Prof Sukri : Daerah yang Dinyatakan Berisiko Covid – 19 Sudah Saatnya di Lockdown

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Banyak negara yang telah melakukan kebijakan lockdown atas meningkatnya risiko penularan Covid-19, baik dalam konteks global, nasional maupun wilayah-wilayah tertentu.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes, MSc.PH, PhD, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin kepada Edelweisnews.com mengatakan, bahwa istilah lockdown ini tidak terlalu banyak dokumen WHO yang menjelaskan tentang itu, cukup terbatas. Lockdown diambil dari Bahasa Inggris, artinya adalah terkunci atau kuncian.

“Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Corona atau COVID-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara. Tujuan mengunci suatu wilayah ini agar virus corona tidak menyebar lebih jauh lagi. Jika suatu daerah dikunci atau dilockdown, maka semua fasilitas publik harus ditutup. Sekolah, transportasi umum, tempat umum, perkantoran, bahkan pabrik harus ditutup dan tidak diperkenankan beraktivitas. Aktivitas warganya pun dibatasi, bahkan ada negara yang memberlakukan jam malam,” terang Prof. Sukri.

Ada beberapa kata yang relevan dengan lockdown itu dalam konteks kesehatan masyarakat, yaitu upaya dari pengurangan risiko penularan. Misalnya, menurut WHO salah satu upaya untuk mengurangi dari penularan kasus corona ini adalah hindari bepergian jika Anda demam atau batuk, dan jika Anda sakit saat dalam penerbangan, segera beri tahu kru.

“Begitu Anda tiba di tujuan, hubungi ahli kesehatan dan beri tahu mereka di mana Anda pernah berada. Jika Anda merasa tidak sehat, tinggal di rumah dan hubungi dokter atau profesional kesehatan setempat. Jika Anda sakit, tinggal di rumah, dan makan dan tidur secara terpisah dari keluarga Anda, gunakan peralatan dan peralatan makan yang berbeda untuk makan,” imbuh Prof Sukri.

Presiden mengatakan, bahwa bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah dari rumah. Ini adalah bentuk-bentuk dari lockdown dalam pengertian parsial atau setting yang lebih kecil.

Apakah lockdown (karantina massal terhadap kota-kota atau negara) itu mendesak dilakukan dalam upaya mengurangi risiko penularan Covid-19 di Indonesia? Prof. Sukri mengatatan iya, mengapa ini penting? Dari sisi magnitude (jumlah kasus), terakhir WHO per 16 Maret 2020 terdapat 164.837 kasus corona dengan kematian sudah mencapai 6.470 kasus.

Jumlah kasus ini jauh lebih tinggi dari jumlah penduduk Selayar, Palopo dan Parepare. Alasan kedua, dari sisi spread and distribution, sekarang tercatat sekitar 141 negara termasuk Indonesia dengan jumlah 117 kasus. Ini adalah penyakit menular dan sangat berisiko.

Data risiko dan kematian di depan mata. Jangan biarkan rakyat jadi korban, jangan biarkan rumah sakit penuh dengan kasus corona, jangan biarkan para dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya di rumah sakit dan Puskesmas jadi korban. “Ini adalah cara berpikir gagal jika pemerintah atau petugas kesehatan menunggu pasien corona. Inilah prinsip kesehatan masyarakat yang harus dimaksimalkan yaitu mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Jika belajar dari negara lain, yaitu banyak negara yang sudah melakukan kebijakan lockdown karena menyadari risiko ini dan ini harus dilakukan secara simultan oleh banyak negara,” katanya.

Selain itu, juga tingginya tuntutan masyarakat dan berbagai kelompok profesi dan sebagainya. Di Indonesia sudah perlu dilakukan lockdown pada beberapa provinsi dan kabupaten/kota terutama pada daerah yang sudah dinyatakan berisiko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

55 Lapak PKL di Tamalate Direlokasi, Terungkap Dugaan Sewa Lahan Fasum Selama 30 Tahun

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM. – Pemerintah Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketertiban dan fungsi ruang publik. Penertiban terhadap bangunan lapak liar yang berdiri di atas trotoar dan menutup saluran drainase kembali digelar, sebagai bagian dari upaya menciptakan kota yang tertata, aman, dan nyaman bagi seluruh warga. Puluhan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini […]

Read more
Makassar SULSEL

Ikuti Edaran 3 Menteri, Disdik Makassar Sesuaikan Libur Ramadhan dan Idulfitri 2026

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Dinas Pendidikan Kota Makassar telah merilis jadwal libur Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah Tahun 2026 bagi seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP se-Kota Makassar. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 400.3.5/60/Disdik/II/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Bulan Suci Ramadan 1447 H Tahun Pelajaran 2025/2026. Surat edaran ini menjadi pedoman […]

Read more
Gowa SULSEL

Marak Hipnotis di Toko HP, Perintis Presisi Polres Gowa Beri Edukasi ke Pelaku Usaha

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Maraknya aksi hipnotis yang menyasar pemilik usaha kecil, khususnya counter handphone, menjadi perhatian serius jajaran Perintis Presisi Sat Samapta Polres Gowa. Guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas, personel Perintis Presisi turun langsung menyambangi sejumlah counter HP di wilayah Kabupaten Gowa, Minggu (15/2/2026) malam. Dalam kegiatan tersebut, personel melaksanakan patroli dialogis sekaligus memberikan edukasi […]

Read more