Sidak Dua SMA di Takalar, Lies F Nurdin: Toiletnya Dapat Nol Semua

TAKALAR, EDELWEISNEWS.COM – Bersama rombongan TP PKK Sulawesi Selatan, Lies F. Nurdin dan Kepala Biro Kesejahteraan Provinsi Sulawesi Selatan melakukan sidak kedua sekolah yang ada di Kabupaten Takalar, yakni SMAN 2 Takalar dan SMAN 7 Takalar pada Kamis, 28 November 2019.

Tanpa pemberitahuan sebelumnya ke sekolah-sekolah yang akan disidak, Lies dengan sigap memasuki sekolah dan melihat langsung kondisi belajar mengajar di kelas.

“Ya, kami pagi ini keliling ke SMA 2 dan SMA 7 Takalar untuk melihat langsung kondisi sekolah apa adanya,” terang Lies F Nurdin selaku Ketua TP PKK Provinsi Sulsel.

Pada sidak kali ini, Lies yang juga didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Takalar, tak hanya melihat kondisi para siswa di kelas. Istri dari Nurdin Abdullah ini memeriksa langsung kondisi toilet, kantin dan UKS di dua Sekolah Menengah Atas tersebut.

Hasilnya, masih ditemukan kondisi toilet dan UKS yang kurang layak pakai, serta variasi makanan yang dijajakan di kantin masih butuh pembinaan.

“Tadi kita lihat toiletnya tidak ada yang layak, kotor semua. Toiletnya dapat nol semua. Saya sudah lapor ke Pak Kadis tolong agar kepala sekolahnya dibina. Memang air kurang, tetapi kita harus mencoba bagaimana agar kebersihan tetap terjaga,” pungkasnya.

Dosen Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas ini juga mengatakan, bahwa sidak ke sekolah-sekolah merupakan wujud nyata kehadiran PKK ke masyarakat, agar bisa membantu para orangtua untuk mengawasi anak-anak mereka di sekolah. Mulai dari memperhatikan makanan-makanan yang dikonsumsi para siswa di kantin sekolah.

“Apakah makanannya banyak mengandung MSG atau zat pewarna, hingga memperhatikan hal penunjang kenyamanan siswa lainnya seperti toilet dan UKS. Saya memang bicara agak tegas ke kepala sekolah tadi. Saya berbicara begitu karena saya mau ada perubahan di sekolah,” imbuh Lies.

Pada kesempatan ini, Kepala Biro Kesejahteraan Provinsi Sulsel, Suherman mengajak sejumlah pihak terkait untuk gotong royong memperhatikan sekolah-sekolah. “Ayo kita sama-sama perbaiki fasilitas untuk anak-anak kita supaya anak-anak kita belajarnya tenang dan nyaman,” ucap Suherman.

Guna merelisasikan lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman, TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Biro Kesra Sulsel memberikan sejumlah bantuan berupa alat kebersihan, Al-quran, sepuluh dispenser dan juga seratus bibit pohon buah mangga, rambutan dan jeruk kepada masing-masing sekolah yang disidak.

Lies beserta rombongan juga menyempatkan waktu untuk berkunjung ke PAUD As-Syamsi Dusun Puntondo untuk memberikan sejumlah mainan anak-anak dan membagikan aneka snack untuk anak-anak di PAUD tersebut. (hum)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar Olahraga SULSEL

IPSI Makassar Optimistis Raih Prestasi di Porprov Sulsel XVIII, 19 Atlet Siap Bertarung

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Kontingen Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat Kota Makassar siap mengharumkan nama daerah pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII 2026 yang berlangsung di Kabupaten Wajo dan Bone, 7–14 November 2026. Melalui Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar, sebanyak 19 atlet terbaik dipersiapkan untuk berlaga pada 13 nomor pertandingan. Kontingen […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Munafri Ajak Gojek Jadi Pelopor Tertib Berlalu Lintas di Makassar

MAKASSAR, EDELWEIS.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta Gojek ikut mengambil peran aktif dalam mengkampanyekan tertib berlalu lintas, khususnya melalui edukasi kepada para mitra pengemudi. Hal tersebut disampaikan Munafri saat menerima audiensi jajaran Gojek yang dipimpin Vice President Operations Gojek, Gede Manggala, di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Makassar, Jumat (6/11/2026). Munafri berharap Gojek […]

Read more
Artikel Makassar SULSEL

Industri Musik di Makassar : Dari WR Soepratman, Ho Eng Djie, hingga Ridwan Sau

Oleh: Rusdin Tompo (Penulis, dan Koordinator Satupena Sulawesi Selatan) Industri rekaman di Makassar memiliki sejarah yang panjang. Kita mesti melacaknya sejak aktivitas rekam-merekam musik yang diyakini sudah ada di Indonesia, khususnya di Batavia dan Surabaya, sejak zaman kolonial Belanda. Gramafon Columbia serta peralatan studio rekaman yang dibawa ke Hindia Belanda awal abad ke-20, dianggap sebagai […]

Read more