Wakapolda Sulsel Pimpin Upacara Penganugerahan Satyalancana Pengabdian Personel Polda Sulsel

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Wakapolda Sulsel) Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H memimpin Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian kepada personel Polda Sulsel, yang digelar pada Senin (26/1/2026).

Upacara tersebut turut dihadiri Irwasda Polda Sulsel Kombes Pol. Ai Afriandi, S.H., S.I.K., M.M., para Pejabat Utama Polda Sulsel, serta ratusan personel penerima tanda kehormatan.

Sebanyak ratusan personel Polda Sulsel menerima Satyalancana Pengabdian berdasarkan masa pengabdian yang telah dijalani. Rinciannya, Satyalancana Pengabdian 32 tahun diberikan kepada 155 personel, Satyalancana Pengabdian 24 tahun kepada 298 personel, Satyalancana Pengabdian 16 tahun kepada 25 personel, serta Satyalancana Pengabdian 8 tahun kepada 463 personel.

Dalam sambutannya, Wakapolda Sulsel menyampaikan amanat Kapolda Sulsel yang menekankan bahwa upacara ini merupakan momentum yang sangat penting dan bermakna, bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk penghargaan negara kepada anggota Polri yang telah menunjukkan kesetiaan, kejujuran, kedisiplinan, serta pengabdian selama masa dinasnya.

“Tanda kehormatan Satyalancana Pengabdian diberikan kepada personel Polri yang telah mengabdikan diri selama 8, 16, 24, dan 32 tahun dalam pelaksanaan tugas. Hal ini menunjukkan bahwa pengabdian yang diberikan bukanlah pengabdian biasa, melainkan dilandasi integritas, loyalitas, serta tanggung jawab moral yang tinggi terhadap institusi Polri, masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Wakapolda.

Atas nama pimpinan Polri, Polda Sulawesi Selatan dan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia, Wakapolda Sulsel menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh penerima tanda kehormatan Satyalancana Pengabdian. Ia menegaskan bahwa prestasi dan keteladanan yang ditunjukkan para penerima patut menjadi contoh dan inspirasi bagi seluruh anggota Polri lainnya.

Di tengah dinamika dan tantangan tugas Polri yang semakin kompleks serta tuntutan masyarakat terhadap Polri yang Presisi, humanis, dan berkeadilan yang semakin tinggi, Wakapolda berharap para penerima tanda kehormatan dapat terus menjadi figur panutan, mentor, dan motivator bagi generasi Polri selanjutnya dalam menjaga marwah dan kehormatan institusi.

Menutup amanatnya, Wakapolda Sulsel mengajak seluruh personel untuk menjadikan momentum penganugerahan ini sebagai motivasi bersama, bahwa pengabdian yang tulus, disiplin yang konsisten, serta dedikasi yang tanpa cela akan selalu mendapatkan penghargaan dan tempat terhormat dari negara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Di Forum Makassar Leadership Summit, Munafri : Event Harus Berdampak Nyata Bagi Ekonomi Masyarakat

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi menekankan pentingnya setiap event berskala besar yang digelar di Kota Makassar mampu memberikan dampak ekonomi secara masif bagi masyarakat. Menurut Appi, kehadiran ribuan peserta dari luar daerah bukan sekadar meningkatkan aktivitas sebuah acara, tetapi harus menciptakan efek berantai bagi sektor pariwisata, perhotelan, UMKM, kuliner hingga […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Appi Minta Tripartit Rutin Duduk Bersama Tiap Bulan, Bahas Upah Pekerja

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menyampaikan gagasan penting forum Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit dan Dewan Pengupahan Kota Makassar digelar secara rutin setiap bulan. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang penting untuk mempertemukan pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam membahas sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan secara bersama-sama terkait nasib buruh. “Kalau kita […]

Read more
Makassar SULSEL

Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, RSUD Daya Siapkan 24 Layanan Kompetensi

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Kota Makassar dipercaya menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) nasional dalam pelaksanaan reformasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Reformasi tersebut mencakup penerapan Sistem Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP), Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), serta sistem pembayaran berbasis Indonesian Diagnosis Related Group (IDRG). Sebagai salah satu rumah sakit yang dipersiapkan mendukung implementasi kebijakan […]

Read more