Trisno Tetap Mengais Rejeki Meski Miliki Keterbatasan Fisik

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Sejumlah penyandang disabilitas tetap berusaha mengais rejeki meski dalam kondisi fisik dan mental yang terbatas. Bahkan, sebagian mereka tidak ingin menjadi beban keluarga.

Sebagaimana pengakuan Trisno (25) lelaki asal Jeneponto, yang ditemui sedang beristirahat di sebuah deker Jalan Amirullah, Makassar, Selasa (26/11/2019) lalu. Dia beristirahat untuk sekadar menghilangkan dahaga dengan sebotol air mineral yang dicampur dengan satu bungkus suplemen.

Kepada Edelweisnews.com Trisno menuturkan bahwa pekerjaan sehari-harinya adalah menjual buku bekas, baik buku agama maupun buku pelajaran. “Saya keluar dari rumah pukul 01.00 siang. Saya jalan kaki dari Jalan Kumala, keliling Ratulangi, sampai Jalan Veteran,” tutur Trisno dengan terbata – bata, dengan suara yang kurang jelas. Hingga saya harus membantunya mengulang kata-katanya, dan dia hanya mengatakan iya atau tidak.

Meski kondisi fisik yang terbatas, namun Trisno mengatakan, dia tidak mau minta – minta di pinggir jalan. Buku yang dijualnya dibeli dari salah satu tempat di Pasar Sentral. Biasanya bermodalkan Rp300.000 dia sudah membawa pulang bermacam – macam buku bekas. Lalu dijualnya kembali dengan harga murah juga.

“Asal bisa untuk makan. Biasa dalam sehari saya dapat Rp40.000 dari jualan buku. Kadang juga saya diajak makan sama pembeli buku. Tapi saya tidak minta. Saya tidak mau minta-minta atau memaksa orang untuk beli buku yang saya jual,” katanya.

Meski kadang pula tidak ada jualannya yang laku, namun besok dia tetap melakukan aktivitas rutinnya. Keluar dari rumah pukul 01.00 sore dan pulang ke rumah pukul 07.00 malam.

Ketika ditanya buku yang dijualnya, dengan agak malu- malu dia mengeluarkan sejumlah buku dari tas lusunya. “Buku – buku tuaji’. Tidak ada yang baru,” imbuh anak kedua dari empat bersaudara tersebut.

Trisno menuturkan pula sebuah kisah sedihnya. Pernah juga dia dicegat saat pulang ke rumahnya, uang hasil jualan bukunya diambil orang, lalu dia dipukul. Setelah itu, orang – orang yang menghadangnya lari. “Saya dipukul dan uangku diambil. Saya sabar saja, biar puang Ta’ala balas pukul,” cerita lelaki yang ternyata pandai menulis dan membaca tersebut dengan dialek Makassar yang cukup kental.

Waktu ditanya nama orangtuanya, dia sempat mengeja, dan membaca ketika saya tuliskan di secarik kertas. Meski caranya membaca kurang jelas. Karena ternyata dia pernah bersekolah di Jeneponto, tapi tidak tamat SD karena keterbatasan fisiknya.

Trisno adalah salah seorang sosok penyandang difabel, tapi tetap memiliki semangat dalam mengais rejeki lewat usahanya sendiri. Katanya, dia pantang meminta – minta. Meski jualan buku tua, tapi dia selalu yakin akan rejeki dari sang Pencipta.

“Rejeki Puang Ta’ala sudah atur. Saya jual buku terus tiap hari, pasti ada rejekinya,” tutur Trisno menutup pembicaraan di siang terik, saat itu suhu di Makassar menunjukkan 33 derajat celcius.

Penulis : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Menghidupkan Kalamullah dalam Jemari: Asa Baru Sahabat Tunanetra Makassar Belajar Al-Qur’an Braille

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Ruangan itu mendadak hening ketika lantunan doa keselamatan dan kelancaran dibacakan secara khusyuk. Namun, keheningan tersebut segera berubah menjadi riuh tawa dan gemuruh semangat saat pekikan “Al-Qur’an! Braille! Semangat! Belajar!” bergema memecah ketegangan. Suasana hangat dan penuh haru mewarnai pembukaan Program Pembelajaran Al-Qur’an Braille yang diinisiasi oleh Organisasi Gammara Inklusi, bekerja sama […]

Read more
Makassar SULSEL TNI / POLRI

Kapolda Sulsel Buka Pendidikan Bintara Polri Gelombang II TA 2026, Cetak Generasi Bhayangkara Berintegritas dan Profesional

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H memimpin langsung Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulsel, Selasa (20/07/2026). Upacara tersebut turut dihadiri Irwasda Polda Sulsel Kombes Pol. Hartoyo, S.I.K., M.H, para Pejabat Utama Polda Sulsel, […]

Read more
Makassar SULSEL

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Resmi Buka Sao Raja Tana Daeng Festival 2026

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham secara resmi membuka Sao Raja Tana Daeng Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kota Makassar di Plaza Sunset CPI, Sunset Quay, Makassar, Sabtu (18/7/2026). Festival budaya yang berlangsung selama dua hari, 18–19 Juli 2026, ini menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas Kota Makassar […]

Read more