Tiga Dekade Berjuang di Koalisi Perempuan Indonesia, Ema Husain Pamit dengan Hormat

JAKARTA, EDELWEISNEWS.COM – Ema Husain adalah seorang aktivis perempuan Sulsel yang telah lama berkiprah di lembaga Koalisi Perempuan Indonesia. Di Sulsel, sosok Ema Husain sangat populer di kalangan aktivis NGO, karena kegigihannya dalam menyuarakan hak – hak perempuan.

Namun, setelah lebih dari 28 tahun menjadi bagian dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), dengan penuh kesadaran dan pertimbangan yang mendalam, Ema Husain memutuskan untuk mengundurkan diri dan pamit dengan hormat dari keanggotaan KPI.

Pengunduran diri Ema dilakukan saat Kongres Koalisi Perempuan Indonesia VI yang merupakan forum tertinggi KPI, yang dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur pada tanggal 9-11 April 2026.

Padahal, dalam perjalanan panjang tersebut Ema Husain pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris Wilayah KPI Sulawesi Selatan, Presidium Nasional KPI dua periode dan Presidium Nasional KPI untuk Kelompok Kepentingan Profesional.

Bagi Ema yang sangat menjunjung tinggi idealisme perjuangan, perjalanan panjang ini bukan hanya tentang posisi, tetapi tentang komitmen, dedikasi, dan kecintaan terhadap nilai-nilai perjuangan perempuan yang selama ini menjadi dasar organisasi.

Kata Ema, KPI baginya bukan sekadar organisasi. Ia adalah rumah perjuangan, ruang belajar, tempat bertumbuh, dan wadah persaudaraan yang telah menemani perjalanan hidupnya selama hampir tiga dekade.

“Bersama KPI, saya menyaksikan bagaimana semangat solidaritas perempuan tumbuh, bagaimana suara perempuan diperjuangkan, dan bagaimana nilai-nilai keadilan, kesetaraan, serta kebersamaan menjadi fondasi utama organisasi ini,” tutur Ema.

Namun sayang, dalam perjalanan waktu, Ema merasakan bahwa nilai-nilai dasar tersebut mulai menjauh dari praktik organisasi sehari-hari. Semangat persaudaraan yang dulu menjadi kekuatan utama, perlahan terasa memudar. Dialog yang sehat semakin sulit dibangun, dan ruang kebersamaan terasa semakin sempit. Perbedaan yang seharusnya menjadi kekuatan justru terkadang menjadi jarak yang sulit dijembatani.

“Keputusan untuk mengundurkan diri ini bukan berarti berhenti memperjuangkan nilai-nilai yang selama ini diyakini. Justru sebaliknya, tetap berkomitmen untuk terus memperjuangkan keadilan gender, kesetaraan, dan solidaritas perempuan di ruang-ruang lain, yang memungkinkan. Perjuangan tidak berhenti pada satu organisasi, karena nilai-nilai tersebut jauh lebih besar dari sekadar wadah,” tegas Ema yang pernah menjabat sebagai Presidium Nasional KPI selama dua periode tersebut.

Dia juga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh sahabat, adik-adik dan rekan seperjuangan di KPI, yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam perjalanannya.

“Banyak kenangan, pembelajaran dan pengalaman berharga yang tidak akan pernah saya lupakan. Persaudaraan yang telah terbangun selama ini akan tetap saya jaga, meskipun langkah kita mungkin tidak lagi berada dalam satu rumah yang sama,” ujar Ema lagi yang juga pernah menjadi Presidium Nasional KPI untuk Kelompok Kepentingan Profesional NU.

Meski tanpa dirinya, Ema berharap KPI tetap menjadi organisasi yang kuat, kembali pada nilai-nilai dasarnya, dan terus menjadi ruang perjuangan perempuan yang inklusif, demokratis dan berkeadilan.

“Saya pamit dengan penuh hormat, dengan harapan persaudaraan tetap terjalin dan perjuangan tetap berlanjut. Karena pada akhirnya, perjuangan perempuan tidak pernah berhenti, ia hanya menemukan jalannya yang baru,” pungkas aktivis yang telah malang melintang dalam memperjuangkan hak-hak perempuan tersebut. (*)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Tak Lagi Bayar Iuran Sampah, 3.122 Rumah di Ujung Tanah Nikmati Program Wali Kota Munafri

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memperluas program pembebasan iuran sampah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program yang sebelumnya menyasar rumah tangga dengan daya listrik 450 hingga 900 Volt Ampere (VA), kini diperluas hingga pelanggan dengan daya listrik 1.300 VA. Kebijakan tersebut ditegaskan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, saat menghadiri Pesta Rakyat Kecamatan […]

Read more
LEGISLATIF Makassar

DPC Gerindra Kota Makassar Kunjungi Asrama Mattoangin, Temui Warga yang Terdampak Kebakaran

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Makassar menunjukkan kepeduliannya terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran di kawasan Asrama Kodam Mattoangin, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar. DPC Partai Gerindra Kota Makassar yang diwakili oleh Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Makassar sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Makassar, Kasrudi, S.H., M.H. bersama Bendahara DPC […]

Read more
Makassar SULSEL

Lama Tak Terurus, Munafri Akan Benahi Area RPH Tamangapa Jadi Kawasan Produktif Terintegrasi

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin meninjau area terbuka Rumah Potong Hewan (RPH) Tamangapa, Kecamatan Manggala, Rabu (2/9/2026). Kunjungan Munafri untuk memastikan pembenahan sekaligus rencana optimalisasi dan pemanfaatan aset daerah tersebut. Munafri didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Aulia Arsyad, melihat langsung kondisi kawasan sekitar RPH yang selama ini belum […]

Read more