Tutup Tahun 2022, Satupena Sulawesi Selatan Gelar Peluncuran dan Diskusi Buku

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Menutup tahun 2022, Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena Sulawesi Selatan akan menggelar peluncuran dan diskusi buku di Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Sultan Alauddin km 7 Talasalapang, Makassar, Sabtu (31 Desember 2022).

Buku yang bakal didiskusikan itu berjudul Narasi Sederhana Sang Pembelajar, karya Mohammad Muttaqin Azikin, yang juga merupakan anggota Satupena Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurut penulisnya, secara keseluruhan isi buku ini merupakan respons dan ungkapan keresahan dirinya akan fenomena sosial keagamaan yang terjadi di masyarakat, dimana masih sering terjadi kerancuan-kerancuan yang dijumpai serta dirasakan. Buku kedua dari Mohammad Muttaqin Azikin ini, sejak 2019 ditargetkan terbit. Namun ada beberapa kendala teknis yang dialami, akhirnya baru bisa hadir di 2022 ini.

Mohammad Muttaqin Azikin ini merupakan seorang peneliti, juga sekaligus Direktur Eksekutif Ma’REFAT INSTITUTE (Makassar Research for Advance Transformation) Sulawesi Selatan.

Rusdin Tompo, Koordinator Satupena Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan, acara diskusi buku akan menghadirkan tiga pembicara. Yakni Prof Dr Sukardi Weda (Guru Besar Universitas Negeri Makassar), Dr Firdaus Muhammad (Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar), dan Mohammad Muttaqin Azikin (penulis buku). Diskusi akan dipandu oleh Rahman Rumaday (Founder K-Apel) sebagai moderator.

Peluncuran buku akan ditandai dengan penyerahan buku secara simbolik ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan dari penulis, untuk menambah koleksi deposit perpustakaan. Juga kepada beberapa orang sebagai bentuk motivasi agar terus berkarya menulis buku.

Selain acara peluncuran dan diskusi buku, akan diisi pula oleh pembacaan puisi dari penyair dan penggiat literasi. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 Wita.

Rusdin Tompo mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, atas kerjasama dan dukungannya bagi Satupena Sulawesi Selatan.

Di pengujung tahun 2022 ini, Satupena dan FDK UIN Alauddin, juga punya agenda menerbitkan buku bersama, berupa pengalaman menulis dan proses kreatif para penulis Sulawesi Selatan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Temu Penulis Makassar ke-2, yang diinisiasi Dr Firdaus Muhammad. Buku profil penulis tersebut, rencananya diterbitkan awal tahun 2023. (Ril)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Resmi Diluncurkan, Kota Makassar Jadi Pilot Project Nasional Gerakan Peduli Tetangga untuk Perkuat Perlindungan Sosial

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat komitmen menghadirkan perlindungan sosial yang inklusif, merata, dan tepat sasaran. Melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga, Kota Makassar dipercaya menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) nasional dalam penguatan sistem pendataan dan pelayanan Perlindungan Sosial (Perlinsos) tahun 2026. Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS COM — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, mendampingi Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, meluncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, Minggu (4/10/2026). Peluncuran program strategis Kementerian Sosial (Kemensos) RI ini untuk memperluas jangkauan pendataan dan akses pelayanan sosial bagi masyarakat kurang mampu melalui penguatan peran masyarakat […]

Read more
Makassar SULSEL

Kuatkan Nilai Kebangsaan dan Moderasi Beragama, Andi Muh Ihsan Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Indonesia adalah negara yang majemuk, terdiri dari beragam suku, agama, ras, danantargolongan. Keberagaman ini di satu sisi merupakan kekayaan nasional yang tak ternilai, namun di sisi lain memiliki kerentanan terhadap potensi konflik sosial jika tidak dikelola dengan nilai-nilai kebangsaan yang kuat.0 Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal […]

Read more