SD Inpres Cilallang Rencanakan Program Inovasi PUSAKA

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Upaya pemajuan kebudayaan mesti dilakukan sejak dini di sekolah dasar (SD). Termasuk bagaimana melestarikan bahasa dan aksara daerah. Juga kegiatan-kegiatan sastra yang perlu pula dikembangkan di kalangan anak-anak.

Beberapa pemikiran ini jadi alasan SD Inpres Cilallang berencana mengembangkan program inovasi PUSAKA, akronim dari Pemberdayaan bUdaya, bahaSA, Keaksaraan dan sAstra.

Kepala UPT SPF SD Inpres Cilallang, Dra Hj Hasniah, menjelaskan, melalui program inovasi ini murid-muridnya sejak dini akan mencintai budaya daerahnya dengan terbiasa menggunakan bahasa daerah, membaca karya-karya sastra, serta memahami aksara lontaraq, sebagai warisan budaya Sulawesi Selatan.

Ditambahkan, selama ini ada pembelajaran aksara lontaraq tapi diajarkan oleh guru kelas. Tidak ada guru khusus terkait aksara lontaraq. Namun persoalannya, tidak semua guru kelas juga bisa memberikan pembelajaran aksara lontaraq.

Terkait kegiatan budaya, biasa dilakukan saat pementasan kreativitas seni, menari ganrang bulo dan lain-lain. Jajanan tradisional juga dihadirkan, terutama saat perayaan Hari Kebudayaan Kota Makassar, yang diperingati tanggal 1 April.

Sekolah yang berada di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, ini punya potensi guru yang cukup besar di bidang seni. Karena ada guru yang berpengalaman dan berlatar belakang aktif di sanggar seni.

Hasniah yang jadi kepala sekolah di SD Inpres Cilallang sejak 2016, sangat ingin mengembangkan program inovasi. Dia kemudian mengajak Rusdin Tompo, aktivis Sekolah Ramah Anak (SRA) dan pegiat literasi berdiskusi tentang rencana program inovasinya itu.

Dalam program yang direncanakan itu, akan melibatkan para guru, diantaranya Suprawati, S.Pd, wali kelas 4B, dan Rusniati, S.Pd, wali kelas 3B.

Rusniati mengatakan, dia dahulu juga pernah mengajar aksara lontaraq, sebelum ada guru bahasa daerah. Ditambahkan, memang perlu selalu mengajarkan aksara lontaraq bagi anak-anak supaya mereka tidak lupa. Katanya, untuk bahasa daerah relatif mudah tapi aksara lontaraq agak sulit. Apalagi ini anak-anak di kota. Bahasa daerah yang dipahami anak-anak juga hanya berupa istilah-istilah umum, dalam komunikasi sehari-hari. Rusniati menilai, budaya tabe’nya anak-anak masih bagus.

Dalam diskusi dengan Rusdin Tompo, disarankan agar melakukan survei dengan membuat kuesioner tentang kebiasaan anak-anak berbahasa daerah atau bahasa ibu, dan pemahaman anak akan aksara lontaraq. Hasil survei akan jadi data base dalam pengembangan program.

Perlu juga dibentuk Tim PUSAKA yang di-SK-an kepala sekolah. Dalam unsur tim juga tergambar stakeholder yang melibatkan partisipasi orangtua. Pelaksanaan program bisa dikerjakan sendiri oleh guru atau dengan melibatkan seniman, budayawan, akademisi atau pegiat literasi.

Untuk mendukung program, perlu pula melakukan program sentuh pustaka, dengan melibatkan Dinas Perpustakaan Kota Makassar. Juga organisasi perangkat daerah lain, seperti Dinas Pariwisata Kota Makassar, Dinas Pendidikan Kota Makassar, dan Dinas Pendidikan Kota Makassar. (*)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Kanal Panampu Al-Markaz Bakal Direvitalisasi, Appi: Bisa Jadi Jalur Alternatif dan Wisata Baru

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut inisiasi kolaboratif revitalisasi Kanal Panampu di kawasan Masjid Al-Markaz Al-Islami. Rencana tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Wilayah Sulawesi dan Maluku (Suma), Azri Rasul, di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Makassar, Rabu (30/9/2026). Pertemuan strategis tersebut turut dihadiri oleh Kepala Balai Besar […]

Read more
Lingkungan Makassar SULSEL

Pusdal LH Suma Puji Perubahan TPA Tamangapa: Sebut Sanksi Administratif Berpeluang Dicabut

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku (Pusdal LH Suma), Dr. Azri Rasul mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Makassar dalam membenahi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang. Menurut Azri, pembenahan yang dilakukan di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menunjukkan perkembangan signifikan, terutama dalam penataan landfill, pengelolaan air lindi, hingga pemanfaatan […]

Read more
Makassar SULSEL

Cinta Tak Perlu Mahal, Pemkot Makassar Siapkan Nikah Gratis untuk 210 Pasangan, Daftar Lewat Lontara+

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Kabar baik datang dari Pemerintah Kota Makassar, dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar tahun 2026. Pemkot menyiapkan nikah massal gratis untuk 210 pasangan atau 420 orang. Lewat Dinas Sosial menghadirkan program nikah massal yang menyasar masyarakat kurang mampu, yang selama ini terkendala biaya maupun administrasi untuk melangsungkan dan mencatatkan […]

Read more