Stand Pameran Dinas Perpustakaan Makassar Raih Juara 1 di Pekan Perpustakaan dan Wisata Baca

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Dinas Perpustakaan Kota Makassar yang menempati stand/ booth nomor 1 ditetapkan oleh dewan juri sebagai stand/ booth terbaik dan juara 1 dalam kegiatan Pekan Perpustakaan dan Wisata Baca Tahun 2021, yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan di halaman Gedung Perpustakaan Multimedia dan Balai Bahasa, Jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala’ Salapang Kota Makassar.

Hadiah plakat, sertifikat dan uang pembinaan sebanyak Rp 3 juta diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Hasan Sijaya kepada Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Tenri A Palallo didampingi Kepala Bidang Layanan, Fadli Tahar dan Kepala Seksi Layanan dan Kerjasama Uly Muliawati pada acara penutupan Pekan Perpustakaan dan Wisata Baca Tahun 2021, Jumat (10/9/2021). Stand/ Booth Dinas Perpustakaan Makassar meraih nilai tertinggi dari semua indikator penilaian. Seperti kreativitas, kebersihan, kerapian dan komunikatif.

Pekan Perpustakaan dan Wisata Baca adalah kegiatan rutin tahunan. Dan ini diselenggarakan dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan dan menyemarakkan Bulan Gemar Membaca Nasional. Di tengah Pandemi Covid-19, penyelenggaraan Pekan Perpustakaan dipersingkat hanya 2 hari yakni hari Kamis (9/9/2021) dan Jumat (10/9/2021) dengan menerapkan protokol kesehatan (menyediakan tempat cuci tangan, menjaga jarak dan wajib memakai masker).

Acara yang dikemas dalam bentuk pameran buku (book fair) ini diikuti 15 stand, yakni 11 stand dari Dinas Perpustakaan Kabupaten/ Kota, 1 stand dari Perpustakaan Universitas Hasanuddin dan sisanya dari Balai Bahasa, Penerbit dan Mitra Perpustakaan.

Tahun ini stand/ booth terbaik dimenangkan oleh :

  • Juara I dari Dinas Perpustakaan Kota Makassar
  • Juara II dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Sinjai
  • Juara III dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Bulukumba
  • Terfavorit dari Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan

Stand/ booth Dinas Perpustakaan Kota Makassar di pameran kali ini menampilkan profil lembaga dan 6 inovasi yang telah memperoleh penghargaan dari tingkat kota, Provinsi dan Nasional. Selain itu, ditampilkan beberapa buku pilihan, khususnya koleksi daerah, Layanan Pembuatan Kartu Anggota Perpustakaan Bisa PeDe, video iklan perpustakaan dan visualisasi gedung baru perpustakaan

Selain itu, pengunjung diberikan permainan interaktif kuis online dari handphone untuk mendapatkan souvenir menarik, seperti jilbab, pin dan lainnya. Setiap tahun konsep stand ditampilkan berbeda oleh Dinas Perpustakaan Makassar sebagai upaya terus mendekatkan perpustakaan kepada masyarakat. (TWJ)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar Olahraga SULSEL

IPSI Makassar Optimistis Raih Prestasi di Porprov Sulsel XVIII, 19 Atlet Siap Bertarung

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Kontingen Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat Kota Makassar siap mengharumkan nama daerah pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII 2026 yang berlangsung di Kabupaten Wajo dan Bone, 7–14 November 2026. Melalui Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar, sebanyak 19 atlet terbaik dipersiapkan untuk berlaga pada 13 nomor pertandingan. Kontingen […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Munafri Ajak Gojek Jadi Pelopor Tertib Berlalu Lintas di Makassar

MAKASSAR, EDELWEIS.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta Gojek ikut mengambil peran aktif dalam mengkampanyekan tertib berlalu lintas, khususnya melalui edukasi kepada para mitra pengemudi. Hal tersebut disampaikan Munafri saat menerima audiensi jajaran Gojek yang dipimpin Vice President Operations Gojek, Gede Manggala, di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Makassar, Jumat (6/11/2026). Munafri berharap Gojek […]

Read more
Artikel Makassar SULSEL

Industri Musik di Makassar : Dari WR Soepratman, Ho Eng Djie, hingga Ridwan Sau

Oleh: Rusdin Tompo (Penulis, dan Koordinator Satupena Sulawesi Selatan) Industri rekaman di Makassar memiliki sejarah yang panjang. Kita mesti melacaknya sejak aktivitas rekam-merekam musik yang diyakini sudah ada di Indonesia, khususnya di Batavia dan Surabaya, sejak zaman kolonial Belanda. Gramafon Columbia serta peralatan studio rekaman yang dibawa ke Hindia Belanda awal abad ke-20, dianggap sebagai […]

Read more