Prof Ahmad M Sewang: Saya Menulis Bukan untuk Komersialisasi

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – “Menulis itu mesti jadi hobi, biar rutin dilakukan,” kata Prof Ahmad M Sewang, yang bulan ini genap berusia 71 tahun.

Pria kelahiran Pambusuang, Polman, Sulbar, 11 Agustus 1952 itu, berbincang tentang aktivitas menulisnya dengan Rusdin Tompo, Koordinator Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (7 Agustus 2023,). Ahmad M Sewang sengaja mengundang Rusdin Tompo ke rumahnya di Kompleks Griya Fajar Mas Blok K/22, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, pagi itu memberikan 3 judul buku yang ditulisnya kepada Rusdin Tompo. Ketiga buku itu, masing-masing “Kontroversi Maulid Nabi Muhammad Saw dan Ucapan Selamat Merayakan Natal Nabi Isa as” (2023), “Persatuan Umat dan Saling Memahami Perbedaan” (2020), dan buku “Rihlah ke Mancanegara” (2023).

“Saya menulis dan menerbitkan buku bukan untuk komersil,” ungkapnya.

Prof Ahmad M Sewang memang rutin membagikan tulisan-tulisannya di berbagai platform media sosial. Tulisannya, antara lain, kerap dibagikan di grup WhatsApp Satupena Sulawesi Selatan. Di organisasi ini, ia merupakan salah seorang Dewan Penasihat.

Diakui, untuk rutin menulis seperti itu juga tidak mudah. Karena dia kadang mesti mengingat kejadian-kejadian yang sudah lampau. Jadi sering ia bertanya pada temannya terkait ketepatan tanggal kejadiannya.

Ahmad M Sewang sudah menerbitkan sejumlah buku. Dia menulis “Autobiografi Di Mana Ada Kemauan Di Situ Ada Jalan” (2017), “Islamisasi Kerajaan Gowa (Pertengahan Abad XVI Sampai Pertengahan Abad XVII)” (2005), Hubungan Agama dan Negara (Pemikiran Politik Buya Hamka)” (2011), dan “Peranan Orang Melayu dalam Perkembangan Islam di Sulawesi Selatan” (2013).

Selain menerbitkan buku-buku yang mengupas sejarah Islam, dan buku tema keagamaan, pria yang pernah mendapat beasiswa penelitian dan studi metodologi sejarah di Leiden University, Belanda, ini juga menerbitkan buku Antologi Puisi “Selalu Ada Jalan Keluar” (2015). Ia begitu bersemangat kalau berbicara tema keagamaan dan keberagaman, yang tercermin pula dalam tulisan-tulisannya.

Berbagai seminar skala internasional dan study tour sudah pernah diikuti, antara lain di Prancis, Iran, Mesir, Australia, Malaysia, Brunei, Italia, Amerika Serikat, Belgia, Jerman, Swiss, Inggris, Spanyol dan Jepang. Ada sekira 14 negara yang sudah dikunjungi.

“Sesuai cita-cita di masa kanak-kanak, akhirnya lima benua sudah saya kunjungi,” terangnya.

Meski produktif menulis, Ahmad M Sewang juga dikenal aktif berorganisasi. Ia merupakan Ketua Umum DPP IMMIM, Ketua Dewan Pakar ICMI, Asosiasi Profesor Indonesia (API), dan pengurus di Al-Markaz Alslami.Ahmad M Sewang yang meraih gelar doktor pada bidang Sejarah Peradaban Islam di IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, itu mendorong siapa saja untuk menulis.

Dia sendiri, katanya, sudah menyediakan dana untuk menulis dan menerbitkan buku-bukunya. Menariknya lagi, dia cenderung tidak mengkomersilkan buku-bukunya itu, biar semakin banyak orang membaca gagasan dan pemikirannya.

“Saya senang juga kalau teman-teman di Satupena rajin menulis,” katanya memberi motivasi. (Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Rusdi Masse Serahkan Penghargaan IMI Awards 2025, Dari Pembalap Cilik hingga Penghormatan untuk Awhin Sanjaya

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Selatan sukses menggelar IMI Awards 2025 yang berlangsung di Ballroom Kirana Building, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Sabtu malam (21/2/2025). Kegiatan bergengsi ini dihadiri langsung Ketua IMI Sulsel, Rusdi Masse serta diikuti para pembalap, penyelenggara event, yang berada dii bawah naungan federasi internasional seperti Fédération Internationale de […]

Read more
Makassar SULSEL

Dirjen Otonomi Daerah : Ramadhan Leadership Camp Sulsel Bisa Jadi Contoh Nasional Penguatan Sinergi Pusat dan Daerah

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Penguatan kepemimpinan aparatur sipil negara tidak hanya berbicara tentang kapasitas individu, tetapi juga tentang kemampuan menyelaraskan arah kebijakan nasional dan daerah.  Inilah makna strategis yang mengemuka dalam pelaksanaan Ramadhan Leadership Camp Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026, yang dinilai sebagai langkah konkret memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam kerangka Asta Cita. Direktur Jenderal […]

Read more
Makassar SULSEL

Tudang Sipulung Bosowa, Appi Tekankan Pentingnya Sinergitas Membangun Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajak dunia industri dan perguruan tinggi untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun Kota Makassar secara berkelanjutan. Ajakan tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri kegiatan Tudang Sipulung Bosowa yang dirangkaikan dengan buka puasa dan tarawih bersama di Gedung Balai 45, Kampus Unibos Makassar, Minggu (22/2/2026). Kegiatan itu turut dihadiri […]

Read more