Puluhan Tahun Bertahan, PKL di Mappayukki–Garuda–Rajawali Bongkar Lapak Secara Mandiri

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Setelah puluhan tahun bertahan di lahan fasilitas umum (Fasum), antara trotoar dan badan jalan, deretan lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Mappayukki, Kecamatan Mariso, akhirnya memilih menutup satu bab panjang perjalanan mereka.

Bukan karena paksaan, melainkan kesadaran bersama untuk menata ulang wajah kota, tujuh lapak dibongkar secara mandiri, menyisakan jejak kenangan sekaligus harapan baru.

Pemandangan serupa juga terlihat di Jalan Garuda dan Jalan Rajawali, sebanyak 16 lapak yang selama ini berdiri di atas drainase dan memakan badan jalan, perlahan dibongkar oleh pemiliknya sendiri.

Lapak-lapak PKL yang telah menjadi bagian dari denyut ekonomi warga selama puluhan tahun itu kini berganti menjadi ruang terbuka yang lebih tertib dan fungsional.

Camat Mariso, Andi Syahrir, mengungkapkan, bahwa kesadaran warga menjadi kunci utama keberhasilan penertiban tanpa konflik tersebut.

“Jadi, pedagang yang bongkar mandiri lapaknya, di Jalan Mappanyuki ada 7 lapak, Jalan Garuda ada delapan lapak. Dan pembongkaran mandiri juga di jalan Rajawali ada delapan lapak,” jelasnya, Rabu (8/4/2026).

Langkah ini bukan sekadar penertiban, tetapi menjadi simbol perubahan pola pikir, bahwa keteraturan kota dapat dimulai dari kesadaran warganya.

Di balik pembongkaran itu, tersimpan cerita panjang tentang perjuangan, adaptasi, dan kini, kesiapan untuk bertransformasi menuju tata kota yang lebih rapi, aman, dan manusiawi.

Momen ini pun menjadi penanda bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat bukanlah hal utopis.

Ketika kesadaran tumbuh dari dalam, perubahan besar dapat terjadi tanpa konflik, menghadirkan wajah baru Kota Makassar yang lebih tertata tanpa menghapus jejak sejarah para pelaku usaha kecil di dalamnya.

Syahrir menegaskan, pendekatan yang dilakukan pihak kecamatan bersama kelurahan tidak mengedepankan penindakan, melainkan komunikasi yang intensif dan menyentuh sisi kemanusiaan para pedagang.

“Metode ini efektif, sehingga para PKL dapat menerima penataan kawasan dengan baik,” ungkapnya.

Menurutnya, pembongkaran mandiri ini tidak lepas dari tahapan yang telah dilakukan sebelumnya, mulai dari penyampaian surat peringatan hingga pendekatan langsung kepada pedagang.

“Kami sudah melayangkan SP3, kemudian melakukan pendekatan persuasif dan humanis kepada pedagang yang berjualan di atas trotoar dan drainase,” ungkapnya.

Ditambahkan, langkah penertiban ini bertujuan mengembalikan fungsi fasilitas umum seperti trotoar dan bahu jalan agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.

“Selain itu, upaya ini juga untuk menciptakan kenyamanan, meningkatkan keamanan, serta memperlancar arus lalu lintas di kawasan tersebut,” terangnya.

Pembongkaran lapak pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Kecamatan Mariso, terus berlanjut dengan pendekatan persuasif dan humanis.

Upaya ini membuahkan hasil, di mana para pedagang secara sukarela membongkar lapak yang selama ini berdiri di atas trotoar, drainase, hingga bahu jalan.

Ke depan, penertiban serupa akan dilanjutkan di sejumlah wilayah lain di Kecamatan Mariso, di antaranya Kelurahan Kunjung Mai, Kelurahan Mariso, Kelurahan Panambungan, dan Kelurahan Lette.

Pemerintah kecamatan Mariso memastikan, pendekatan yang sama tetap akan dikedepankan agar proses penataan berjalan kondusif dan tanpa gesekan.

“Penertiban ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menata kawasan perkotaan agar lebih tertib, nyaman,” tuturnya.

“Dan ramah bagi seluruh pengguna jalan, tanpa mengabaikan aspek sosial dan keberlangsungan usaha masyarakat kecil,” sambung Syahrir. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Sekolah Tanpa Warna: Dari Pedalaman Kalimantan Timur, Musakkir Basri Merawat Harapan Pendidikan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM -.Di tengah hutan Busang–Long Nyelong, sebuah sekolah sederhana menyimpan pelajaran yang tak selalu ditemukan dalam kurikulum. Dari tempat itulah Musakkir Basri merangkai catatan perjalanan seorang guru dalam buku Sekolah Tanpa Warna, terbitan KALIPUSTAKA. Pendidikan kerap dipamerkan melalui angka-angka, gedung-gedung megah, ruang kelas yang nyaman, dan teknologi yang terus diperbarui. Di atas meja perumusan […]

Read more
Jakarta Makassar SULSEL

Lontara+ Jadi Andalan Transformasi Digital Makassar, 92 Persen Pengaduan Warga Tuntas

JAKARTA, EDELWEISNEWS COM — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat transformasi digital melalui integrasi layanan publik, pengelolaan data terpadu, dan sistem pemantauan kinerja pemerintahan. Salah satu inovasi yang menjadi andalan adalah super app Lontara+, yang dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan pemerintah dalam satu platform. Strategi tersebut dipaparkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota […]

Read more
Makassar SULSEL

Kapolri : Commander Wish Jadi Pedoman Personel dalam Melayani Masyarakat

JAKARTA, EDELWEISNEWS.COM – Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., melalui Commander Wish menegaskan, bahwa setiap anggota Polri harus senantiasa memahami masyarakat, bekerja untuk masyarakat, dan menyelesaikan persoalan bersama masyarakat. Arahan tersebut menjadi pedoman bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas kepolisian yang berorientasi pada kebutuhan dan kepentingan masyarakat. “Setiap anggota Polri […]

Read more