Sophia Sarasvati : Detik-Detik Kelahiran di Ujung Doa Penantian

MASAMBA, EDELWEISNEWS COM – Sabtu (28 September 2025) pukul 7 pagi, roda mobil berputar membawa harapan. Ain, seorang ibu muda yang tengah menantikan anak pertamanya, digiring ke Puskesmas Masamba. Wajahnya menahan derita, tubuhnya menyimpan waswas.

“Persalinan pertama memang begitu, sakit sebab baru mencari jalan,” ujar seorang bidan dengan suara menenangkan.

Waktu bergerak perlahan, tetapi terasa menghantam. Detik berlari menjadi menit, menit melebur jadi jam. Bahkan, hari pun berganti, namun rasa sakit itu tak kunjung reda. Menjelang subuh, air ketuban pecah. Pertanda yang membuat ruang bersalin penuh kecemasan.

Setelah salat subuh, diskusi kecil pecah di antara keluarga dan tenaga medis. Keputusan diambil: Ain harus dirujuk ke Rumah Sakit Andi Jemma, Luwu Utara. Mobil putih dengan sirine yang sering dianggap menakutkan pun bersuara di jalanan, membawa seluruh doa di dalamnya.

Di rumah sakit, ketegangan belum reda. Konsultasi berulang, kepala-kepala menunduk dalam perhitungan serius. Pilihannya kini lebih tegas: operasi caesar.

“Air ketubannya sudah bercampur dan berwarna hijau. Kita khawatir kondisi bayi tidak baik,” jelas seorang bidan dengan nada hati-hati.

Administrasi rampung, roda brankar bergerak. Ain dibawa ke ruang operasi. Waswas memuncak, doa semakin kencang. Di ruang itu, hidup seorang ibu dipertaruhkan, juga masa depan seorang bayi yang dinanti.

Beberapa jam kemudian, ketegangan berbuah lega. Dari ruang operasi, kabar bahagia keluar: seorang bayi perempuan lahir, diberi nama Sophia Sarasvati.

“Semua ini berakhir dengan syukur. Sophia hadir sebagai jawaban dari doa dan air mata,” ujar Sakkir, sang ayah, dengan suara bergetar.

28 September jadi saksi rasa sakit, ketakutan, dan penantian akhirnya menemukan jawabannya. Tanggal yang sangat cantik sebab sama dengan tanggal pernikahan Ain dan Sakkir pada 28 Desember 2024 lalu. Pukul 10.00 wita Sophia Sarasvati lahir sebagai pemenang di antara doa penantian. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bone SULSEL TNI / POLRI

Kunker Ke Yon Armed 21/Kawali, Pangdam XIV/Hsn Kobarkan Semangat : Jadikan Latihan Sebagai Kebutuhan, Bukan Beban

BONE, EDELWEISNEWS.COM – Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko didampingi Ketua Persit KCK Daerah XIV/Hasanuddin Ny. Renny Bangun Nawoko, melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) di Batalyon Armed 21/Kawali, yang disambut oleh Komandan Batalyon (Danyon) Armed 21/Kawali Letkol Arm Rianto Hartomo, S.Sos., M.I.P. Kegiatan tersebut juga dihadiri prajurit dan anggota Persit KCk Cabang LIV Yon Armed 21, […]

Read more
Makassar SULSEL

Appi Desak OPD Matangkan Perencanaan, Januari 2027 Program Harus Langsung Jalan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memberikan peringatan keras kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak sekadar menjadi “tukang stempel” dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program pemerintah. Menurutnya, kepala OPD harus mengetahui secara utuh program yang dipimpinnya, bukan hanya menerima dokumen yang telah disiapkan bagian perencanaan kemudian memberikan tanda […]

Read more
Makassar SULSEL

LPA Sulsel dan JARAK Indonesia Dorong Penarikan Pekerja Anak di Komunitas Matoa

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulawesi Selatan bersama Lembaga JARAK Indonesia terus memperkuat upaya perlindungan anak melalui Program Penarikan Pekerja Anak di Komunitas Matoa, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Komunitas Matoa merupakan salah satu komunitas yang menjadi perhatian dalam upaya pencegahan dan penanganan pekerja anak. Di wilayah tersebut terdapat sekitar 45 kepala keluarga (KK) […]

Read more