Perpustakaan SD Inpres Baraya 1 Kembangkan Kegiatan Literasi dan Seni di Sekolah

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Pasca Akreditasi, Perpustakaan Cerdas SD Inpres Baraya 1 Kota Makassar terus menggalakkan kegiatan literasi di sekolah. Salah satunya menggelar acara Festival Literasi dan Seni selama 2 hari yakni, Senin dan Selasa, tanggal 20 dan 21 Maret 2022 di halaman sekolah.

“Alhamdulillah, mulai tahun ini ada 4 kegiatan literasi kami yang didukung dana BOS sekolah, yakni 2 event skala besar dan 2 event yang skala kecil. Untuk yang besar dilaksanakan di bulan Maret dan Agustus, dan hari ini salah satunya even skala besar yang kami kemas dalam acara Festival Literasi dan Seni,” terang Kepala Perpustakaan Sekolah, Muh Riskal.

Perpustakaan Cerdas SD Inpres Baraya 1 Kota Makassar pada tahun 2022 lalu telah dinyatakan sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP) dan memperoleh sertifikat Akreditasi A dari Perpustakaan Nasional RI. SD Inpres Baraya 1 adalah 1 dari 36 Sekolah SD dan SMP di Kota Makassar yang penyelenggaraannya sesuai Standar.

“Saya sangat bersyukur karena semua perpustakaan sekolah yang telah memperoleh akreditasi mulai mengembangkan kegiatan literasinya. Ini yang kami harapkan, karena kalau perpustakaannya sudah sesuai standar maka perannya dan keberlanjutannya adalah mengisi dengan kegiatan literasinya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah,” ungkap Tulus Wulan Juni Pustakawan Dinas Perpustakaan Kota Makassar.

Mewakili Kadis Perpustakaan Makassar Tenri.A. Palallo, Sekretaris Dinas Perpustakaan Makassar, Andi Mappanyukki saat memberi sambutan pada acara Pembukaan Festival Literasi dan Seni SD Inpres Baraya 1 Makassar sangat mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan tersebut luar biasa sebagai tindak lanjut pasca akreditasi dengan pengembangan kegiatan literasi di sekolah.

“Literasi bukan hanya membaca saja tetapi bisa literasi budaya melalui pertunjukan seni tari daerah yang dilombakan pada hari ini. Dan uniknya kelas 1 SD sudah diperkenalkan dan mulai mahir menari. Ini semua berkat kerjasama yang baik dari guru dan orang tua siswa. Semoga kegiatan ini terus dikembangkan dan menjadi contoh Perpustakaan Sekolah yang lain yang telah terakreditasi,” ujar Andi Uki, sapaannya.

Festival Literasi dan Seni kali ini memperlombakan Lomba Baca Puisi dan Lomba Tari. Acara pembukaan dihadiri dari unsur Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Dinas Pendidikan Kota Makassar, Kecamatan Tallo dan Kelurahan setempat, pengawas sekolah dan seluruh warga sekolah.

Kepala Sekolah, Ilyanti Ily mengatakan, bahwa kegiatan ini juga sebagai upaya mendukung program Pemerintah Kota Makassar yakni 18 Revolusi Pendidikan, yang didalamnya ada target 1 anak 1 bakat dan 1 anak 1 tari dan kegiatan ini juga selaras dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila khususnya di SD Inpres Baraya 1 Makassar. (TWJ)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar Olahraga SULSEL

IPSI Makassar Optimistis Raih Prestasi di Porprov Sulsel XVIII, 19 Atlet Siap Bertarung

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Kontingen Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat Kota Makassar siap mengharumkan nama daerah pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII 2026 yang berlangsung di Kabupaten Wajo dan Bone, 7–14 November 2026. Melalui Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar, sebanyak 19 atlet terbaik dipersiapkan untuk berlaga pada 13 nomor pertandingan. Kontingen […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Munafri Ajak Gojek Jadi Pelopor Tertib Berlalu Lintas di Makassar

MAKASSAR, EDELWEIS.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta Gojek ikut mengambil peran aktif dalam mengkampanyekan tertib berlalu lintas, khususnya melalui edukasi kepada para mitra pengemudi. Hal tersebut disampaikan Munafri saat menerima audiensi jajaran Gojek yang dipimpin Vice President Operations Gojek, Gede Manggala, di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Makassar, Jumat (6/11/2026). Munafri berharap Gojek […]

Read more
Artikel Makassar SULSEL

Industri Musik di Makassar : Dari WR Soepratman, Ho Eng Djie, hingga Ridwan Sau

Oleh: Rusdin Tompo (Penulis, dan Koordinator Satupena Sulawesi Selatan) Industri rekaman di Makassar memiliki sejarah yang panjang. Kita mesti melacaknya sejak aktivitas rekam-merekam musik yang diyakini sudah ada di Indonesia, khususnya di Batavia dan Surabaya, sejak zaman kolonial Belanda. Gramafon Columbia serta peralatan studio rekaman yang dibawa ke Hindia Belanda awal abad ke-20, dianggap sebagai […]

Read more