Puluhan Penumpang KM Nurul Salsa yang Tenggelam di Kepulauan Selayar Belum Ditemukan

SELAYAR, EDELWEISNEWS.COM – Tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, menjadi duka mendalam bagi masyarakat Kepulauan Selayar. Hingga memasuki hari keempat pencarian, puluhan penumpang dilaporkan masih belum ditemukan setelah kapal tersebut tenggelam pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.

Musibah ini tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga korban, tetapi juga menggugah solidaritas masyarakat di seluruh wilayah Kepulauan Selayar. Sejak kabar kapal mengalami kerusakan mesin hingga akhirnya tenggelam, keluarga penumpang terus menanti dengan penuh harap agar orang-orang tercinta mereka dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu tragedi pelayaran rakyat terbesar yang dialami Kepulauan Selayar dalam beberapa tahun terakhir. Doa dan dukungan terus mengalir dari berbagai pulau agar seluruh korban yang masih hilang segera ditemukan, sementara keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.

Wakil Rakyat Kepulauan Selayar, Arsyil Ihsan, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut. Menurutnya, tragedi ini merupakan duka bagi seluruh masyarakat Selayar.

“Duka ini adalah duka seluruh masyarakat Kepulauan Selayar. Semoga operasi pencarian berjalan lancar dan seluruh korban yang masih belum ditemukan dapat segera ditemukan. Ini sudah hari keempat, tentu harapan kita proses pencarian oleh pihak-pihak terkait dapat berjalan maksimal,” ujar Arsyil di Pelabuhan Benteng, Jumat (17/7/2026).

Arsyil mengaku terus memantau perkembangan operasi pencarian dan menjalin komunikasi dengan keluarga korban, termasuk yang berada di Pulau Jampea.

“Saya terus memonitor perkembangan pencarian. Komunikasi dengan keluarga di Pulau Jampea juga terus berjalan,” katanya.

Meski belum ingin memberikan banyak komentar terkait penyebab maupun penanganan insiden tersebut, Arsyil menilai proses pertolongan perlu menjadi bahan evaluasi agar respons terhadap kejadian serupa dapat dilakukan lebih cepat dan efektif di masa mendatang.

Ia juga mengapresiasi peran berbagai pihak yang terlibat dalam operasi pencarian, termasuk insan pers yang terus menyampaikan informasi dan perkembangan di lapangan kepada masyarakat.

Menurutnya, tragedi KM Nurul Salsa mengingatkan publik pada musibah tenggelamnya KM Lestari Maju yang pernah menjadi perhatian nasional. Karena itu, ia berharap peristiwa ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan pelayaran, sistem tanggap darurat, serta koordinasi penyelamatan di wilayah Kepulauan Selayar agar tragedi serupa tidak kembali terulang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Pemkot Makassar Perketat Penataan Reklame, 12 Ruas Jalan Dilarang Pasang Reklame Insidentil

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar, melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus memperkuat penataan reklame di titik wilayah kota. Kebijakan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap kewajiban pajak dan pendapatan daerah, tetapi juga untuk menjaga estetika serta menciptakan wajah Kota Makassar yang lebih tertib dan menarik. Kepala Bapenda Makassar, Andi Asminullah, mengatakan, penataan […]

Read more
Makassar SULSEL TNI / POLRI

Perkuat Sinergi Lintas Sektoral, Kapolda Sulsel Pimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapan Menghadapi Karhutla

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H memimpin Apel Gelar Pasukan dalam rangka kesiapan menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, Selasa (11/08/2026), sebagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta memperkuat sinergi lintas […]

Read more
Luwu Utara SULSEL

Upgrading Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Luwu Utara : Menggali Perempuan, Menjaga Kohati

LUWU UTARA, EDELWEISNEWS.COM – Perempuan kembali menjadi bahan percakapan. Tetapi kali ini, ia tidak ditempatkan sebagai objek yang hanya hadir untuk dibicarakan. Ia dipanggil sebagai manusia—dengan pikiran, kehendak, pengalaman, dan hak untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Senin sore, Sekretariat PGRI Kabupaten Luwu Utara menjadi ruang bagi pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Luwu Utara untuk […]

Read more