Wabup Wajo Dampingi Anggota DPR Resmikan Bantuan Mesin Pengering Padi di Tiga Desa

WAJO, EDELWEISNEWS.COM – Wakil Bupati Wajo, Amran SE, mendampingi Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin meresmikan bantuan mesin pengering padi di Desa Alewadeng, Kecamatan Sajoanging serta di Desa Padaelo dan Desa Raddae, Kecamatan Penrang, Jumat (4/2/2022).

Bantuan tersebut merupakan aspirasi dari anggota DPR RI, Andi Akmal Pasluddin yang diperuntukkan untuk daerah pemilihannya, termasuk Wajo.

Wakil Bupati Wajo, Amran, SE menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas bantuan dari anggota DPR RI yang akrab disapa AAP tersebut.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Wajo, khususnya kelompok yang menerima bantuan mesin pengering hari ini, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kepedulian dari Bapak Andi Akmal Pasluddin. Tentu, ini juga berkat bantuan anggota DPRD kita yang membantu dalam mengkomunikasikan kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Amran melanjutkan, bahwa memang mesin tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, karena bisa membantu mempercepat proses pengeringan padi. Ini bisa membantu meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Karena biasanya kalau waktu panen bertepatan dengan musim hujan, kebanyakan gabah petani kita rusak dan biasanya dibeli dengan harga murah oleh pedagang. Dengan mesin pengering padi ini, kita berharap proses pengeringan akan tetap berjalan meski tanpa sinar matahari, sehingga masyarakat kita tidak perlu menjual murah lagi hasil panennya,” ucapnya.

Sementara Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin menyampaikan, bahwa bantuan tersebut merupakan aspirasi sebagai wujud kepedulian untuk dapilnya.

Amran pun berharap agar bantuan mesin pengering tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.

“Di Komisi IV salah satu ruang lingkupnya membidangi pertanian. Sehingga kita serahkan bantuan mesin pengering yang memang dibutuhkan masyarakat, khususnya petani. Apalagi Wajo ini memiliki potensi pertanian yang cukup menjanjikan,” ucapnya.

Andi Akmal Pasluddin berharap agar bantuan tersebut bisa membantu masyarakat petani dalam pengolahan hasil panennya. “Silahkan dirawat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Wajo, Arga Prasetya Ashar dan Agustan Ranreng, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo, Ashar bersama para jajaran, pemerintah kecamatan dan desa setempat serta masyarakat. (APJ)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar Olahraga SULSEL

IPSI Makassar Optimistis Raih Prestasi di Porprov Sulsel XVIII, 19 Atlet Siap Bertarung

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Kontingen Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat Kota Makassar siap mengharumkan nama daerah pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII 2026 yang berlangsung di Kabupaten Wajo dan Bone, 7–14 November 2026. Melalui Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar, sebanyak 19 atlet terbaik dipersiapkan untuk berlaga pada 13 nomor pertandingan. Kontingen […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Munafri Ajak Gojek Jadi Pelopor Tertib Berlalu Lintas di Makassar

MAKASSAR, EDELWEIS.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta Gojek ikut mengambil peran aktif dalam mengkampanyekan tertib berlalu lintas, khususnya melalui edukasi kepada para mitra pengemudi. Hal tersebut disampaikan Munafri saat menerima audiensi jajaran Gojek yang dipimpin Vice President Operations Gojek, Gede Manggala, di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Makassar, Jumat (6/11/2026). Munafri berharap Gojek […]

Read more
Artikel Makassar SULSEL

Industri Musik di Makassar : Dari WR Soepratman, Ho Eng Djie, hingga Ridwan Sau

Oleh: Rusdin Tompo (Penulis, dan Koordinator Satupena Sulawesi Selatan) Industri rekaman di Makassar memiliki sejarah yang panjang. Kita mesti melacaknya sejak aktivitas rekam-merekam musik yang diyakini sudah ada di Indonesia, khususnya di Batavia dan Surabaya, sejak zaman kolonial Belanda. Gramafon Columbia serta peralatan studio rekaman yang dibawa ke Hindia Belanda awal abad ke-20, dianggap sebagai […]

Read more