarak Indonesia, Maria Clara Bastiani serta Sekretaris TP PKK Kota Makassar, Faridah Kadir.

Dalam sambutannya, Andi Yudha Yunus menegaskan, bahwa praktik pekerja anak masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian bersama. Ia mengajak seluruh pihak untuk tidak hanya berhenti pada seremoni peringatan, tetapi juga mengambil langkah nyata dalam melindungi anak dari eksploitasi.

Senada dengan itu, Maria Clara Bastiani menekankan pentingnya peran komunitas dan keluarga dalam memastikan anak-anak mendapatkan haknya atas pendidikan dan perlindungan. Sementara itu, Faridah Kadir menyampaikan komitmen PKK Kota Makassar dalam mendukung program-program pemberdayaan keluarga guna mencegah keterlibatan anak dalam dunia kerja yang tidak layak.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Kecamatan Biringkanaya serta pemerintah setempat di Kelurahan Pai, Kelurahan Berua, dan Kelurahan Daya. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak di tingkat akar rumput.

Partisipasi masyarakat terlihat dari kehadiran empat komunitas, yakni Komunitas Daeng Ramang Lorong Tujuh, Komunitas Sanrangan, Komunitas Telkom Mas, dan Komunitas Daeng Matoa.

Kehadiran mereka menunjukkan bahwa gerakan perlindungan anak telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.
Selain itu, dalam peringatan ini juga dilakukan penyerahan beasiswa kepada anak-anak sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlanjutan pendidikan.

Beasiswa diberikan kepada 7 siswa tingkat SD masing-masing sebesar Rp3.000.000, 3 siswa tingkat SMP masing-masing sebesar Rp5.000.000, dan 1 siswa tingkat SMA sebesar Rp7.000.000. Program beasiswa ini didukung oleh Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Bayan Peduli, dan Lembaga Perlindungan Anak Sulawesi Selatan.

Tidak hanya itu, Tim Penggerak PKK Kota Makassar turut memberikan bantuan berupa 50 paket baju seragam sekolah kepada anak-anak penerima manfaat. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus mendorong anak-anak untuk tetap bersekolah.

Suasana kegiatan semakin meriah dengan penampilan Kak Reni sebagai pendongeng yang memberikan edukasi melalui cerita inspiratif kepada anak-anak. Selain itu, layanan perpustakaan keliling yang didukung oleh Dinas Perpustakaan Kota Makassar turut hadir untuk meningkatkan minat baca anak-anak.

Di tengah rangkaian acara, juga digelar talk show yang disiarkan secara langsung melalui RAZ FM. Talk show ini menghadirkan Sekretaris TP PKK Kota Makassar sebagai narasumber dengan materi “Peran PKK dalam Mewujudkan Hak Anak di Kota Makassar”.

Narasumber kedua, Maria Clara Bastiani, Direktur Jarak Indonesia, membawakan materi tentang “Peran Organisasi Masyarakat Sipil dalam Penghapusan Pekerja Anak”. Kegiatan talk show ini dipandu oleh Ruby dan berlangsung interaktif dengan melibatkan partisipasi pendengar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat semakin meningkat untuk bersama-sama memberikan “kartu merah” kepada praktik pekerja anak, sekaligus memastikan setiap anak di Makassar mendapatkan haknya untuk bermain, belajar, dan tumbuh dalam lingkungan yang aman, layak, dan penuh kasih. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL TNI / POLRI

Pererat Soliditas dan Silaturahmi, Pangdam XIV/Hasanuddin Terima Kunjungan Kapuspalad di Makodam

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menerima kunjungan silaturahmi Kepala Pusat Peralatan Angkatan Darat (Kapuspalad) Mayjen TNI Haripto Seno Budi, S.Sos., bertempat di Ruang Tamu Pangdam, Makodam, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Senin (10/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi dan sinergi di lingkungan TNI Angkatan Darat. […]

Read more
Makassar SULSEL

Pemkot Makassar Perketat Penataan Reklame, 12 Ruas Jalan Dilarang Pasang Reklame Insidentil

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar, melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus memperkuat penataan reklame di titik wilayah kota. Kebijakan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap kewajiban pajak dan pendapatan daerah, tetapi juga untuk menjaga estetika serta menciptakan wajah Kota Makassar yang lebih tertib dan menarik. Kepala Bapenda Makassar, Andi Asminullah, mengatakan, penataan […]

Read more
Makassar SULSEL TNI / POLRI

Perkuat Sinergi Lintas Sektoral, Kapolda Sulsel Pimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapan Menghadapi Karhutla

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H memimpin Apel Gelar Pasukan dalam rangka kesiapan menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, Selasa (11/08/2026), sebagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta memperkuat sinergi lintas […]

Read more