Ujian Promosi Doktor Angga Satrya Soroti Hakikat Pemenuhan Hak Anak Bawaan di Lapas dan Rutan Sulawesi Selatan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Ujian Promosi Doktor Angga Satrya menjadi momentum akademik yang menyoroti persoalan pemenuhan hak asasi manusia, khususnya hak anak yang berada bersama ibunya di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan).

Dalam ujian promosi doktor yang digelar Rabu (30 September 2026) tersebut, Angga Satrya mempertahankan disertasinya yang berjudul “Hakikat Pemenuhan Hak Asasi Manusia Anak Bawaan pada Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara: Studi di Provinsi Sulawesi Selatan.”

Disertasi tersebut mengangkat fenomena anak bawaan, yakni anak yang berada bersama ibu yang sedang menjalani pidana atau penahanan di dalam Lapas maupun Rutan. Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan sistem pemasyarakatan, tetapi juga menyangkut pemenuhan hak dasar anak, seperti hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, memperoleh kesehatan, pendidikan, pengasuhan, perlindungan serta lingkungan yang layak bagi perkembangan anak.

Dalam perspektif administrasi dan kebijakan publik, keberadaan anak di lingkungan Lapas dan Rutan menghadirkan tantangan tersendiri bagi penyelenggara negara. Anak pada dasarnya tidak sedang menjalani pidana, namun harus berada dalam lingkungan yang dibentuk untuk pelaksanaan pembinaan dan penahanan orang dewasa.

Disertasi Angga Satrya berupaya melihat persoalan tersebut secara lebih mendalam dengan menempatkan hak anak sebagai pusat perhatian dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan tata kelola pemasyarakatan. Kajian tersebut juga menyoroti bagaimana negara memastikan bahwa status ibu sebagai warga binaan tidak menghilangkan hak anak untuk mendapatkan perlindungan dan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya.

Ujian promosi doktor tersebut dipimpin oleh tim akademik yang terdiri atas para promotor, ko-promotor dan penguji.

Bertindak sebagai Promotor Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., dengan Ko-Promotor I Prof. Dr. H. Ma’ruf Hafidz, S.H., M.H. dan Ko-Promotor II Dr. H. Nasrullah Arsyad, S.H., M.H.

Sementara itu, tim penguji terdiri atas Prof. Dr. H. La Ode Husen, S.H., M.Hum. sebagai Penguji I; Prof. Dr. Hj. Mulyati Pawennei, S.H., M.H. sebagai Penguji II; Prof. Dr. H. M. Kamal Hidjaz, S.H., M.H. sebagai Penguji III; serta Dr. H. Azwad Rachmat Hambali, S.H., M.H. sebagai Penguji IV.

Ujian tersebut juga menghadirkan Prof. Dr. Aminuddin Ilmar, S.H., M.Hum. sebagai Penguji Eksternal dan Prof. Dr. Ir. H. Dirgahayu A. Lantara, M.T., IPU., ASEAN Eng. sebagai Penguji Lintas Disiplin Ilmu.

Hadir pula Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Yudha Yunus, yang memberikan perhatian terhadap substansi penelitian, khususnya terkait pemenuhan hak anak bawaan yang berada di Lapas dan Rutan di Sulawesi Selatan.

Andi Yudha Yunus menyoroti bahwa persoalan anak bawaan perlu mendapatkan perhatian lintas sektor karena menyangkut masa depan anak yang pada dasarnya tidak memiliki keterlibatan dalam tindak pidana yang dilakukan oleh orang tuanya. Menurutnya, pemenuhan hak anak membutuhkan sinergi antara lembaga pemasyarakatan, pemerintah daerah, lembaga perlindungan anak, sektor kesehatan, pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Anak yang berada bersama ibunya di Lapas atau Rutan tetap merupakan anak yang memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan, pengasuhan, kesehatan, pendidikan dan tumbuh kembang secara layak. Karena itu, pemenuhan hak mereka harus menjadi perhatian bersama,” menjadi salah satu pokok perhatian dalam diskusi mengenai anak bawaan.

Kehadiran LPA Sulawesi Selatan dalam momentum akademik tersebut juga menunjukkan pentingnya keterhubungan antara dunia akademik dan praktik perlindungan anak. Hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada ruang akademik, tetapi dapat menjadi bahan masukan dalam pengembangan kebijakan dan pelayanan bagi anak yang berada di lingkungan pemasyarakatan.

Fenomena anak bawaan di Lapas dan Rutan merupakan persoalan yang membutuhkan pendekatan hak asasi manusia, perlindungan anak, pemasyarakatan, pelayanan publik dan kebijakan sosial secara terpadu. Anak tidak seharusnya dipandang hanya sebagai bagian dari persoalan pemasyarakatan, tetapi sebagai subjek hak yang harus mendapatkan perlindungan khusus dari negara.

Melalui disertasinya, Angga Satrya diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dalam memperkuat perspektif pemenuhan hak anak dalam tata kelola pemasyarakatan di Indonesia, khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan.

Ujian Promosi Doktor ini sekaligus menjadi ruang akademik untuk mempertemukan kajian hukum, administrasi publik, pemasyarakatan, perlindungan anak dan lintas disiplin ilmu dalam mencari pendekatan yang lebih komprehensif terhadap pemenuhan hak anak bawaan.

Isu anak bawaan tidak hanya menjadi persoalan institusi pemasyarakatan, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab negara dalam memastikan setiap anak, termasuk anak yang berada bersama ibunya di Lapas dan Rutan, tetap memperoleh hak-haknya secara manusiawi dan bermartabat.

Penulis : Abdul Naris Agam

Editor. : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Munafri Dukung GPIPS Sulampua 2026, Makassar Perkuat Peran Strategis Distribusi Pangan

MAKASSAR, EDELWEISNES.COM—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri Seremoni Peluncuran Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ini digelar di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Jumat (23/10/2026). Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, dan Wakil […]

Read more
Jakarta Makassar

Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Wali Kota Makassar Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo

JAKARTA, EDELWEISNEWS.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Orang nomor satu Kota Makassar itu, hadir didampingi Sekda Makassar, Andi Zulkifly Nanda, dalam kegiatan yang dihadiri kepala daerah se-Indonesia. Forum berskala nasional yang mengusung tema “Percepatan […]

Read more
Makassar SULSEL TNI / POLRI

Pangdam XIV/Hsn Bersama Forkopimda Sulsel Perkuat Sinergi, Satukan Langkah Jaga Kamtibmas

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Komitmen memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Sulawesi Selatan diwujudkan melalui silaturahmi dan pertukaran informasi antara Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko dan Kapolda Sulsel Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., bersama unsur Forkopimda, kementerian/lembaga, instansi terkait, serta pimpinan perguruan tinggi. Kegiatan ini digagas oleh Kapolda Sulsel yang berlangsung […]

Read more