Wanua Nusantara Lestari Dorong Pelibatan Disabilitas untuk Aksi Mitigasi Iklim


LUWU, EDELWEISNEWS.COM – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Yayasan Wanua Nusantara Lestari menginisiasi aksi kolaboratif dengan PPDI Sulsel, PPDI Luwu, OMS Perempuan, OMS Lingkungan, akademisi, KPH Latimojong dan DKN. Lembaga tersebut melaksanakan kegiatan diskusi parapihak, penyerahan bibit kepada penyandang disabilitas, dan penanaman 100 pohon di lahan disabilitas dan pinggir sungai Suso.

Kegiatan dipusatkan di Dusun Tamara Desa Malela, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (20/6/2026) pekan lalu.

Tema yang diusung ’Aksi Nyata Disabilitas untuk Iklim”, menjadi penegasan bahwa kelompok disabilitas bukan sekadar objek terdampak perubahan iklim, melainkan aktor aktif dalam penyelamatan lingkungan. Krisis iklim global memberikan dampak berlapis bagi kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas.

“Aksesibilitas yang terbatas sering kali membuat teman-teman disabilitas menjadi pihak yang paling rentan saat terjadi bencana ekologis. Hari ini, kami menunjukkan bahwa kami siap berdiri di garis depan untuk menanam, merawat, dan menyuarakan keadilan iklim. Diskusi ini bisa mempertemukan perspektif akademisi, praktisi lingkungan, pemerintah, swasta dan komunitas disabilitas untuk memetakan solusi atas ketimpangan edukasi, pemberdayaan, dan akses informasi krisis iklim bagi disabilitas,” ujar Kordinator Wilayah 5 DPD PPDI Sulsel, Basri Andang dan Ketua Wanua Nusantara Lestari saat memantik diskusi secara lesehan di pelataran rumah warga.

Ketua Kamar Masyarakat Dewan Kehutanan Nasional (DKN) DR Abdul Rahman Nur, SH, MH menyampaikan, salut dengan penggagas kegiatan ini, karena bukan hanya bercerita di forum-forum dan diskusi di hotel-hotel, di kantor-kantor. Tapi di lokasi yang dulu terdampak bencana dan berdiskusi dengan disabilitas serta beberapa pihak yang terkait.

“Diskusi ini paling menarik karena kita langsung ada aksinya. Sejak dulu, orang-orang di dunia selalu berpikir bahwa lingkungan itu bisa baik kalau kita bertindak secara lokal. Banyak orang selalu bicara bahwa dia peduli lingkungan tapi tidak ada aksinya. Sekarang ini kita membuktikan bahwa kita tidak hanya bicara, tetapi kita mau melakukan sesuatu yang nyata,” ujarnya.

“Kita berharap kebaikan ini tidak hanya dilakukan di Desa Malela, bisa juga bergerak terus di desa-desa lain untuk menjaga lingkungan dan DAS, sehingga ini menjadi gerakan bersama.Titiknya dimulai dari Luwu sebagai embrio untuk gerakan disabilitas terkait dengan isu iklim dan lingkungan. Yang penting juga, kedepan disabilitas punya kebun bibit yang dikelola organisasi disabilitas di desa dan kabupaten Luwu,’’ harap Wakil Rektor IV Universitas Andi Djemma, yang juga pendiri Wanua Nusantara Lestari dihadapan peserta diskusi.

Kepala Desa Malela Muharram menyatakan dukungan penuh terhadap keterlibatan warganya yang menyandang disabilitas dalam aksi ini, karena yang mendesak adalah ancaman erosi tebing sungai sepanjang 3 kilometer di Desa Malela yang rentan longsor.

Dampak banjir lalu bahkan membuat bentangan jembatan gantung warga melebar dari 60 meter menjadi 100 meter akibat tebing yang terkikis, memutus akses utama petani menuju lahan pertanian mereka.

‘’Ke depan akan dilakukan penanaman besar-besaran dengan pohon enau (aren) atau bambu langsung di bagian bawah pinggir tebing sungai sebagai pagar alami penahan erosi,’’ ujarnya.

Dilanjutkan dengan penyerahan bibit dari Kepala KPH Latimojong Ir Hasrul, M.Si kepada Bakhtiar Ketua PPD Luwu, dan Yusri penyandang disabilitas Desa Malela. Dilanjutkan dengan penanaman bibit di kebun disabilitas dan pinggir sungai Suso oleh peserta dari berbagai pihak. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Memilah Sampah dari Rumah sebagai Pembiasaan Baru di Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Pemkot Makassar telah menerbitkan kebijakan bahwa per 1 Agustus 2026 hanya sampah residu yang boleh masuk ke TPAS Antang, yang berada di Kecamatan Manggala. Sampah residu adalah sampah yang sudah tidak bisa didaur ulang dan tidak bisa diolah jadi kompos. Aturan tegas Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, ini memaksa setiap warga melakukan pemilahan […]

Read more
Makassar SULSEL

RT di Rappokalling Sukses Pilah Sampah, Kini Jadi Inspirasi Dukung Program Pemkot Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM.— Ketua RT 002/RW 001, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Sri Rahmi Mahmud, SH., MH membagikan pengalaman menerapkan pemilahan sampah dari sumber (lingkungan) rumah. Ia mengajak seluruh ketua RT/RW dan masyarakat untuk mendukung kebijakan Pemerintah Kota Makassar melalui gerakan memilah sampah dari rumah, karena program itu serentak secara nasional. Menurut Sri Rahmi, lingkungan yang dipimpinnya […]

Read more
Gowa SULSEL

Pererat Hubungan Antar Lembaga, Kapolresta Gowa Lanjutkan Agenda Silaturahmi ke Mitra Strategis

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Mengawali masa tugas sebagai Kapolresta Gowa, Kombes Pol. Dr. Muh. Yusuf Usman, S.H., S.I.K., M.T., CIPA terus memperkuat sinergi kelembagaan dengan berbagai unsur strategis di Kabupaten Gowa. Setelah sebelumnya melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kantor Bupati Gowa dan Kejaksaan Negeri Sungguminasa, Kapolresta Gowa bersama para Pejabat Utama (PJU) kembali melanjutkan rangkaian kunjungan ke […]

Read more