Walhi Sulteng Menilai Ranperda RTRW 2018 -2038 tidak Berpihak pada Lingkungan

PALU, EDELWEISNEWS.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) kini tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2018-2038. Sayangnya, draft Ranperda ini dinilai masih memiliki banyak kekurangan sehingga perlu direvisi dan dikaji ulang.

Demikian disampaikan Manager Kampanye Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulteng, Stevandi saat menggelar siaran pers di Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Selasa (18/6/2019).

“Berdasarkan kajian Walhi Sulteng terhadap draft Ranperda dan hasil akhir revisi RTRW yang ada, terdapat banyak kelemahan-kelemahan secara substansi yang termaktup dalam Ranperda ini,” ujar Stevandi.

Menurut dia, dalam Ranperda yang ada, mengabaikan banyak rujukan peraturan perundang-undangan yang seharusnya dimasukkan dalam draft Ranperda tersebut. Misalnya Permendagri No. 80 Tahun 2015 tentang pembentukan produk hukum daerah dan permen ATR/BPN Nomor 1 Tahun 2018 tentang pedoman penyusunan RTRW provinsi, kabupaten dan kota.

Selain itu, terdapat pemanfaatan ruang yang mengabaikan proses perlindungan dibeberapa wilayah kabupaten/kota, serta belum dimasukkannya Rencana Induk Bencana Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong dalam penyusunan draft Ranperda RTRW tersebut.

Manager Kajian dan Pembelaan Hukum Walhi Sulteng, Moh. Hasan menambahkan, dalam Renperda tersebut juga tidak diakomodirnya wilayah hutan adat dalam draft hasil akhir dokumen RTRW Sulteng, padahal, kata dia, dibeberapa tempat di Sulteng masih terdapat beberapa masyarakat lokal yang beraktivitas dalam kawasan hutan.

“Seharusnya wilayah hutan adat ini juga dijamin dalam Perda RTRW nantinya,” terangnya.

“Bagi Walhi Ranperda RTRW Sulteng 2018-2038 terkesan tidak serius dalam kelestarian lingkungan di Sulawesi Tengah. Selain itu, tidak jelasnya arah mitigasi bencana dalam penyusunan draft yang ada, tidak memberikan jaminan perlindungan terhadap masyarakat,” tambahnya.

Untuk itu, Walhi mendesak Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah merevisi dan mengkaji ulang Ranperda yang ada serta memasukkan beberapa aspek yang telah kami sampaikan kepada Pemprov Sulteng saat Konsultasi Publik I Ranperda RTRW yang diselenggarakan di salah satu hotel di Kota Palu, Senin 17 Juni 2019.

“Kami meminta Ranperda yang ada harus juga secara substansi lebih ditekankan pada kelestarian lingkungan hidup dan keberlanjutan serta tidak memberikan ruang pada korporasi perusak lingkungan.” tandasnya. (ps)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jakarta Lingkungan

Pendidikan Berkelanjutan di Sekolah, Murid Belajar Menjaga Lingkungan Lewat Kebiasaan Sehari-hari

JAKARTA, EDELWEISNEWS.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat implementasi Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (Education for Sustainable Development/ESD), untuk menyiapkan generasi yang mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan, mulai dari perubahan iklim, kerusakan lingkungan, hingga persoalan sosial yang semakin kompleks. Melalui pendekatan ini, pendidikan tidak hanya berfokus pada peningkatan capaian akademik, tetapi juga […]

Read more
Palu Sulawesi Tengah TNI / POLRI

Gerak Cepat Tanpa Batas, TNI AL Kodaeral VI Lanal Palu Terjunkan Satgas dan Posko Darurat di Sigi Pasca Gempa M 6,7

PALU, EDELWEISNEWS.COM – Menunjukkan dedikasi tinggi dan respons cepat terhadap aksi kemanusiaan, TNI Angkatan Laut (TNI AL) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI melalui Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palu langsung bergerak cepat menerjunkan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana ke wilayah terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Langkah taktis ini diambil […]

Read more
Lingkungan Makassar

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Sebanyak 50 anak muda difabel netra mengikuti Green Justice Youth Program, sebuah kegiatan pembelajaran dan aksi lingkungan yang menggabungkan isu perubahan iklim, inklusi disabilitas, dan kepemimpinan generasi muda. Program ini diselenggarakan oleh Yayasan PerDIK pada 6–7 Juni 2026, sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus rangkaian perayaan 10 tahun berdirinya […]

Read more