Wagub : RPH Harus Aman, Sehat, Utuh, Higienis dan Halal

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM -.Pemerintah Kota Makassar akan menyiapkan anggaran tambahan demi terwujudnya pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) modern di Manggala.

Hal ini dikemukakan Sekretaris Daerah Kota Makassar Muh. Ansar saat Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan RPH Terstandar (modern) di Auditorium Kecamatan Manggala, Senin (3/2).

“Pemkot sangat apresiasi, sangat mendukung, dan kami siap. Laporan Kadis Pertanahan dana pembebasan lahan masih kurang, hanya Rp6 Miliar. Kalau masih kurang, kami siap tambah pada APBD Perubahan,” ucapnya.

Menurut Ansar, hal ini sekaligus menjawab banyaknya sorotan masyarakat terkait kondisi RPH saat ini. Selain tidak bersih, bau, serta mencemari lingkungan sekitar, RPH saat ini disebut juga tidak mendapatkan sertifikat halal. Sehingga akan menjadi perhatian pemerintah untuk segera dibenahi sesuai standar.

Selain Sekda, hadir juga Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, anggota Komisi C DPRD Kota Makassar Mario David, dan Kadis DP2 Makassar Abd Rahman Bando.

Sementara itu, Wagub Andi Sudirman mengatakan, pembangunan RPH Modern ini harus memberi manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat.

“Saya tidak terlalu bangga kalau dikatakan RPH modern tapi orang di sekitar sana hilang. Karena itu, kami mengharapkan input dari masyarakat termasuk dari pengusaha pemotongan. Selain itu, standar sertifikasinya harus jelas baik produk yang dihasilkan maupun pekerja dan peralatannya harus bersertifikasi,” ucapnya.

Pointnya kata Sudirman, RPH ini harus ada ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, Higienis dan Halal.

Kadis DP2 Rahman Bando menjelaskan, RPH rencananya dibangun di atas lahan 10 hektar karena terintegrasi dengan 10 fungsi. Antara lain, industri pengolahan unggas, pupuk organik, daging, kerajinan kulit dan tulang, dan RS Hewan.

“Pada tahun 2015 saat perencanaan itu anggarannya mencapai Rp60 Miliar. Saat ini anggaran yang kami punya yakni Rp10 Miliar dianggarkan Pemprov untuk bangunan, Pemkot Makassar Rp6 Miliar untuk lahannya, dan Rp 3,5 Miliar untuk peralatan. Anggarannya bersumber dari pemerintah pusat,” kuncinya.

Penulis : Hidayat

Editor. : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bulukumba SULSEL

Melihat Indonesia dari Jejak Kekerasan yang Terus Diwariskan

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Di negeri yang gemar merayakan slogan persatuan, kekerasan sering kali hadir sebagai bahasa yang paling fasih digunakan. Ia muncul dalam berbagai bentuk. Kadang berupa pukulan yang terlihat jelas. Kadang menjelma menjadi kebijakan, stigma, penggusuran, pembungkaman, hingga ketimpangan yang dibiarkan tumbuh tanpa pertanyaan. Indonesia hari ini sedang mempertontonkan banyak wajah kekerasan. Sebagian berlangsung […]

Read more
Makassar SULSEL

ASU PANTING : Rumah Buku SaESA Ajak Publik Menelusuri Ketakutan yang Diwariskan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Setelah Parakang berhasil memancing banyak percakapan tentang ketakutan yang hidup di tengah masyarakat, Rumah Buku SaESA kembali membuka Open Submission Gelar Zine dengan tema yang masih berjalan di lorong yang sama: ketakutan, mitos, dan cerita yang diwariskan tanpa pernah benar-benar diperiksa. Tema itu bernama: Asu Panting. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dalam […]

Read more
Makassar SULSEL

Penertiban Pallubasa Serigala Jadi Bukti Ketegasan Pemkot Makassar Kembalikan Fungsi Fasum

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar melalui Pemerintah Kecamatan Mamajang kembali menunjukkan komitmennya dalam menegakkan aturan pemanfaatan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) secara adil tanpa pandang bulu. Komitmen tersebut dibuktikan melalui penertiban terhadap sejumlah lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdiri di atas fasilitas umum, termasuk lapak tenda Pallubasa Serigala di Jalan Serigala, […]

Read more