POSO, EDELWEISNEWS.COM – Wakil Bupati Poso, H. Soeharto Kandar menghadiri prosesi persemayaman sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum KH. Muhammad Adnan Arsal, yang berlangsung di rumah duka, Jalan Pulau Irian Jaya, Tana Runtu, tepatnya di Pondok Pesantren Amanah, Sabtu (28/3/2026).
Almarhum dikenal luas sebagai tokoh agama Islam berpengaruh di Kabupaten Poso, sekaligus sosok juru damai yang dijuluki “Panglima Damai Poso”. Semasa hidupnya, beliau memiliki peran besar dalam meredam konflik sosial di Poso melalui pendekatan dialog dan dakwah yang menyejukkan. Almarhum wafat pada Jumat (27/3/2026) dan meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat.

Selain dikenal sebagai tokoh perdamaian, almarhum juga merupakan pendiri pesantren dan yayasan pendidikan, serta pernah mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara di Kementerian Agama Kabupaten Poso. Kiprah dan pengabdiannya bahkan diabadikan dalam sebuah buku berjudul “Muhammad Adnan Arsal: Panglima Damai Poso.”
Dalam sambutan tertulis Bupati Poso yang dibacakan oleh Wakil Bupati, disampaikan bahwa almarhum merupakan sosok ulama penuh keteladanan yang telah mendedikasikan hidupnya untuk menyebarkan nilai-nilai keagamaan, memperkuat ukhuwah, serta membimbing umat untuk hidup rukun dan damai.
“Keteladanan beliau tercermin dalam kesederhanaan hidup, keikhlasan dalam melayani, serta komitmen menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Peran beliau dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis di Kabupaten Poso menjadi warisan berharga yang patut kita lanjutkan bersama,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Poso juga menyampaikan duka cita yang mendalam serta doa bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan, kekuatan iman, dan penghiburan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Segala amal kebaikan almarhum akan terus menjadi pahala yang mengalir, dan jasa-jasa beliau akan senantiasa hidup dalam hati masyarakat,” lanjutnya.
Kepergian almarhum diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan, seperti menjaga persaudaraan, menebarkan kedamaian, serta memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Poso.
Upacara persemayaman berlangsung dengan penuh khidmat, dihadiri oleh keluarga besar almarhum, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah daerah yang turut memberikan penghormatan terakhir kepada sosok ulama yang telah berjasa besar bagi perdamaian di Tanah Poso. (*)

